
Kini, ke empat sahabat itu, terdiam dalam lamunanya masing masing. setelah baru saja, ada kejadian yang tak terduga diantara mereka.
dimana, Micelle datang dan langsung memeluknya. membuat bukan hanya Nasya, tapi kedua temanya juga merasa terheran heran. karena melihat tingkah Micelle.
"swkali lagi, maafin gue ya Nas, gue sekarang udah sadar. dan gue rela kalau loe mau balikan sama David," ucapnya menunduk dengan rasa penyesalan di dalam hatinya.
"enggak papa Cell, gue ngerti kok," ucap Nasya tersenyum manis pada sahabatnya itu.
"yee, akhirnya kita kompak lagi," ucap Rayana dan Audry. lalu memeluk kedua sahabat mereka.
"gue baru tau, ternyata yang ngirim surat dan vidio ini adalah Leo," ucap Micelle seraya menunjukan video dan juga sebuah surat pada para sahabatnya.
membuat mereka swmakin kaget mendengarnya.
"jadi ini kerjaan Leo,?" tanya Nasya merasa tsk percaya dengan apa yang dia lihat.
"iya dan ini, juga ulah mereka berdua," ucap Micelle seraya menunjukan sebuah pesan sinhkat pada para sahabatnya.
membuat mereka melongo karena tak percaya atas apa yang mereka dapatkan.
"sekali lagi, gue minta maaf sama kalian, terutama loe Nas," ucap Micelle menatap kearah Nasya.
Nasya hanya bisa tersenyum tipis dan menghela nafas lega. karena akhirnya, sahabatnya kembali.
"dan kalau nantinya loe mau balikan lagi sama David silahkan," ucap Micelle. yang membuat senyum di wajah Nasya perlahan sirna. dan berubah menjadi wajah penuh mendung.
membuat para sahabatnya, menjadi bingung karena perubahan Nasya itu.
__ADS_1
"loe kenapa Nas,?" tanya Micelle karena melihat wajah sedih sahabatnya itu.
"sebenarnya, sebentar lagi, gue akan berrunangan sama Alex," ucapnya seraya nenundukan kepala. menahan sedih.
membuat mereka semua, membulatkan matanya. karena tak menyangka bahwa Nasya yang di kenal sebagai primadona sekolah, akan melepas masa lajangnya secepat ini.
"astaga!! loe serius Nas,?" tanya Rayana tak percaya.
"hmm gue serius," ucapnya seraya rersenyum getir. membuat Micelle langsung memeluknya dan mengucapkan kata maaf.
"maaf Nas, maafin gue gara gara gue, loe jadi seperti ini," ucap Micelle seraya berlinang airmata.
membuat Nasya menggelengkan kepala. karena ini adalah kesalahanya sendiri yang mengundang masalah. dengan mendatangi Alex.
"ini bukan salah loe Cell, nungkin aja, ini memang udah jadi takdir gue," ucap Nasya tersenyum tipis.
menyembunyikan perasan yang swbenarnya ia rasakan.
merasa lega karena kini, mereka sudah kembsli bersama dan merasa sedih, karena mendengar, Nasya akan segera bertunangan dengan Alex.
membuat Dadanya sesak seperti di himpit batu besar. siapa lagi, jika bukan David.
laki laki itu, masih saja mengikuti perkembangan kehidipan Nasya. atau lebih tepatnta masih Kepo terhadap kehidupan mantan kekasihnya itu.
biarkanlah, orqbg nengatai dirinya pengecut dan tak tau diri. karena nasih saja mencari tau tentang kebahagiaan mantan kekasihnya.
tapi sungguh, David masih sangat mencintai gadis cantik itu. dirinya bahkan rela, jika harus menunggu hingga Nasya putus dengan pacarnya.
__ADS_1
tapi sepertinya, angan angan laki laki itu, hanya tinggal angan. karena kenyataanya, Nasya akan segera bertunangan dengan Alex.
bel pulang berbunyi lima belas menit yang lalu. namun, David masih berada di dalam kelasnya.bahkan, laki laki itu, belum beranjak dari duduknya.
"Vid, loe nggak mau pulang,?" tanya Marcell. saat melihat laki laki itu, tak bergerak dari tempat duduknya.
"hmm," ucap David seraya membenamkan wajahnya, kedalam tas ransel miliknya.
"huh, kalau begitu gue pulang dulu ya," ucap Marcell seraya berlalu pergi.
setelah beberapa saat, David keluar dari dalam kelas. melewati Nasya yang verjqlan dengan teman temanya.
"maaf, permisi," ucap David sengaja lewat di tengah para gadis itu. membuat Nasya dan teman temanya, membelah jalan dan merapat ke dinding.
David sempat menoleh ke belakang, menatap Nasya barang swlebentar. kemudian ia tersenyum manus, saat pandangan mata mereka bertemu.
Deg
jantung Nasya seperti ingin melompat dari tempatnya, saat mendapati senyum manis nan tulus terukir indah di bibir David.
namun dengan cepat, Nasya mengalihkan pandangan matanya, agar tak menatap laki laki di depanya itu.
ia merasa tidak sanggup, jika harus melihat senyuman tulus itu. senyuman, yang membuat hatinya bergetar hebat.
sementara itu, Micelle yang melihat itu, menjadi semakin bersalah.
mengapa dulu, dirinya menyadarinya jika mereka ada rasa satu sama lain. bahkan hanya dengan gestur tubuh pun, mereka sudah terlihat sangat mencintai satu sama lain. kenapa dirinya tak menyadari, "dasar bodoh!! " umpat Micell kesal terhadap dirinya sendiri.
__ADS_1
mereka kembali berjalan menyusuri koridor sekolah, untuk segera pulang kerumah.
BERSANBUNG.....