
"Cell, " panggil Nasya yang berjalan menghampiri gadis itu.
Micelle langsung bangkit dari duduknya dan ingin melangkah pergi meninggalkan kantin.
rasa layarnya, mendadak hilang. saat melihat Nasya menghampirinya.
"Cell tunggu, " ucap Nasya menahan tangan Micelle. membuat gadis itu, segera menepis tangan Nasya dengan kasar.
"jangan sentuh gue, " bentak Micelle seraya berlalu pergi dari sana.
membuat siswa yang sedang menikmati makanannya, menatap kedua gadis itu, dengan tatapan bingung. karena, biasanya mereka berdua adalah sahabat yang selalu bersama. bahkan dari kelas satu, mereka selalu duduk di bangku yang sama.
dan di sana, ada sepasang mata yang melihatnya dengan mata berbinar dan senyum mengembang di wajahnya.
"pasti sebentar lagi, persahabatan mereka akan hancur, " gumamnya serata tersenyum menyerigai. siapa lagi, jika bukan Monik.
gadis itu, mwmang sangat menyukai, jika Nasya sedang ada masalah. entah apa penyebabnya, hingga gadis cantik itu, sangat pendendam sekali pqda Micelle.
sementara itu, Nasya dan Micelle seperti anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran. bedanya, mereka berdua berjalan bukqn berlari. dan bukan dalam keadaan senang dan tertawa. melainkan dengan amarah yang bersarang di dadanya.
"Cell tunggu, " ucap Nasya yang berhasil menghentikan langkah kaki Micelle.
"apa sih yang loe mau,? hah! "tanya Micelle membentak sahabatbya itu.
mungkin dalam hidupnya, baru sekarang ini, Micelle membentak orang yang berarti dalam hidupnya.
karena selain keluarganya, para sahabatnya juga turut andil dalam kehidupan gadis cantik itu. membuat Dirinya, tak pernah bersikap kasar dengan para sahabatnya.
dan saat ini, untuk pertama kalinya, Micelle membentak Nasya dengan cukup keras. membuat gadis itu, tertegun sesaat.
Micelle melangkah pergi, meninggalkan Nasya yang masih tertegun.
"gue akan ninggalin David, kalau itu yang buat loe seneng, " ucap Nasya. kata kata iti keluar dari mulutnya tanpa pernisi. dan tanpa dirinya menuadari, jika kata kata yang keluar, dari mulutnya, menyakiti seseorang atau tidak.
yang terpenting, sdkarang ini, yang dirinya inginkan, adalah persahabatannya, kembali utuh.
"jangan bac*t doang, buktiin kalau ucapan loe itu benar," ucap Micelle melangkah pergi. meninggalkan tempat itu.
Nasya hanya mematung mendengarnya. tatapan matanya, menatap nanar kepergian sahabatnya itu.
"gue akan buktikan sama loe Cell," ucap Nasya dan langsung bergegas pergi dari tempat itu.
Nasya menuju ruang kelas dan mengambil tasnya dan bergegas menuju parkiran sekolah.
karena hari ini, semua siswa mendapatkan jam kosong karena akan ada iven perpisahan sekolah.
jadilah semua siswa mendapatkan jam kosong hingga hari sabtu nanti.
Nasya segera mengendarai mobilnya meninggalkan area sekolah. tanpa menghiraukan sang kekasih yang sedari tadi, terus saja memanggilnya.
"sayang, kamu mau kemana,? " David bertanya seraya berlari mengejar gadis pujaanya itu.
namun, suara David tak di hiraukan oleh Nasya sama sekali.
gadis cantik itu, mengendarai mobil membelah jalanan macet ibukota..setelah sekian lama, akhirnya dirinya sampai di rumahnya.
Nasya segera masuk kedalam rumah, dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.
matanya menerawang jauh di atas langit langit kamarnya.
"kenapa semua jadi seperti ini,? " tanya Nasya oada dirinya sendiri
gadis itu bangun dari kasur dan langsung duduk di tepi ranjang.
tangannya terulur untuk mengambil ponsel di dalam tasnya dan mengaktifkan ponselnya, yang memang di matikan sedari tadi pagi.
Nasya membuka icon berwarna hijaunya dan mensecrol kebawah,mencari nama seseorang.
dan setelah menemukan naman itu, Nasya segara membuka blokiran pada nomor tersebut.
Yap Nomor milik Alex di blokir oleh Nasya tepat dirinya memergoki, laki laki itu selingkuh.
__ADS_1
Nasya membuka blokiran dan mendapati banyak sekali pesan dan panggilan dari laki laki itu.
lalu, gadis itu, memencet tombol hijau untuk menghubungi laki kaki itu
"mungkin itu, yang terbaik, " ucap Nasya lalu meloadspiker panggilan di ponsel miliknya.
"halo, " ucap Nasya mengawali pembicaraan.
"halo, Nasya, ya ampun sayang akhirnya kwmu menghubungi aku juga, aku rindu sama kamu, " ucap Alex berbicara lembut.
membuat Nasya muak mendengarnya. bagaimana bisa laki laki itu memanggil dirinya dengan panggilan sayang, padahal jelas jelas, akex berselingkuh dengan Monika fi belakang dirinya.
namun, demi kebaikan semuanya, Nasya harus mengorbankan semuanya. mengorbankan perasaanya, mengorbankan harga dirinya. dan masih banyak lagi pengorbanan yang harus dirinya lakukan.
"emm kita bisa ketemu,? " tanya Nasya.
membuat Alex yang berada di seberang sana, merasa terkejut dan senang.di dalam hati.
"bisa, kapan kita ketemu, " ucap Alex berbinar.
"emm besok deh gimana,? loe bisa,? " tanya Nasya sebisa mungkin menghilangkan rasa di dalam hati.
"bisa dong sayang, " ucap David berbinar. akhirnya, hsri itu datang juga. hari dimana, Nasya akan kembali lagi dalam pelukanya.
"emm ya udah kalau begitu, sampai ketemu besok sayang, " ucap Alex tersenyum manis pada sang kekasih.
eits sejak kapan Nasya dan Alex menjadi kekasih,? atau itu hanya sebutan yang Alex semaykan untuk dirinya.
emm entahlah itu hanya mereka berdua dan author yang tau hehe.
Nasya melemparkan ponsel ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.
"huh, melelahkan, " gumamnya s4ya memejamkan mata. dan tak lama, terlelap.
hsri minggu...
hari ini, adalah hari pensi sekolah dan semua orang sedang berpartisipasi di dalamnya. dan tampak, Nasya berjalan mendekati panggung, seraya menggandeng seseorang.
""eh, bukanya Nasya masih sama David,?"tanya salah satu siswa seraya menatap ke arah Alex dan Nasya yang sedang bergandeng mesra.
dan pemandangan itu, tak lepas dari pandangan seseorang yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
Nasya menghampiri Audry dan Rayana yang juga tampak terkejut, dengan pemandangan di depannya.
"hay semua, " sapa Nasya dengan wajah berseri dan ceria.
membuat Audry dan Rayana hanya mengangguk dan tersenyum bingung.
sejak saat itu, Micelle memang memutuskan untuk mengakhiri hubungan persahabatan dengan Nasya dan yang lain.
membuat, Nasya semakin bersedih dan semakin menguatkan tekadnya untuk kembali pada Alex. walau dirinya tau, akan seperti apa hubungannya dengan laki laki itu.
Nasya menggandeng Alex di sepanjang acara dan sesekali, mereka berduet menyanyikan lagu cinta.
Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan t'rus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus
Menunggu sesuatu yang sangat sulit 'tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
Kadang ku berpikir cari penggantimu
Saat kau jauh di sana
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu, ku curiga
__ADS_1
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan
Saat kau jauh di sana, rasa cemburu
Merasuk ke dalam pikiranku, melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kaurasakan?
Walau raga kita terpisah jauh
Namun, hati kita selalu dekat
Bila kau rindu, pejamkan matamu
Dan rasakan a-a-aku
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan あ、愛、愛 してる
Saat ku sendiri, pikiran melayang, terbang
P'rasaan resah, gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
Kumohon kau kembali
君が遠くに居ても
君の想いが繋がるから
信じてるよ
信じてるよ
Walau raga kita terpisah jauh
Namun, hati kita selalu dekat
Bila kau rindu, pejamkan matamu
Dan rasakan a-a-aku
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan あ、愛、愛 してる
Wo-wo-wo
あ、愛、愛 してる
Sumber: Musixmatch
Penulis lagu: Chen Mang
Lirik Aishiteru © Nagaswara Publisherindo
__ADS_1
BERSAMBUNG.....