
"by kamu ngomong apa,? " tanya Alex masih kekeh manggil Nasya dengan 'by.
"jangan panggil gue by lagi, gue jijik dengernya." ucap Nasya seraya menepis kasar tangan Alex yang hendak menyentuhnya.
"gue mau kita putus "
"nggak aku gak mau putus, " ucap Alex ingin meraih tangan Nasya. namun dengan cepat, gadis jelita itu menghindar.
"ya loe harus mau lah, karena gue sama dia udah jadian, " ucap Nasya seraya menautkan tanganya pada tangan David
"dan satu lagi, gue minta loe jangan temui gue lagi. " ucap Nasya berlalu pergi.
setelah Nasya pergi, Alex menghempaskan tangan Monik yang sedari tadi menggeggamnya.
"aarrgghh kenapa jadi begini,? " tanya Alex. Monik hendak menyentuh bahunya untuk menengkan laki-laki itu. namun, tanganya berhenti di udara saat Alex mengatakan sesuatu.
"pergi loe! " ucap Alex serata menahan amarahnya. " pergi loe dari sini, atau gue akan berbuat kasar sama loe, " sambung Alex.
membuat Monika membelakan matanya, "maksudnya apa Lex,? " tanya Monik.
"gue bilang pergi ya pergi! " bentak Alex dengan nada cukup tinggi.
membuat Monika mengepalkan tanganya kuat. lalu tanpa basa basi, ia segera meninggakan tempat itu.
"dan satu lagi, jangan pernah goda gue lagi, karena mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, " ucap Alex membuat Monika menghentikan langkahnya.
"tunggu aja, loe bakal mohon-mohon sama gue nanti, " ucap Monik berlalu pergi.
Nasya meninggalkan restaurant seraya menahan tangis. David sedari tadi hanya diam. ia memberikan helm dan menyuruh Nasya naik. dan melajukan motornya.
sepanjang perjalanan, Nasya tak henti-hentinya menangis dan tubuh gadis itu ikut bergetar menahan sesak di dada.
sesampainya dirumah, Nasya langsung turun dan masuk kedalam rumahnya tanpa mengucapkan satu kalimatpun pada David.
membuat pria itu, menghela nafas. "sabar nanti kalau loe udah jadi milik gue, bakal gue usahain loe akan tersenyum bahagia. tanpa ada air mata, " gumamnya dalam hati.
memang jika di lihat, David adalah sosok pria yang sangat percaya diri sekali ya pemirsah. belum tentu juga si Nasya mau xixixi.
setelah sampai kamar, Micelle dan kedua temanya kaget melihat Nasya yang pulang, sudah dalam keadaan acak-acakan.
"Nas, loe kenapa,? " tanya Micelle yang langsung menghampirinya.
begitupun dengan Audry dan Rayana yang juga ikut terkejut saat melihat keadaan Nasya.
"gue ketemu dia lagi, " ucap Nasya lirih.
"loe ketemu dia,? " tanya Audry dan mendapat anggukan dari Nasya.
"lha terus, katanya loe mau balas dendam,? " tanya Rayana.
"gue udah balas dendam, ya tapi gue masih sakit hati, " ucap Nasya.
mereka bertiga menghela nafas dengan perkataan temanya. ya memang cinta itu aneh bisa membuat orang yang katanya perfect menjadi bodoh hanya karena cinta.
__ADS_1
itu semua karwna urusanya dengan hati. karena jika soal hati, logikapun akan kalah.
"udah, mending sekarang loe mandi sana, " ucap Audry yang merasa kasihan pada Nasya.
Nasya hanya menurut dan segera masuk kekamar mandi.
"anjir lah si Nasya ratu perfect bisa jadi gitu karena seorang cowok, " ucap Audry bergidik ngeri.
"iya, jadi takut mau pacaran, " ucap Rayana menimpali.
setelah selesai mandi, Nasya keluar dari kamarmandi sudah lebih fres dan lebih rapi.
setelahnya mereka menuju ruang tamu untuk bersantai.
"udahlah Nas gak usah loe fikirin, " ucap Micelle yang melihat wajah Nasya masih murung.
"terus loe mau memberitahu bokap loe soal ini,? " tanya Audry.
"hmm gue akan beritahu mereka nanti kalau sudah sampai rumah, " ucap Nasya.
tak lama, Pak Kim datang menghampiri para gadis tersebut.
"maaf Nona, makan malamnya sudah siap, "ucapnya seraya menundukan kepala.
"terimakasih pak Kim. " ucap Micelle. dan mereka semua menuju ruang makan.
mereka akhinya makan malam dengan tanpa suara seperti sebelumnya.
selesai makan, Nasya dan teman-temanya menuju ruang keluarga untuk bersantai.
"non, ada yang cari nona Nasya, " tanya Pak Kim yang tiba-tiba menghampiri.
"siapa Pak,? " tanya Nasya penasaran.
"itu nona, yang sering kesini," ucap Pak Kim
"hah, Alex,? " tanya Nasya.
"bukan nona, " ucap Pak Kim menggelengkan kepala.
"udah lah Nas loe temui aja siapa tau penting " ucap Audry.
dengan malas, Nasya menemui orang tersebut yang berada luar rumah.
"ngapain loe kemari,? " tanya Nasya yang kini berada di seberang pintu.
sesaat, David trtegun melihat penampilan Nasya yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek.
"loe kesini cuma mau mandangin gue,? " tanya Nasya membuyarkan lamunan David.
"e-eh enggak, gue kesini mau ngajakin loe jalan, " ucap David terbata.
kening Nasya mengerut mendengar jawaban David.
__ADS_1
"dalam rangka,? " tanya Nasya.
"dalam rangka ngehibur loe, " jawab David seraya menatap gadis di depanya.
Nasya hanya menatap bingung kearah pria di depanya.
" gue nggak--" ucapan Nasya terhenti di udara saat mendengar suara dari belakangnya.
" udahlah Nas loe ikut aja daripada mikirin Alex terus, " ucap Micelle. membuat Nasya melotot kearahnya.
sementara, Micelle hanya cekikikan.
Dengan berat hati, Nasya naik keatas motor David.
David segera memberikan helm pada Nasya. lalu, ia turun untuk memakaikan jaketnya pada paha mulus Nasya.
membuat semua yang berada di tempat itu melongo, karena kemanisan sikap David.
lalu, David kembali naik dan merekapun neninggalkan rumah Nasya
"gila itu si David sweet banget gila, " ucap Audry. " gue yakin Nasya bakalan cepet move on kalau gini caranya.
"semoga saja, gue udah bosen liat dia nangis mulu, " ucap Rayana.
sementara itu, Micelle hanya diam. entah mengapa, ia menjadi sering nelamun saat akhir-akhir ini.
🌸🌸🌸
sementara itu, Nasya dan David kini sudah ada di sebuah alun-alun kota yang sangat ramai.
"turun, " ucap David yang sudah memarkirkan motornya.
Nasya hanya menurut dan hendak melepaskan jaket David dari tubuh bawahnya. namun, di cegah oleh laki-laki itu.
"gak usah di buka loe mau semua orang ngeliat kaki mulus loe, " kata David. "kalau gue gak mau, " lanjutnya dalam hati.
Nasya hanya mengangguk seraya menurut, saat David menarik tanganya untuk duduk di bangku panjang.
Nasya menikmati suasana alun-alun kota yang sangat indah dengan hiasan kembang api dan juga para sirkus yang sedang beratraksi.
saat matanya di manjakan oleh pemandangan di depanya, Nasya seperti melihatvseseorang yang ia kenal.
ia memicingkan matanya memastikan semuanya. ia membulatkan matanya saat mengetahui siapa sosok yang ia temui.
"pasti Micelle akan sedih jika mengetahui ini, " gumam Nasya seraya terus memandang sepasang kekasih yang sedang rangkulan itu.
"jangan salah sangka siapa tau itu saudaranya, " ucap David membuat Nasya menoleh kearahnya.
lalu kembali menatap pemandangan di depanya.
BERSAMBUNG..........
JANGAN LIPA TINGGALKAN JEJAK GAES
__ADS_1