
dan tanpa Nasya sadari, ada sepasang mata yang menyaksikan pemandangan yang baginya cukup mengejutkan.
bagaimana tidak terkejut, seorang Nasya memasuki ruang kelas lain secara diam-diam. membuat orang itu, tersenyum misterius. dan berlalu pergi dari sana.
"huh, sabar sabar, " gumamnya pada dirinya sendiri. setelahnya, dirinya kelua4 dari kelas David dan kembali ke kantin.
dan di sana, sudah ada Micelle yang menunggu dirinya.
"bagaimana,? " tanya Micelle seraya menghampiri gadis itu.
"beres, " ucap Nasya sebisa mungkin, bersikap sebiasa mungkin.
"wuah, loe memang bisa di andalkan, " ucapnya seraya mengangkat tangannya memberikan jempol untuk sahabatnya itu.
nggak tau aja si Micelle, sekarang ini, hati Nasya seperti di cabik cabik, karena harus memberikan bekal makanan dari gadis lain, untuk kekasihnya.
setelah sampai di kelas, mereka kembali mengikuti pelajaran jam ketiga.
sementara itu, di kelas lain, David baru saja kembali dari ruangan osis dan langsung menuju ke bangkunya.
dia merasa heran karena melihat resleting tas ranselnya sedikit terbuka.
dengan rasa penasaran yang tinggi, bak anak balita, David segera membuka tas ranselnya.
ia tersenyum senang, saat mendapati sebuah kotak bekal berwarna pink itu berada di atas buku bukunya.
dengan segara, David meraih kotak bekal makanan itu dan menjatuhkan sebuah surat kecil di sana.
Dengan senang hati, David segera membacanya. jantungnya seraya terpacu dengan cepat beriringan dengan kalimat demi kalimat yang dirinya baca.
isi suratnya adalah..
to My Lovely people ππ
^^^untuk orang yang aku sayang, terimakasih. karena kamu, telah membuatku bahagia. mungkin, makanan ini, tak sebanding dengan rasa yang kamu berikan. tapi percayalah, bahwa aku sangat mencintaimu.^^^
David tersenyum manis saat membaca kalimat demi kalimat yang ada di dalam kretas itu.
senyumnya tak pernah luntur untuk terus melebar dan sesekali, dirinya menciumi kertas warna pink tersebut.
"ternyata, kamu memang sangat romantis ya, " gumamnya. lalu membuka isi di dalam kotak makanan itu.
matanya berbinar saat melihat ada sepotong paha ayam, yang di beri bumbu kacang dengan hiasan cabai hijau.
__ADS_1
membuat David langsung menelan salivanya kasar. karena sudah lama, Bundanya tak memasak nenu ini di rumahnya.. dan di sana, juga ada minuman kwsukaanya. yaitu Susu Coklat campur yoghurt. membuat David semakin berbinar.
"kamu memang calon istri idaman sayang, ' ucapnya tersenyum. kemudian memakanya.
dan seperti sebelumnya, semua kegiatan yang di lakukan David, di rekam oleh seseorang dan mengirimkanya oada Micelle.
tak lama lagi, genderang perang, akan segera di mulai, " gumamnya seraya tertawa sinis. dan kemudian, pergi meninggalkan tempat itu.
dan berbarengan dengan itu, Marcell datang menghampirinya. kembuat David buru buru memasukanya kedalam tas ranselnya.
"yaelah pelit amat loe, " ucap Marcell mencibir. namun, David tak sekalipun membalasnya. " emang dapet apa sih dari si ayang,? " tanya Marcell merasa penasaran.
"makwnan kesukaan, " ucapnya seraya memandangi syrat kecil itu.
membuat Marcell menganggukkan kepala kemudian tersenyum manis entah pada siapa.
"berarti udah cocok dong, jadi isteri idaman,? "tanya Marcell.
membuat David seketika menyurutkan senyumnya dan berubah murung.
"lah kok jadi gitu, muka loe,? "tanya Marcell masih tak mengerti.
"gak, " satu kata itu yang mampu keluar dari mulutnya. membuat Marcell menghela nafas. jika seperti ini, sudah dapat di pastikan, jika mode menyebalkan seorang David Gunawan Soeharjo, kambuh lagi.
πΈπΈπΈ
"aaa astaga, dia bebar benar menyukai gue" ucap Micelle tertahan. karena ini, masih berada di dalam toilet sekolah. jika dirinya berteriak, maka semua orang, akqn memandang dirinya aneh.
"duh, gue harus gimana nih,?" tanya Micelle pada dirinya sendiri.
dan tiba tiba, ada sebuah ide muncul di isi kepalanya. "oh, gue tau apa yang harus gue lakukan, " ucapnya seraya keluar dari dalam toilet.
Micelle berjalan cepat, menyusuri koridor sekolah menujy kelasnya.
sesampainya di dalam kelas, Micelle langsung memeluk Nasya. membuat gadis itu, merasa terkejut karena di peluk secara mendadak.
"eh, kenapa nih,? " tanya Nasya bingung. membuat Micelle semakin erat memekuknya.
"gue lagi seneng banget pokonya, " ucap Micelle segera melepaskan pelukanya. karena setelah itu, satu persatu murid datang dan memenuhi semua kelas.
setelah bel pulang berbunyi, Nasya dan semua siswa keluar dari area sekolah
Nasya meringis menyadari, apa yang akan terjadi setelah ini. sejujurnya, diribya sudah mulai lelah dengan keadaan seperti ini.
__ADS_1
tapi, apa mau di kata, Micelle sudah terlanjur membumbung tinggi dengan perasaannya. Nasya tak setega orang lain. yang tega, menyakiti orang lain, demi kebahagiaanya .
walaupun ia mempunyai sedikit gangguan emosional, tidak membuat Nasya menjadi sosok yang egois bagi orang lain.
setrlah sampai parkiran, seseorang memanggilnya dari belakang. membuat gadis cantik itu, menoleh ke sumber suara.
terlihat Ada Audry di sana. gadis cantik itu menghampiri Nasya dan langsung memeluknya. ia merasa kasihan pada sang ketua, karena harus berkorban sedemikian rupa.
"sabar ya, tapi maaf, gue nggak bisa bantu apapun, " ucap Audry mencoba menguatkan.
"im okay, loe rwnang aja, " ucap Nasya seraya melepaskan pelukan sahabatnya itu.
"kok loe sendirian,? Micelle mana,? " tanya Audry oada Nasya.
"dia lagi ke ruang guru, katanya mau nyumbang nyanyi di acara perpisahan sekolah nanti, " ucap Nasya.
"yaudah, loe pulang bareng gue ya, loe nggak bawa mobil kan,? " tanya Audry.
Nasya hanya menggelengkan kepala. " Rayana mana,? " tanyaNasya pada Audry. karena memang, sedari tadi, mereka hanya berdua.
"nggak tau, tapi kata anak anak, katanya di antar pulang sama kak Marcell, " ucap Audry.
"oh, yaudah yuk pulang, " ucap Nasya seraya memasuki mobil Audry.
πΈπΈπΈ
sementara itu, Micelle menuju ruang guru, ingin mendaftar menyanyi nanti diacara pensi sekolah. mana tau, ada Davud di sana.
kwn sambil menyelam minum air yekan hahaha
ia melangkah, menuju ruang Bu Yayuk. guru kwsenian.
"eh, Micelle kenapa,? tanya Bu Yayuk yqng melihat gadis itu di depan mejanya.
"hehehe iya Bu, saya mau mendaftar nanti di acara perpisahan sekolah, " ucap Micelle.
Bu Yayuk hanya tersenyum dan langsung menulis nama Micelle berada di urutan atas. karena memang, belum ada yang mendaftar lagi.
lagipula, acara sekolah itu, masih seminggu lagi. mungkin, Micelle saja yang terlalu bahagia. hingga dirinyq, mendaftar lebih dulu.
setelah selesai, ia menuju ruang osis hanya untuk melihar pujaan hatinya. eleh cie pujaan hati hehwhe.
setelah sampai depan ruang Osis, ternyata di sana, terlihat David sedang asyik memakan bekal makanan yang dirinya buat.
__ADS_1
membuat Micelle semakin kegirangan di buatnya. dirinya, sampai melompat kecil saking senangnya.
BERSAMBUNG...