Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
Episode 34


__ADS_3

setelah puas menghabiskan waktu bersama, David pamitan pada kedua orang tua Nasya yang berada di taman belakang.


"Mom, Dad, " panggil Nasya pada kedua orang tuanya dan membuat pasangan paruh baya itu, langsung menoleh kearah sumber suara.


"eh, sayang ada apa,? " tanya Ny. Isyana seraya berdiri dan menghampiri putrunya. disusul oleh suaminya.


"ini, David mau pulang, " ucap Nasya seraya menunjuk David yang berada di sebelahnya.


David mengangguk dan segera menyalami kedua orang tua kekasihnya itu.


"oh, sudah mau pulang ya, ?' tanya Ny.Isyana pada kekasih putrinya itu.


"hehe iya tante sudah mau pulang, sudah sore soalnya, " jawabnya seraya tersenyum tipis.


kedua orangtua kekasihnya itu, hanya mengangguk dan mengantarkan David hingga kedepan pintu. begitupun dengan Nasya, yang mengekor di belakang orang tuanya.


setelah kepergian kekasihnya itu, Nasya segera masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga bersama kedua orangtuanya.


"Nas. sepertinya David sangat menyayangi kamu, " ucap Tn. Fery pada putri satu satunya itu.


membuat Ny. Isyana mengsnggukan kepala, setuju dengan perkataan sang suami.


"iya, Momy juga setuju, dan sepertinya David lebih bisa menjaga kamu di banding Alex, " ucap Ny. Isyana.


membuat Nasya hanya bisa tersenyum mendengarnya.


Mendapatkan restu dari kedua orang tua, adalah keinginan semua orang. apa lagi, orang tua yang mau mendukung semua kegiatan anaknya. membuat Nasya sangat bersyukur dengan semuanya.


"yang perlu di ingat, kamu nggak boleh melampaui batas yang Dady dan Momy buat, " ucap Tn. Fery mengingatkan.


membuat Nasya mengangguk dan tersenyum kearah orang tuanya.


"Dady sama Momy tenang aja, Nasya tau kok batasannya, " ucapnya. "lagipun, Nasya bukan perempuan gampangan yang bisa di dekati sembarang orang, " lanjutnya.


membuat orang tua itu, menganggukan kepala setuju akan ucapan yang di lontarkan oleh Nasya.


memang sangat benar, jika Nasya adalah bukan gadis yang gampang di sentuh. selain juga cuek dan jiga bisa bela diri, Nasya terkenal galak dan memiliki pandangan dingin pada orang yang tak ia kenal.


dan itu, sukses membuat Nasya di jauhi oleh orang lain. dan terkadang, di cap sebagai orang yang sombong.


Namun, Nasya sama sekali tak perduli dengan pandangan orang lain. yang ia pedulikan, adalah pandang keluarga dan kepercayaan mereka. itu jauh lebih penting dari apapun.


dan kedua orangtuanya, sudah memberikan kepercayaan penuh pada Nasya. dan itu, tak boleh ia sia siakan.


tak lama, terdengar ponsel Nasya yang berdering. membuat gadis itu, segera beranjak dari duduknya menuju kwmarnya.


"dasar bucin, " cibir kedua orang tuanya secara bersamaaan. kemudian, tertawa bersama.

__ADS_1


membuat Nasya mengerycutkan bibirnyq dan berlalu pergi.


namun, sebelum menaiki anak tangga, Nasya mengatakan sesuatu pada orang tuanya.


"Dad, Mom kalau kalian bucin boleh kok, tapi jangan krbablasan ya, " ucapnya seraya berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


mrmbuat sepasang suami isteti itu, saling berpandangan dan kompak menggrlengkan kepala. karena melihat tingkah Nasya yang menurutnya aneh.


sesampainya di kamar, Nasya segera mengangkat panggilan dari kekasihnya itu.


hah, kekasih, bahkan swmpai saat ini saja,Nasya masih tak percaya jika dirinya sudah berpacaran dengan David.


orang yang awal kedatangannya, membuat Nasya jengkel. namun, siapa sangka, jika musuhnya itu menjadi kekasihnya.


"halo, kenapa,?" tanya Nasya saat sudah mengangkat panggilannya.


"wah, di telpon pacar bukanya yang lembut, malah ketus kayak gitu," ucap David dari seberang sana.


"hehehe maaf sayang, " ucap Nasya melembutkan suaranya.


membuat David di seberang sana, menjadi salah tingkah di buatnya.


"duh, kata sayangnya itu lho, buat gue melayang, pengen gue bungkus, " ucapnya pada Nasya.


membuat Nasya mengerucutkan bibirnya. mendengar kalimat kekasihnya itu.


membuat David yang berada di seberang sana, tersenyum manis. "karna loe memang ngangenin," ucapnya lembut.


"dasar gombal, sudah berapa lama, jadi tukang gombal,? " tanya Nasya.


"baru pertama, dan loe satu satunya, " ucap David seraya menatap wajah kekasihnya itu.


"dih, gombal aja terus, " ucap Nasya memalingkan wajahnya. karena kini, wajahnya sudah sepe4ti kepiting rebus.


eciecie Nasya bapwr nih ye, hahaha .


"loe nanti berangkat jam berapa,? " tanya David sast mereka sudah sama sama terdiam.


"emm jam satu kayaknya, emang kenspa,? "btanya Nasya.


"enggak papa cuma nanya aja, " ucap David tersenyum.


"ya udah kalau gitu, loe istirahat sana, " ucap David.


Nasya hanya mengangguk dan mematikan ponselnya.


siang harinya..

__ADS_1


Nasya kini sudah siap dengan pakaian chersnya dengan rambut yang di kuncir kuda membuat leher jenjangnya terekspos bebas.


setelah merasa semua siap, Nasya bergegas oamit pada orang tuanya yang sedang berada di ruang keluarga.


"Dad, Mom, aku pamit ya, " ucspnya seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"iya sayang, hati hati ya, " ucap Ny. Isyana lembut.


"sama siapa my Princess,? " tanya Tn. Fery.


"sama Audry Dad, bentar lagi, dia pasti datang, " ucap Nasya.


"oh, kirain diantar pacar, " ucap Tn. Fery menggoda putrinya itu.


membuat Nasya, seketika berdecak sebal karena sedari tadi, dirinya terus saja di goda oleh Dadynya itu.


tak lama, terdengar suara deru mesin mobil di deoan rumahmya. dengan segera, Nasya berlari menuju teras rumahnya.


dan benar saja, ternyata Audry dan yang lain, sudah mrnunggunya di sana. dengan cepat, Nasya menghampiri teman temanya.


,"maaf usah lama ya, ?" tanya Nasya merasa tak enak.


"enggak papa kok, yuk berangkat, " ucap Audry. dan mereka semua menaiki mobil rombongan menuju tempat latihan chers.


sepanjang perjalanan, Nasya dan Audry tak swkakipun berhenti berbicara. kedua teman itu, bahkan ssling melrmpar candaan satu sana lain.


membuat seisi mobil juga ikut tertawa di buatnya. hingga ucapan sang supir membuat mereka menoleh ke belakang.


Dan Nasya dapat melihat, jika ada David di sana. membuat Nasya tersenyum seraya menggelengkan kepala dan tersenyum.


"ada ada aja, pacarnya itu benar benar mengikutinya.


setelah itu, ia kembali fokus kedepan dan kembali fokus pada teman temanya.


setelah satu jam perjalanan, rombongan Nasya telah sampai di depan gedung latihan.


dengan segera, mereka semua segera turun dan menuju lapangan untuk latihan.. dan Davidpun ilut masuk kedalam gedung. melihat sang krkasih, berlatih dengan lincahnya.


dan itu semua, nembuat David tersenyum bangga pada kekasihnya itu.


"loe memang hebat Nas, " ucap David. dan kemudian ia duduk di kursi penonton.


sementara itu, Nasya dan teman temanya, sedang serius berlatih. dan saat mata Nasya sedang melihat bangku penonton. ia tersenyum karena ada sang kekasih di sana.


namun, senyuman manis itu, di salah artikan oleh seseorang yang juga berada di sana.


siapa lagi jika bukan Leo.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2