
sesampainya di depan rumah Nasya, Alex menghentikan laju kuda besinya. dan berbarengan dengan Nasya turun.
"by aku pulang ya " ucap Alex seraya mengelus rambut gadis cantik itu.
Nasya mengangguk dan tersenyum manis kearah sang kekasih. " hati-hatu di jalan ya Lex. nanti kalau sudah sampai kabarin. " ucap Nasya melambaikan tangan.
"siap baby" ucap Alex memperagakan hormat bendera membuat Nasya tersenyum.
tak lama, motor Alexpun berlalu dari hadapanya hingga menghilang di balik tembok pagar rumahnya.
"ngeliatin apa loe! " seru seseorang dari belakang. membuat gadis cantik itu sedikit terjengkang kebelakang.
"astaga Micelle, loe tuh ngagetin aja sih " ucap Nasya seraya mengelus dadanya.
"hehe maap, ya lagian loe dari tadi bengong sambil senyum-senyum. udah sore ini nanti kesambet baru tau. " omel Micelle sudah seperti Momynya saja.
"loe tau gak Micelle, loe kalau ngomel kayak Momy gue" ucap Nasya cekikikan.
membuat Micelle seketika mendelik tajam dan tak lupa mencebikan bibirnya.
Nasya berlalu pergi dan bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri. setelah selesai mandi susu, Nasya segera menuju meja rias untuk mengambil masker di laci.
dan mulai mengolesi wajah cantiknya dengan masjer berwarna hijau dengan aroma teh yang menyegarkan.
tak lama, ketiga temanya menghampirinya dan mendudukan diri masing-masing di sofa kamarnya.
"waw, pastes aja kulitnya seputih susu, la wong perawatanya merk wahit" ucap Rayana menggoda Nasya.
"kenapa? pengen ikutan, monggo. " ucap Nasya seraya menyodorkan masker wajah yang telah terbuka.
"idih kita juga punya kali" ucap ketiganya kompak seraya meletakan masker masing masing diatas meja lalu tertawa renyah. serenyah keripik singkong.
tak lama, mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam. sesampainya di meja makan, keemoat gadis cantik itu langsung mendudukan diri di kursi nakan masing-masing. mengambil menu yang mereka inginkan.
setelah makan malam, mereka berempat segera keruang belajar dan mengerjakan semua soal yang mereka bisa.
jangan heran, di rumah ini, Nasya mempunyai ruang khusus untuk belajar. awalnya niat sang Dady ingin mempunyai anak banyak. dan dengan membuat ruang belajar, berharap bisa menampung anak-anaknya.
namun angan sang Dady pupus sudah, saat sang putri menolak dengan tegas. jika dirinya tak ingin memiliki saudara.
riweh katanya. belum lagi kasih sayang yang terbagi jika dirinya punya saudara. dan entah kebetulan atau apa, sampai sekarang Ny. Isyana belum juga hamil padahal tak memakai pengaman apapun.
setelah selesai belajar, mereka berempat menuju kamar untuk beristirahat karena memang sekarang sudah larut malam.
__ADS_1
dan kegiatan mereka semua tak lepas dari pantauan seseorang yang memandangi dengan teropongnya.
"semakin hati gue semakin terpikat ama loe Sya, " gumamnya yang tak lain adalah David. lalu seditik kemudian, ia teringat akan ucapan samg bunda.
"kamu itu tidak cocok denganya sayang. mereka orang konglomerat sedang kita hanya pengusaha kecil. "
seutas kalimat yang mampu mematahkan semangat anaknya untuk menggapai apa yang mereka inginkan.
keesokan paginya...
seperti biasa jika hari senin, semua siswa/iakan di oeriksa satu persatu kelengkapannya.
dan entah apesnya atau apa, Nasya kembali kena hukum karena lupa membawa ikat pinggag.
"duh bego banget sih gue, Kenapa bisa gak bawa ikat pinggang? " tanya gadis itu pada dirinya sendiri dengan memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Nasya! setelah ini ikut gue ke ruang Osis" ucap David dengan wajah datarnya.
membuat Nasya memutar bola mata malasnya. namun masih juga menurut. bisa habis dia sama Dadynya jika tau si princesnya membuat ulah.
dengan malas, setelah upacara, Nasya segera menuju ruang osis. yang disana sudah menunggu David dan yang lain.
"oke, saya kira pembicaraan kita cukup. sekarang kalian boleh keluar. " ucap David.
dengan patuhnya mereka semua membubarkan diri dan sekarang hanya tinggal Nasya dan David yang tersisa.
" oke loe cukup mengisi data disini dan menuliskan kaliamat " saya tidak akan mengulanginya lagi" setelah itu tanda tangan di sini" tunjuk David di atas metrai.
"idih gitu doang, kenapa gak loe aja yang nulis? " tanya Nasya mencibir. " bilang aja mau lihatin gue kan,? " tanya Nasya songong.
membuat David tak berkutik dan masih menatap lekat kearah gadis itu.
"emang, gue udah naksir berat sama loe! " ucap David yang berbicara tepat di depan wajahnya.
ini jika cewek lain pasti sudah kelabakan karena di gombali pria tampan. namun jangan harap Nasya akan seperti mereka.
"cih PD dewa. " ucap Nasya mendecih sebal lalu melanjutkan kegiatanya.
tak lama, Nasya telah menyelesaikan tugasnya. " selesai! " seru Nasya girang dengan senyuman sumringah.
dan pemandangn itu tak lepas dari pandangan David dan tersenyum tipis.
Nasya kini sudah berada di kelas dan sedang duduk di bangkunya karena kebetulan saat ini jam kosong.
__ADS_1
tak lama, terdengar suara bel berbunyi menandakan jam istirahat telah dimulai.
"loe di hukum apaan sama kak David? " tanya Audry saat mereka sudah berada di kantin.
"di suruh buat pernyataan kalau gak bakal ngulangi lagi " jawab Audry menyendok bakso pedasnya.
"gue heran deh sama loe, kok loe bisa telat terus belakangan ini,? " tanya Rayana.
"mungkin si Nasya ketagihan di hukum ketos baru kali " ucap Audry. membuat Nasya tersedak kuah bakso pedasnya.
"uhuk uhuk uhuk
"makanya hati-hati kalau makan" ucap Audry menyodorkan segelas air putih.
"lagian loe ngomong sembarangan aja, " ucap Nasya menyambar gelas di tangan Audry.
"ya lagian loe telat terus akhir-akhir ini, dan semenjak si David jadi ketua " ucap Rayana berceloteh.
"atau loe sama si David jodoh mungkin" ucap Audry membuat Nasya melotot.
"idih amit-amit" ucap Nasya seraya mengetukan jari ke meja. nembuat mereka semua tertawa.
tanpa nereka sadari sepasang telinga mendengarkan celotehan mereka berempat.
"tunggu saat yang tepat" gumam David yang memang berada di belakang para gadis itu..
mereka kini sudah berada di parkiran. bel pulang sudah berbunyi lima belas nenit yang lalu. namun, keempat gadis itu masih berada di parkiran.
"kuy lah kita ke mall. kemarin kan gak jadi" ucap Audry dan mereka semua nengangguk.
"let's Go!! " seru mereka berempat dan mulai melajukan mobilnya. meninggalkan area sekolah.
selama perjalanan, Nasya memperhatikan jalan belakang mobilnya.
"kayak ada yang mengikuti" ucap Nasya lirih. namun masih bisa di dengar oleh teman-temanya.
"kenapa Nas? " tanya Audry.
Nasya menggeleng " itu kayak ada yang mengikuti" ucap Nasya.
" orang lewat palingan." ucap Micelle yang masih fokus menyetir.
" iya kali" ucap mereka kembali menatap ke depan.
__ADS_1
**BERSAMBUNG...........
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN**.