
sesampainya di toilet yang menjadi tempat hukumanya, Nasya melangkahkan kaki menuju salah satu ruang toilet yang tersisa. karena hari ini ia datang terlambat tak hanya sendiri melainkan bersama beberapa siswa laki-laki yang memang langganan telat.
"widih gak nyangka si princess telat juga" sorak siswa laki-laki heboh.
"ho'o si perfect ternyata ada salah juga" timpal temanya.
"loe kok bisa telat? " tanya satu cowok yang Nasya kenal.
"nonton drakor" ucapnya seraya berjongkok untuk menyikat lantai kwmar mandi.
tiba-tiba David datang membuat semua yang tadi berbincang-bincang menjadi senyap. entwh kenapa aura David sangat Dingin saat mengatakan perintah.
"jangan ada yang bermain-main jika tidak ingin gue tambah hukumanya" ucap David ber ekspresi datar.
membuar semua orang yang berada di toilet menutup mulutnya rapat-rapat seraya mengerjakan hukuman mereka.
"dasar, sok iyes" gumam Nasya yang masih terdengar oleh sang ketua osis.
"loe ngomong apa? " tanya David yang terus memperhatikan gadis cantik tersebut.
"gak! " ucap Nasya seraya melwnjutkan pekerjaanya.
lima belas menit kemudian...
semua siswa yang di hukum telah selesai termasuk juga Nasya. mereka semua berdiri menghadap si ketua osis yang berdiri di ambang pintu.
"semua boleh kembali ke kelasnya kecuali dia! " ucap David seraya menunjuk Nasya.
sontak saja semua pandangan tertuju kearah si " Primadona" itu. tak lama, mereka membubarkan diri menuju kelas masing masing.
dan kini di toilet itu hanya ada David dan Nasya yang masih saling diam. David yang masih terus menatap Nasya sementara Nasya menatap jendela karena merasa rsih terus di tatap oleh David
"loe kalau hanya mau lihat gue terus gak usah pakai acara hukuman receh segala " ucap Nasya yang merasa risih karena di pandangi dari tadi.
"loe cantik makanya gue betah ngeliatin loe " ucap David tersenyum manis.
"paan sih gaje " ucap Nasya berlalu dari hadapan David.
namun baru satu langkah, tangan gadis itu sudah ditarik oleh David. membuat gadis itu kehilangan kesembangan dan terjatuh di samping David.
beruntung David dengan cepat menangkapnya dan alhasil tubuh mereka saling bertabrakan dan pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat.
"lepas! " sentak Nasya membuat David tersadar dari lamunanya.
__ADS_1
dengan perlahan, tangan kekar David mengurai dari tubuh Nasya.
debgan cepat Nasya melangkah meninggalkan tempat itu. meninggalkan David yang masih terpaku di tempatnya.
"kenapa dengan jantung gue? " Nasya bertanya dalam hati seraya menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya.
"di hukum apa loe sama si David? " tanya Micelle saat Nasya sudah mendudukan dirinya di bangku tampat ia duduk.
" di suruh bersihin toilet" ucap Nasya malas seraya menyenderkan kepalanya ke atas meja.
"wah daebak!! " seru Micelle seraya menggebrak meja membuat beberapa orang menatapnya aneh.
"sejarah baru nih seorang Nasya si " primadona" sekolah kena hukum"lanjut Micelle tak menghiraukan tatapan teman-temanya.
sementara Nasya malah semakin membenamkan kepalanya diatas meja membiarkan Micelle mengoceh sesukanya.
untung sekarang jam kosong jadi Nasya bisaberistirahat sejenak.
tak lama, terdengar bel berbunyi dan Nasya merasakan tepukan pada pundaknya.
Nasya mendongak menatap sahabatnya "kenapa? " tanyanya pada sahabatnya yang telah berdiri
"ayo kekantin udah bel istirahat " ucap Micelle menarik tangan Nasya untuk berdiri.
"huh males sih sebenarnya tapi laper titip aja ya please" ucap Nasya memelas.
siapa lagi pelakunya jika bukan David. pria itu seakan tak menghiraukan keadaan sekitar. bahkan dirinya sempat di tegur beberapa kali oleh anggota Osis yang lain.
"loe dari tadi ngelamunin apa sih Dav sampai gak fokus gitu" tanya Marcel Wakil ketua Osis.
"hmm gak kok silahkan di lanjut" ucap David dan rapat osis pun di mulai.
🌸🌸🌸
sementara itu di kantin, tampak kelima gadis cantik itu tengah mengobrol seraya menikmati makanan mereka
"jadi loe disuruh bersihin toilet sama ketua osis baru? " tanya Audry.
"hmm" ucap Nasya seraya melanjutkan makan
"gilak sih seorang Nasya yang terkenal perfect dalam segala hal akhirnya mendapat cela juga " ucap Rayana tergelak.
"huh " Nasya mendegus kesal dan melanjutkan acara makan.
__ADS_1
tak lama, kegaduhan tampak mewarnai kantin tatkala sekelompok cogan [cowok ganteng] memasuki kantin. siapa lagi pelakunya jika bukan David dan anggota Osis yang lain.
"gila cogan eoy duh jantung gue"
"duh paling ganteng sih kak David lokal rasa bule"
begitulah riuh para siswa perempuan menatap David dan temanya.
"ish apaan sih gitu aja kok heboh" cibir Audry pada siswa perempuan yang tampak histeris kearah David dan Marcel.
"yeah loe kayak gak tau aja sama mereka. mereka kan anak alay ucap Rayana ikut mencibir.
jika kalian kira para primadona itu terpesona pada pria tampan, kalian salah besar. bahkan Rayana Dan Audry hingga kelas XI ini mereka masih sendiri. itu karena selain mereka berdua galak dan cuek, mereka juga terkenal jago karate. itu yang membuat para laki-laki tidak ada yang berani mendekati mereka. dan hanya Nasya dan Micelle yang mempunyai kekasih.
tiba-tiba aktivitas mereka terhenti saat menyadari dua pria tampan itu sudah berada di hadapan Nasya
"boleh ikut gabung? " tanya seseorang yang berdiri dihadapan Nasya. dan Nasya hanya mengedikan bahu seraya melanjutkan makan.
dan tanpa persetujuan dari keempat gadis cantik itu, mereka berdua mendudukan diri di depan para gadis tersebut.
para gadus itu merasa bodoamat dan seperti tidak ada apa-apa, mereka melanjutkan acara makan.
dan para cowok itu tak henti-hentinya memandangi para gadis pujaanya. jika David memandangi Nasya, lain lagi dengan Marcel yang secara diam-diam melirik Rayana di sela makannya.
Marcel tidak berani seperti David yang secara terang-terangan memperhatikan Nasya. Marcel hanya mampu mencuri pandang kearah Rayana.
"gaes gue udah selesai" ucap Nasya berdiri dan hendak berlalu pergi.
"eh tunggu Nas gue juga ikut" ucap Micelle dan juga beranjak pergi.
tinggalah Audry dan Rayana yang masih menghabiskan makanya. tak lama, mereka berdua juga ikut berlalu pergi meninggalkan kantin menuju ke kelas.
sepanjang koridor sekolah, Nasya dan Micelle tak henti-hentinya mengobrol.
"Nas tadi David kelihatan banget lho kalau naksir loe " ucap Micelle.
"hmm bodoamat" ucap Nasya seraya bermain ponselnya.
"yeh kumat deh cueknya " gumam Micelle seraya berjalan menuju kelas mereka melewati kelas Andrew sang kekasih.
"hai beb" sapa Andrew pada Micelle yang sedang berjalan bersama Nasya.
"hay juga beb " ucap Micelle tersenyum kearah sang kekasih.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian gaes