Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 45


__ADS_3

karena memang, rumahnya dan rumah Audry tak searah. dan membuat Nasya akhirnya menganggukan kepala.


"Dry gue pulang bareng Leo ya, loenggak masalah kan, kalau gue tinggal,? " tanya Nasya pada Audry.


membuat Audry tersenyum tipis karena mendengar ucspan sahabatnya itu.. "nggak papa lagi Nas, loe tuh kayak siapa aja, " ucap Audry tersenyum geli.


Nasya hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Audry yang masih mematung di depan toko buku.


sementara itu, Nasya melangkah dan mengikuti langkah Leo yang berada di depannya.


"loe mau makan di cafe Rose nggak,? " tanya Leo tiba tiba saat mereka sudah sama sama di dalam mobil.


membuat Nasya menoleh dan beberapa saat, mata mereka bertemu.


Deg


Deg


suara jantung Leo berdetak sangat kencang saat melihat wajah cantik dari gadis pujaanya itu.


entah sejak kapan, Leo menyukai gadis bernama Nasya Aurora Feriyanto itu.


tapi yang jelas, dirinya sangat ingin mendapatkan gadis di depanya itu.


bahkan kalau perlu, dengan cara apapun.


"boleh, soalnya gue juga laper, " ucspnya tersenyum tipis. membuat Leo semakin kelimpungan sendiri karena merasa terpesona dengan kecantikan alami yang di miliki oleh gadis itu.


tak mau mendapatkan seragam jantung mendadak karena di tatap oleh Nasya lama lama, Leo segera memalingkan wajahnya ke arah lain.


"duh jantung gue merasa nggak aman ini, " gumam Leo seraya kembali fokus menyetir.


mereka kembali terdiam. tenggelam dalam lamunan masing masing. dan tak lama, mobil Leo sampai di Cafe Rose.


Cafe yang akhir akhir ini, sangat ramai pengunjung dan menarik perhatian Nasya. dan tentu saja Leo juga menyukainya. karena tempat ini, adalah salah satu tempat dirinya bisa berbincang bincang akrab dengan Nasyq.


"ayo masuk, " ucap Leo membuat Nasya menganggukan kepala dan turun. mengikuti langkah Leo masuk di depannya.


"mau pesen apa,? ' tanya Leo saat mereka berdua sudah duduk di tempat duduk yang berada du paling ujung.


membuat mereka sama-sama tersenyum karena seperti mengulang kembali waktu beberapa hari yang lalu.


"kita kok bisa duduk di tempat ini lagi ya,? " tanya Leo seraya tersenyum.


"hmm iya, bedanya kemarin, kita rame rame tapi kalau sekarang, kita cuma berdua, " ucapnya tersenyum tipis.

__ADS_1


tak lama, seorang pelayan datang menghampiri mereka.


"mau pesen apa,? " tanya orang itu.


"emm saya mau yang ini aja mas, " ucap Nasya mendongak untuk menunjukkan menu yang dirinya pilih.


"eh mbak yang kemarin, kemarin sama teman temannya,sekarang, sama pcarnya ya, " ucap mas mas pelayan seraya tersenyum.


"eh, kita bukan... " ucapan Nasya terhenti karena ada suara yang memanggil nama pelayan itu.


membuat Nasya mengurungkan kata katanya. dan memilih untuk diam. sementara itu, Leo tersenyum senang. karena dirinya dan Nasya, dianggap sebagai sepasang kekasih.


setelah selesai dengan urusannya, pelayan itupun kembali menghampiri Nasya dan Leo yang masih sama sana terdiam.


"aduh, maaf ya mas mbak, jadi lama nunggunya, " ucao pelayan itu. merasa tak enak. karena mengabaikan pelanggan.


Nasya dan Leo menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis kearah si pelayan itu.


"nggak papa mas, santai saja, kalau begitu saya pesan makanan yang seperti kemarin dua ya, sama coco ice dua, " ucap Leo pada pelaayan itu.


pelayan itu, hanya mengangguk dan berlalu pergi setelah mencatat pesanan pelangganya..


pria itu kembali kedapur untuk membuatkan pesanan pelanggan.


membuat pria yang di panggil Dan, itu menoleh. " huh, bikin kaget aja si bos nih, " ucap Zidan setengah menggerutu.


"siapa yang pesan,?" tanya orang itu. yang tak lain adalah David si bos pemilik Cafe Rose.


"hmm itu bos, cewek yang kemarin datang sama teman temannya, sekarang datang sama pacarnya, " ucap Zidan memberitahu.


"cewek yang mana,? " tanya David yang merasa bingung.


"ituloh bos, yang kemarin itu, yang bos nganterin tapi nggak jadi," ucap Zidan. membuat David mengingat ingat kejadian tempo hari.


"yang mana,? "tanya David lagi. semoga saja itu bukan Nasya, batinya.


Zidan yang sudah selesai membuat pesanan untuk Nasya dan Leopun segera keluar dari dapur. " bos, kalau masih penasaran, ayo ikut. biar gue tunjukin," ucapnya seraya melangkah meninggalkan David yang masih termangu di dapur.


dengan segara, David mengikuti langkah Zidan keluar dan diambang pintu, David melihat Nasya bersama Leo sedang menunggu makanan. dan terlihat olehnya, Zidan berjalan kearah mereka.


membuat seketika, darah David mendidih. bisa bisanya, kekasihnya itu selingkuh di belakangnya. apa ini efek dirinya yang tak memiliki waktu untuk kekasihnya itu, tapi memang beberapa hari ini, dirinya disibukan oleh urusan sekolah dan urusan Cafe.


apalagi, keduanya kini jarang bertemu dan apa benar Nasya segampang itu berpaling,? ah rasanya tidak mungkin.


Zidan segera menghampiri bosnya itu " nah itu tuh orangnya bos, " ucap Zidan seraya menunjuk kearah meja paling pojok.

__ADS_1


tanpa basa basi, David segera meninggalkan tempat itu, menuju ruangan pribadinya.


meninggikan, Zidan yang kebingungan dengan sikap bosnya itu.


"kenapa dengan si bos,? " tanya Zidan pada dirinya sendiri.


sementara itu, David segera mendudukkan dirinya, di kursi kebesarannya. dan langsung mengambil ponselnya yang berada di atas meja.


dengan cepat, laki laki itu, memencet nomor Nasya dan berusaha menghubungi kekasihnya itu.


tapi sayang, kekasihnya itu, tak mengangkatnya aama sekali. bahkan, Nasya terlihat masih berbincang dengan Leo dan seperti tak menghiraukan panggilan dari ponselnya.


membuat David semakin geram di buatnya dan menjadi uring uringan.


"agggrh sialan!!" umpat David seraya menghamburkan kertas yang ada di mejanya.


sementara itu, Nasya tampak asyik bercengkerama dengan Leo. dan sesaat, fikiranya teralihkan saat bersama laki laki itu.


karena, ternyata, Leo sangat asyik orangnya jika di ajak ngobrol.


"udahkan, itu aja, loe nggak mau oesen lagi, ?" tanya Leo pada Nasya.


Nasya hanya menggelengkan kepala " udah guw udah kenyang, " ucap Nasya.


mereka berdua beranjak dari tempatnya duduk dan langsung membayar semua tagihan makanan.


"eh, biar gue yang bayar, " ucap Nasya sat melihat Leo mengeluarkan kartu kreditnya.


membuat Leo menoleh dan menatap gadia di sampingnya itu dengan ekspresi bingung.


"bukanya tadi da bilang nggak bawa uang,?" tanya Leo dalam hati.


Nasya yang mengetahui tatapan Leo segera menjawabnya.


"gue bawa uang tadi, tapi masih kurang. yakali gue ngutang di toko buku kan nggak lucu, " ucapnya.


membuat Leo seketika tertawa dan membuat Nasya semakin kesal.


dan pemandangan itu, tak lepas dari pandangan tajam seseorang.


orang itu semakin mengeram kesal, sat mrlihat kekasihnya itu, bercanda ria dengan orang lain.


"awas saja kamu, " ucapnya yang melihat dari rekaman CCTV di ruanganya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2