Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 39


__ADS_3

"loe kok di hukum terus,? sengaja atau bagaimana, ?" tanya Micelle


membuat Nasya menoleh mendengar ucapan sahabatnya itu.


"hah, siapa juga yang mau sengaja di hukum,? " tanya Nasya bingung. namun, sesaat kemudian, ia baru tersadar. jika ucapan Micelle itu, sebuah kalimat sindiran untuknya.


"loe sebenarnya ada apa sama kak David,? " tanya Micelle.


membuat Nasya seketika terdiam mendengarnya. ia bingung, haruskah ia jujur, atau berbohong,


jika dirinya jujur, maka dirinya akan menyakiti Micelle karena, telah membohongi sahabatnya itu. tspi, jika dirinya jujur, maka dirinya akan di musuhi oleh Micelle.


"loe suka sama David ya Cell,? " pertanyaan itu, muncul tiba tiba dari mulut Nasya.


membuat Micelle menghentikan aktivitas menulisnya. " kalau gue jujur, loe mau bantu gue nggak,? " tanya Micelle, membuat Nasya seketika menegang.


"ba-bantu ap-apa,? " tanya Nasya terbata.


"loe tolong berikan ini, oada kak David setiap hari, "ucap Micelle seraya memberikan sebuah paperbag berisi makanan kesukaan David.


"ini apa,? " tanya Nasya seraya menerima paperbag tersebut .


"itu puding lava kesukaan kak David, " ucap Micelle seraya kembali melanjutkan aktivitas menulisnya.


Deg


jantung Nasya seraya mau lepas dari tempatnya mendengar jawaban sahabatnya itu.


bagaimana mungkin, Micelle tau tentang mskanan kesukaan kekasihnya itu. sedangkan dirinya saja, sebagai pacar, tak mengetahui apapun.


jika benar Micelle tau dari David, maka ditinya akan menabrak kekasihnya itu. enak saja, dirinya saja sebagai kekasihnya tak di beri tahu, masak gadis laim tau.


"emm loe tau ya, makanan kesukaan David,? " tanya Nasya sedikit sesak di dada.


"emm gue nggak sengaja denger sih, waktu itu.


Flasback on.


saat itu, Micelle sedang berada di kantin sendirian karena ketiga sahabatnya, kebetulan tidak ikut. karena sedang ada di perpustakaan.


dengan langkah cepat, gadis cantik itu, menghampiri penjual martabak telur dan membelinya.


saat dirinya sedang mengantre makanan, dirinya tak sengaja mendengar suara yang familiar di telinganya.


Micelle menoleh dan mendapati David sedang bersama Marcell dan anggota Osis yang lain.


"jadi loe suka sama puding lava,? " tanya Marcell pada David. membuat laki-laki itu, mengangguk.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, kapan kapan kita bikin itu aja untuk acara camping nanti, " ucap Marcel riang.


obrolan mereka, membuat Micelle tersenyum leba4 dwn segera iembali ke kelasnya.


flasback off


semenjak itu, Micelle selalu belaja4 membuat puding lava yang enak dan akan di berikan pada David nantinya.


"rencananya, mau gue iasih kemarin pas camping, twpu malah ada kejadian seperti ini, yw jadinya nggak jadi, " ucap Micelle meliriknya.


Nasya hanya bisa tersenyum hamba4 mendengar cerita sahabatnya itu. bagaimana jika Micelle tau,? apakah Micelle akan memaafkan dirinya.


setelah itu, bel pelajaran pertama berbunyi dan tak berselang lama, datang guru matematika. membuat sebagian siswa mengeluh. karena memang mereka twk menyukai pelajaran matematika.


sebelum pelajarqn di mulai, bu Weni, guru matematika itu, mengabsen satu per satu murid yang ada di kelas.


"ini kok sepertinya kurang satu,? " tanya Bu Weni saat menyadari jika ada yang kurang.


"iya bu, soalnya David pindah kelas XI C" ucap salah seorang murid.


membuat Bu Weni menganggukan kepala mengerti.


yap. sejak seminggu yang lalu, David pindah kelas bersama Marcell dengan alasan agar lebih mudah untuk membahas acara acara sekolah.


secara di kelas XI C hampir sebagian siswanya adalah anggota Osis.


tak lama, setelah pelajaran yang membuat mereka mengrluh itu selesai, bel istirahat pun berbunyi.


dan mereka semua berhambur ke luar kelas. begitupun dengan Nasya dan Micelle. mereka berdua menuju kantin sekolah, karwna perut mereka sudah keroncongan. cacing di perutnya, sudah ingin di isi. apalagi Nasya yang memang. mempunyai nafsu makan banyak.


mereja berduapun berjalan menyusuri koridor sekolah seraya sesekali bercanda.


"Nas, jangan lupa kasih tuh makanan pada kak David, " ucap Micelle. membuat Nasya tersadar.


Nasya hanya mengangguk lalu mereka kembali berjalan menuju kantin.


sementara itu, di belakang sekolah, seorang laki laki sedang berbincang bincang dengan siswa perempuan.


"jadi, sebenarnya Nasya itu kenapa,? " tanyanya pada siswi tersebut.


"eem sebenarnya gue juga nggak tsu pasti sih kak, yang jelas kata Momynya Nasya, Nasya dilarang di ganggu acara Qtimenya, bisa bisa, dia skan mengamuk nanti kak, " ucapnya memberitahu.


membuat David mengangguk mengerti. pantas saja, jika gue gwnggu acaranya, dia akan marah besar.


jadi dia memiliki emosional yang berlebihan.


yap orang yang berada di belakang sekolah, adalah Audry dan David.

__ADS_1


karena penasaran dengan sikap kekasihnya itu, David memutuskan untuk menghubungi Audry dan mengajaknya bertemu di belakang gedung sekolah.


"oke, terimakasih atas infomasinya Audry," ucap David yang beranjak pergi.


"sama sama kak, semoga kalian bisa langgeng hingga menikah nanti, " ucap Audry tulus. membuat David tersenyum.


"terimakasih atas doa tulus loe, semoga loe cepat di pertemukwn jodohnya ya, " ucso David membuat Audry seketika mendengus kesal.


"ish nggak Nasya, nggak kak David sana aja, sama sama nyebelin," ucap Audry seraya menghentak hentakan kakinya.


membuat David tergelak dan langsung berlalu pergi dari sana.


sementara itu, di kantin, Nasya dan Micelle tampak celingukan mencari keberadaan seseorang.


"kayaknya nggak kekantin doi, " ucap Micelle. membuat Nasya mengangguk kepala.


"eh itu ada Marcell titip aja, " ucap Nasya saat tak sengaja, dirinya melihat Marcel menuju ke kantin.


"jangan, gue takut kalau nereka tau, mereka bisa ngerusuh, " ucap Micelle.


"terus gimana,? " tanya Nasya yang ikut pusing karena memikirkanya.


"hmm gue ada ide, mending loe taruh aja di dalam tasnya ," ucap Micelle. membuat Nasya melebarkan matanya.


"maksudnya, loe nyuruh gue ke kelasnya gitu, ?" tanya Nasya. membuat Micelle menganggukan kepala antusias.


"nggak, gue ngfak mau, Cell malu tau, " ucap Nasya berusaha menolak permintaan sahabatnya itu.


"pliss loe mau ya, " ucap Micelle seraya memasang wajah memelasnya.


membuat Nasya mau tak mau mengiyakan permintaan Micelle.


dengan cepat, Nasya menuju kelas XI C. kelas dimana kekasihnya kini menuntut ilmu.


ciah menuntut ilmu, bahasamu thor hehehe.


setelah sampai di depan pintu kelas XI C, terlihat di dalam sana masih sepi, " bagus masih sepi, " gumamnya seraya menuju bangku David dan memasukan barang itu, kedalam tas milik David.


dan dengan segera, Nasya segera menutupnya kembali takut jika ada yang melihat nanti.


setelah selesai, Nasya segera keluar dari kelas Xi C dan berjalan ke kelasnya.


tanpa mereka sadari, jika ada sepasang mata yang menyaksikan pemandangan itu.


BERSAMBUNG..


dengan segera,

__ADS_1


__ADS_2