
setelah kejadian itu, Micelle, dan kedua temanya diam-diam mengikuti Alex dan Monika kemanapun mereka pergi.
dan seperti sekarang ini, ketiganya sedang mengintai Alex dan Monika yang akan pergi.
beruntung hari ini, Nasya sedang mengerjakan hukuman dari si Ketos.
siapa lagi jika bukan David. entah mengapa hidup Nasya menjadi semakin sial semenjak bertemu dengan David. Nasya terus menggerutu saat akan memasuki ruang Osis.
"loe bertiga beneran mau ninggalin gue sendiri disini,? " tanya Nasya saat akan memasuki ruang Osis.
Micelle, Rayana Dan Audrypun saling pandang. dan setelah itu mereka sama-sama meringis.
"maaf Nas tapi kita bertiga ada urusan penting dan gak bisa di tinggal. " ucap Micelle.
Nasya menghela nafas panjang dan menatap mereka secara bergantian.
membuat ketiganya merasa gugup karena tatapan Nasya.
"huh. ya udah deh kalian boleh pergi. lagian gue kan gak bisa larang kalian," ucap Nasya.
membuat Micelle semakin merasa bersalah. " nanti kalau urusanya gak lama, kita jemput loe deh. " ucap Mocelle.
dan Nasya hanya mengangguk seraya masuk kedalam ruang Osis.
sepeninggal Nasya, Micelle dan kedua temanya, segera menuju parkiran dan menjalankan mobilnya mengikuti mobil Monika.
"huh, baru kali ini gue berbohong sama Nasya. " ucap Audry saat mereka sudah berada di dalam mobil untuk mengikuti mobil di depanya.
"semoga saja nanti Nasya bisa tegar kalau tau di khianati pacarnya" ucap Micelle.
tak lama, mereka berhenti di persimpangan. saat mobil Monika berhenti di depanya.
tak lama, seseorang yang memakai motor gede, menghampirinya. Monik tampak tersenyum dan langsung naik keatas motor.
motor itupun melesat jauh kedepan dan di ikuti oleh mobil Micelle.
"mereka ke hotel,? " tanya Audry saat melihat motor Alex berhenti di depan sebuah hotel kelas menengah.
"udah gak usah pada soudzon dulu, siapa tau mereka mau menemui seseorang, " ucap Rayana mencoba berfikir positive.
mereka bertiga akhirnya turun dan melangkah memasuki hotel
mereka menuju ruang resepsionis dan kemudian bertanya.
"mbak saya mau pesen kamar di sebelah kamar dua anak remaja itu dong, " ucap Micelle menunjuk kearah Monika dan Alex yang sudah menghilang di balik tembok.
membuat Audry dan Rayana saling pandang.
"oh remaja itu, baik tunggu sebentar ya " ucap mbak-mbak resepsionis. " ini" ucapnya seraya memberikan kuncinya.
__ADS_1
"terimakasih mbak, " ucap Micelle dan lqngsung menyambar kunci diatas meja resepsionis.
si resepsionis menatap Micelle dan temanya dengan menggelengkan kepala.
mereka berjalan memasuki loby hotel lalu masuk kedalam kamar hotel yang berada tepat disamping kamar yang di tempati Monik dan Alex.
" kenapa kita sampai masuk kedalam kamar segala sih Cell, " tanya Audry sedikit menggerutu.
"iya Cell kan kita cukup memotret Monik dan Alex yang sedang berdua tadi.
"udah deh kalian nurut aja sama gue" ucap Micelle. "lagian kita harus mencari bukti yang akurat" lanjutnya seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
" itu apa Cell? " tanya Audry melihat benda mirip seperti magnet kecil.
"perekam suara, " jawab Micelle menempelkan di pintu yang terhubung dengan kamar di sebelahnya.
mereka bertiga dengan seksama mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Alex dan Monika di kamar sebelah.
"anjir lah mereka ngapain,? " pekik Audry seraya menutup mulutnya.
"lagi praktek pelajaran biologi" ucap Micelle santai. membuat kedua temqnya menatap dengan tatapan intens.
"kok loe bisa faham,? " tanya Audry. "jangan bilang loe.. " lanjutnya dengan ucapan yang terhenti karena Micelle dengan cepat menyela.
" enak aja gue gak pernah ya " ucap Micelle dengan cepat.
membuat Micelle memutar bola mata malas. teman-temanya itu memang sangat pintar dalam pelajaran tapi sangat bodoh soal beginian.
"Rayana sayang, kalau laki-laki dan perempuan sudah masuk hotel dan masuk kamar, itu berarti apa,? " tanya Micelle menekan kata-katanya.
membuat Rayana tersenyum kikuk. "hehe iya baru ngeuh"cengirnya.
mereka bertiga kembali mendengarkan percakapan Monik dan Alex.
"sayang kapan kamu mau putusin si sok perfect itu, ?" tanya Monika manja.
"sabar sayang tunggu sampai saham Dadynya Nasya jatuh ketangan Papa aku, " ucap Alex membuat Monika berbinar.
"aku sudah tidak sabar menanti hari itu tiba dan menunjukan kalau aku ratumu " senyum Monika menyerigai.
setelah percakapan itu, Micelle dan lainya bergegas keluar ruangan. karena mereka sedah tak tahan mendengar suara-suara horor berikutnya.
sementara itu, di belahan bumi yang lain, terlihat Nasya sedang mengerjakan sesuatu dengan menggerutu.
"sial! gue kenapasih akhir-akhir ini" gerutunya seraya melirik tajam seseorang di sebelahnya.
David yang menyadari tatapan gadis cantik di sebelahnya hanya bisa tersenyum.
"udah, gak usah natap gue kaya gitu. ntar cinta lo" ucap David seraya terkekeh geli.
__ADS_1
Nasya langsung melebarkan matanya seraya mengucapkan sesuatu. " idih amit-amit " ucapnya seraya mengutuk meja tiga kali.
lalu melakukan tugasnya kembali dan tak lama, ia bersorak karena telah selesai.
"yeah akhirnya selesai, " serunya seraya berdiri
tak lama, ia segera menyambar tas slempangnya di meja. namun, langkah tehenti saat mendengar suara dari belakang.
"gue anter ya, " ucap David. membuat Nasya berhenti
"idih ogah" ucapnya berlalu pergi. dan di parkiran sudah ada Micelle dan teman-temannya.
"ayo pulang. " seru Nasya langsung memasuki mobil. sementara ketiga orang tersebut hanya saling pandang.
sepanjang perjalanan, ketiga gadis yang biasanya cerewet, kini mendadak banyak diam.
Nasya yang melihat itu menjadi sedikit heran. " loe bertiga kok dari tadi diem aja,? "tanya Nasya.
"enggak kok, siapa yang diem aja,? gue ngantuk dan capek makanya diem" ucap Micelle.
Nasya tak lagi menjawab akhir-akhir ini, memang teman-temanya sedikit jadi pendiam.
"awas aja kalau kalian nyembunyiin sesuatu, huh" ancam Nasya.
sesampainya di rumah, mereka semua segera nengganti pakaian dan langsung menuju meja makan.
"mau makan Nona,?" tanya Pak Kim dan diangguki oleh ke empat gadis itu.
para pelayan langsung melayani anak. majikannya berseta teman-temanya.
selama acara makan siang, mereka semua tak ada yang berbicara. membuat Pak Kim sedikit heran. namun juga tak berani bertanya.
selesai makan, Nasya dan teman-temanya langsung menuju kamar untuk tidur siang.
"Nas, loe masih marah,? " tanya Micelle yang tak mendapat rwspon dari Nasya.
melihat itu semua, .membuat mereka saling pandang dan berbisik.
"kayaknya bukti udah jelas deh, kita langsung berikan saja" ucap Micelle diangguki Rayana dan Audry.
"ngapain kalian bisik-bisik? " tanya Nasya menatap tajam kearah ketiga temanyadengan segera, Micelle menyerahkan sebuah ponsel pada Nasya.
"apaan ini?" tanya Nasya seraya menerimanya. lalu dengan perlahan, ia membuka.
entah mengapa, ia merasa sangat deg-degan saat membukanya.
BERSAMBUNG.........
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
__ADS_1