Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 56


__ADS_3

sontak saja, ucapan Bundanya itu, membuat David mendegus kesal. karena sampai sekarang, dirinya masih di anggap sebagai anak kecil.


padahal, dirinya sudah berusia delapan belas tahun. yang artinya sudah besar.


"Bun, David udah gede ya," ucap David memprotes ucapan sang Bunda.


membuat Ny.Nadira, terkekeh kecil karena tingkah putra kesayanganya itu. " sampai kapanpun, kamu akan menjadi bocah kecilnya Bunda," ucapnya seraya tersenyum tipis.


"lagipula, mana ada orang Dewasa yang sering ngambekan kaya Kamu," ucap Ny.Nadira seraya menarik hidung anaknya.


membuat David yang mendengarnya, nendegus kesal. kemudian dirinya nemutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


David menaiki anak tangga, menuju ke kamarnya untuk beristirahat.


sessampainya di dalam kamarnya, David segera merebahkan tubuhnya, diatas kasur empuknya. seraya matanya, menerawang jauh di atas langit langit kamarnya.


"hmm kok bisa gue serapuh ini sih,? gymamnya seraya memejamkan. seakan mengelurkan semua perasaanya dengan tidur.


karena merasa lelah, akhirnya David terlelap dalam tidurnya. mungkin karena trrlalu lelah memikirkan masalahnya dengan Nasya.


malam harinya, David memutuskan untuk berjalan jalan menghirup udara segar. disaat dirinya sedang berjalan jalan, ia melihat Nasya sedang duduk di taman komplek bersama kekasih barunya itu.


mendadak, hatinya merasa nyeri karena melihat pemandangan itu. namun, dengan cepat, dirinya melanjutkan berjalan jalan di sekitar sana.


tak lama, David terduduk di sebuah bangku taman yang berada tidak jauh dari tempat Nasya dan Alex berada.


dan sesekali, David melirik kearah Nasya yang terlihat sangat asyik berbincang bincang dengan Alex dan sesekali, terlihat sedang bercanda.


tak lama, pandangan David pun teralihkan, saat merasakan ada seseorang yang menepuk pundaknya. membuat laki laki itu, menoleh kesamping.

__ADS_1


dan disana ia melihat, Micelle sedang tersenyum manis seraya menatapnya.


"Kak David," sapa Micelle dengan senyuman manisnya.


sesaat David terdiam saat melihat gadis di sampingnya itu. otaknya seakan memutar kejadian demi kejadian yang mereka lewati.


bahkan bisa di bilang, jika Micelle adalah salah satu penyebab dirinya putus dengan Nasya.


kemudian, David mencoba tersenyum walaupun hatinya sedang bergejolak karena menahan kesal.


"hay Micelle ngapain di sini,?" tanya David sebisa mungkin bersikap ramah.


"emm nggak papa cuma mau kesini aja ketemu sama kak David," ucapnya seraya menyunggingkan senyum manisnya.


gadis itu sangat berharap, bisa nendapatkan laki laki di depanya itu.


"oh, " ucapnya singkat. sebenarnya, David sangat malas menanggapi gadis di depanya itu.


David yang sebenarnya mengetahui dirinya di perhatikan, hanya bisa memalingkan wajahnya karena merasa malas melihat wajah inoncenya.


"kak David, aku mau ngomong," ucapnya terhenti saat melihat David sudah berdiri dan hendak pergi.


sebelum David beranjak oergi ia menatap sekilas kearah Micelle. kemudian tersenyum tipis. membuat Micelle yang merasa di tatap, menjadi salah tingkah.


"Cell," ucapnya lembut. membuat Micelle yang mendengarnya, merasa melayang karena ucapan lembut dari David.


ia menfongakkan kepala dan menatap mata tajam laki laki pujaanya itu.


haish si Micelle masih aja ngejar ngejar David. belum tau aja kalau David mau berbicara yang mungkin, membuat jantung loe nggak aman xixixi

__ADS_1


"loe tuh cantik. cantik banget malah," ucapnya tersenyum tipis.


membuat jantung Micelle berdebar lebih cepat dari biasanya.


"duh, jantung gue," gumanya dalam hati. kemudian, David menatap Micelle yang sepertinyq sedang salah faham dan salah tingkah padanya.


"loe cantik cell tapi, kenapa loe harus berantem sama sahabat loe sendiri, apalagai, hanya demi seorang laki laki seperti gue," ucapnya tersenyum misterius.


Deg


jantung Micelle seakan lepas dari tempatnya, saat mendengar ucapan dari David.


"ma-maksunya apa,?" tanya Micelle.


"loe tau maksud gue apa, perasaan itu tidak bisa di paksakan Cell, mungkin sekarang, gue bukan jodoh loe," ucapnya seraya nengelus pundak gadis itu.


"loe dengerin gue ya, persahabatan kalian itu, sudah berjalan cukup lama, dan masa iya berakhir hanya karena seorang laki laki,?" tanya David pada akhirnya.


lalu, David berlalu pergi meninggalkan tempat itu. meninggalkan Micelle yang tertegun di trmpatnya itu.


sementara itu, ada seseorang yang menyaksikan kejadian itu, dengan senyuman getir di wajah cantiknya.


siapa lagi, jika bikan Nasya. sedari tadi, gadis itu memperhatikan interaksi di antara mereka.


"senoga, loe bahagia Cell," ucap Nasya tersenyum seraya menyeka airmatanya.


sontak saja, hal itu memnuat Alex terkejut dan segera merangkul kekasihnya itu.


"Bie, kamu kenapa,?" tanya Alex seraya menghapus airmata kekasihnya itu.

__ADS_1


Nasya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis. "aku nggak papa, aku hanya terharu aja, karena udah lama, kita nggak jalan bareng. " ucapnya.


.BERSAMBUNG.....


__ADS_2