Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 42


__ADS_3

pagi harinya...


Nasya segera bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


matanya terasa perih karena ia tak dapat memejamkan mata hingga jwm satu pagi.


"gila yah, gara gara sesuatu yang dulu menurut gue sepele, bisa buat gue sampai sebegininya, " gumamnya seraya mengguyur badannya dengan air hangat.


setelah selesai mandi, Nasya keluar dari kamar mandi menuju meja riasnya, dengan perasaan gontai.


"duh, males banget ke sekolah, " gumanya seraya bersiap siap akan pergi ke sekolah.


setelah semua beres, Nasya segera keluar dari kamar lalu, berjalan turun dari tangga.


di meja makan, sudah ada kedua orangtuanya yang sama sana menatap putri mereka satu satunya itu.


"Morning Dad, Mom," ucap Nasya menghampiri kedua orangtuanya, seraya mengecup pipi keduanya.


"Morning too sayang, " ucap mereka berdua kompak.


Nasya hanya tersenyum melihat kekompakan kedua orang tuanya itu.


setidaknya, kegundahan hatinya, sedikit menghilang, saat melihat senyum kedua orangtuanya itu.


"mau makan apa,? " tanya Ny. Isyana pada sang putri.


"emm roti bakar aja deh Mom, " ucapnya seraya menunjuk beberapa helai roti tawar yang sudah di panggang.


Ny. Isyana mengangguk dan segera membuatkan pesanan sang putri tercinta. kemudian, memberikannya.


"makasih Mom, " ucspnya seraya menerima makanan dari sang Ibu.


terlahir sebagai anak tunggal dan pewaris satu satunya kekayaan Frx. corporetion, membuat Nasya selalu di layani oleh kedua orangtuanya.


apapun yang di inginkan oleh putri mereka, Tn. Fery akan langsung memberikanya.


namun demikian, Nasya tak pernah meminta yang aneh aneh oada kedua orangtuanya. tapi, berbeda jika sudah menyangkut masalah skincare, Nasya akan selalu meminta yang terbaik pada orang tuanya.


karena, menurutnya, aset berharga yang di miliki oleh seorang wanita, adalah wajahnya. dan sebagai salah satu aset yang paling berharga pada wanita, tentu tidak boleh sembarangan.


merekapun melakukan sarapan dengan suasana hikmat. karwna nemang, anggota keluarga yang sedang melwkukqn aktivitas di meja makan, di larang untuk bersuara.


"Nas, Dady antar ke sekolah ya, " tawar Tn. Fery pada putrinya.


"wah beneran Dad,? " tanya Nasya antusias. Tn. Fery hanyq menganggukan kepala.

__ADS_1


"boleh kalau begitu, Nasya siap siap dulu, " ucapnya seraya menaiku anak tangga menuju kamarnya untuk mengambil tas sekolahnya.


setelah semua selesai, Nasya menghampiri sang Dady yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Mom, mau ikut sekalian,? " tanya Tn. Fery melirik sang istri.


Ny. Isyana menggelengkan kepala, " enggak usah Dad, nanti Momy berangkat sendiri aja naik mobil, lagipula, tujuan kita nggak searah, " ucap Ny. Isyana tersenyum.


yap. Ny. Isyana memiliki butik yang lumayan terkenal di kota ini. dan juga Cofee shop di samping butiknya.


membuatnya semakin ramai dsri hari ke hari.. sebenarnya, si awal Ny. Isyana merintis butiknya itu, mendapatkan penolakan dari sang suami.


karena menurut Tn. Fery dirinya masih sanggup untuk memberikan nafkah pada istrinya itu.. dan pada awalnya juga, Ny. Isyana menurut.


namun, lama kelamaan, dirinya mulai bosan karena di rumahnya itu dirinya tidak berbuat apapun. di tambah, Ny. Isyana yang belum ada tanda tanda akan hamil.


dengan segala bujuk rayunya, akhitnya Tn. Fery mengizinkan sang isteri untuk berbisnis. dengan Syarat, dirinyatidak boleh terlalu lelah dan terlalu fokus oada pekerjaan. dan akhirnya, Ny. Isyanapun setuju.


Tn. Fery hsnya menganggukkan kepala kemudian masuk kedalam mobil.


"dah Mom, " ucap Nasya seraya melambaikan tangan kearah sang ibu.


"dah sayang, sekolah yang rajin, " ucap Ny Isyana. Tn. Fery segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.


yap, terkadang perempuan memang secerdik itu, menyembunyikan sesuatu pada lawan jenisnya. membuat laki laki kadang terkecoh dengan sifat wanita yang satu ini.


sesampainya di depan gerbang sekolah, Nasya segera turun, saat mobil sang Dady berhenti tepat di depan gerbang sekolah.


"Dad, Nasya masuk dulu ya, " ucapnya seraya mencium punggung tangan Dadynya.


"hati hati kamu, awas jangan pacaran aja, mentang mentang satu sekolah, " ucap Tn. Fery menggoda putrinya.


"ish apaan coba, nggak akan Dad, " ucap Nasya serius. membuat Tn. Fery tersenyum tipis pada sang putri tercinta.


"iya iya, Dady percaya sama princes Dady, udah sana masuk, " ucsp Tn. Fery.


membuat Nasya mengangguk dan segara masuk kedalam area sekolahan.


Nasya menyusuri koridor sekolah dengan perasaan tak menentu. seperti ada yang akan terjadi setelah ini.


Nasya menghela nafas saat sudah sampai fi drpan kelasnya. kemudian masuk kedalam dan langsung duduk di samping Micelle.


Nasya srmpat heran pada sahabatnya itu, karena sedari tadi anak itu, hanya diam seraya tersenyum sendiri.


"loe kenapa senyum senyum sendiri, ?" tanya Nasya.

__ADS_1


"gue lagi bahagia banget tau, " ucap Micelle seraya terus menyunggingkan senyum di bibirnya.


"seneng kenapa,? ' tanya Nasya yang sedikit penasaran.


"ada deh, nanti gue kasih tau oke, " ucapnya seraya mengeluarkan buku tulisnya, karena sebentar lagi, pelajaran akan segera, dimulai


dan benar saja, sesaat kemudian, bel masuk berdering menandakan pelajaran akan segera di mulai.


setelah dua jam berkutat dengan pelajaran bahasa mandarin, akhirnya bel berbunyi. menandakan pekajaran jam kedua di mulai.


istirahat...


kini, Nasya dan ketiga temanya, berada di kantin sedang menunggu pesananya datang.


tak lama, menu yang mereka tunggu, akhirnya datang. dan mereka, segera menikmatinya.


setelah selesai makan, Micelle tampak celingukan mencari sesuatu. dan matanta tak henti hentinya, menyusuri seisi kantin.


"loe nyari siapa sih, dari tadi gue liat, loe celingukan mulu, " ucap Rayana.


"bukan siapa siapa, eh Nas temenin gue ke toilet bentar dong, " ucap Micelle memberi kode.


Nasya hanya menurut dan berlalu bersama Micelle. membuat Rayana kebingungan sendiri. karena diantara semuanya hanya Rayana yang tak tau apa apa.


sesampainya di tempat sepi, Micelle memberikan kotak itu pada Nasya.


"kenapa nggak loe aja yang ngasih,?"tanya Nasya. jujur saja, gadis itu mulai khawatir pada hubungannya sendiri.


"ayolah Nas, pliss, " ucap Micelle seraya memasang muka melas..


dan Nasya, akhirnya mengiyakan keinginan sahabatnya itu.


dengan segera, ia membawa kotak bekal itu. dan membawanya ke kelas jekaaihnya.


sesaat, Nasya tertegun karena tulisan diatas kotak makanan itu.


Nasya tersenyum miris membacanya. dirinya seperti seorang mak comblang yang mengantarkan makanan pada sroasang kekasih yang sedang kasmaran.


padahal ditinya adalah kekasih David yang asli. sementara Micelle hanya menyukainya dan belum tentu kekasihnya itu menyukai Micelle.


karena sedang memikirkan tentang hal itu, hingga dirinya twk sadar jika sudah sampai di depan kelas kekasihnya.


dengan segera, Nasya masuk ke dalam kelas dan seperti kemarin, dirinya memasukan kedalam tas David secara diam-diam.


BERSAMBUNG................

__ADS_1


__ADS_2