Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 37.


__ADS_3

membuat Nasya menatap mata indah David. ,"emang kenapa,? " tanya Nasya yang berpura pura polos. membuat David semakin gemas sendiri di buatnya.


"pokoknya, ngak boleh, " ucap David seraya mengacak acak rabut kekasihnya itu.


membuat Nasya memanyunkan bibirnya, cemberut. " udah sana pulang, " ketus Nasya dengan nada mengusir.


membuat David, melonggarkan pelukanya. "jadi, ceritanya ngusir nih,? " tanya David.


"iya, udah sana," ucapnya seraya mendorong pelan tubuh David.


Davidpun menurut. karena memang, hari sudah mulai gelap dan juga sudah waktunya makan malam.


"ya udah, kalau begitu, gue pulang dulu, awas jangan nerima apapun dari laki laki lain, " ucapnya seraya mengecup tangan kekasihnya itu.


"iya iya bawel loe, udah sana, " ucap Nasya dan berlari kearah pintu.


swmentara David, laki laki itu, melajukan motornya, meninggalkan kediaman Nasya.


setelah kepergoan kekasihnya itu, Nasya berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya dan langsung masuk kw dalam kamanya.


"duh, jantung gue, " gumamnya seraya meraba dadanya yang seperti lari maraton. "bisa bisa gue kena serangan jantung kalau deket deket dia terus, perasaan waktu sama Alex, gue nggak seperti ini deh, " lanjutnya. lqlu berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya, karena memang sudah merasa lengket.


setelah lima belas menit, Nasya keluar dari jamar mandi dan langsung menuju ruang ganti dqn mengganti pakaiannya di sana..


setelah selesau, gadis cantik itu, mengambil sebotol serbuk yang di beri sedikit air mawar dan mengoleskanya, di wajah cantiknya.


setelah selesai memakai masker, Nasya membukanya aplikasi novel online dan membaca, novel kesayangannya. sembari menunggu maskernya mengering.


baru sebentar ia membacanya, ponselnya tina tiba berdering dan terdapat nama David di sana.


dengan cepat, ia meletakan ponselnya di atas meja riasnya.


"eh, kok dia nelpon, gimana nih,? eh nggak usah di angkat lah biarin lah, " ucapnya sembari menyalakan televisi dan menonton drama kesukaannya.


tak lqma, terlihat pimselnya sudah tidak berdering. Nasya menghela nafas lega. " akhirnya berhenti juga, " gumamnya seraya memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.


tiba tiba, terdengar ada ketukan pintu dari arah luar. " non, ada tamu di luar, " ucap Pak kim.


membuat Nasya segera mematikan televisi.


"siapa Pak Kim,? " tanya Nasya dari dalam kamar.


" itu nona, Den David, " ucap Pak Kim.


membuat gadis cantik itu, tersentak kaget karena mengetahui sang kekasih sudah ada di drpan rumahnya.

__ADS_1


"ngapain sih tuh orang kesini lagi, " gerutu Nasya seraya mencuci wajahnya di kamar mandi.


ya, begitulah seorang Nasya, ia akan marah marah jika merasa Qtimenya merasa di usik oleh orang lain termasuk dengan orang tuanya dan juga kekasihnya.


dengan langkah cepat, Nasya menuruni anak tangga dan menghampiri sang kekasih berada di sana.


"ngspain sih loe kesini,? " tanya Nasya sedikit ketus. membuat David mengernyitkan dahi karena heran.


bukan hanya sekali ini saja, kekasihnya itu bersikap seperti ini. membuat laki laki itu, semakin bingung di buatnya.


"loe kenapa sih marah marah terus,? "tanya David yang memang tampak kebingungan.


"au ah udah cepat, mau apa kesini,? " tanya masih dengan nada ketuanya.


"loe kenapa gak ngangkat telpon dari gue tadi ?" tanya David.


"gue lagi Qtime sama diri sendiri, " ucap Nasya seraya duduk di sofa.


" terus loe ngapain kesini lagi,? " tanya Nasya.


"hmm ini, gue mau ngasih makanan buat loe, " ucap David menyerahkan sebuah kotak kepada kekasihnya itu.


"ini apa,? " tanya Nasya seraya menerimanya. dan langsung membuka kotak itu. " wuah kue lumpur, " seru Nasya berbinar menatap makanan kesukaanya itu.


seketika itu juga, mood Nasya menjadi membaik dwn langsung ceria seperti sedia kala. membuat David swmakin heran di buatnya.


"enak nggak,? " tanya David.


"enak banget, makasih ya, " ucap Nasya tersenyum manis pada sang kekasih.


David mengangguk dan kini, matanya menyapu ke segala arah seperti mencari seseuatu,


"Momy sama Dady loe kemana,? " tanya David. karwna memang, dirinya tak melihat keberadaan orang tua gadis itu.


"oh, Momy sama Dady lagi ada urusan di luar kota, besok baru balik, " ucap Nasya kembali memakan kue lumpur kesukaannya itu.


membuat David tersenyum simpul melihat kekasihnya itu, yang asik dengan dunianya sendiri itu. setelah selesai makan, Nasya duduk di samping kekasihnya itu.


"gimana, enak nggak kue lumpurnya,? " tanya David.


Nasya hanya mengangguk, " enak seperti kue lumpur pada umumnya yang di jual di toko kue, " ucapnya seraya mengusap bibirn dengan tisu.


"enak aja beli, " ucap David tiba tiba. membuat Nasya mengerutkan alisnya.


"lah terus kalau bukan beli, apa ,?" tanya Nasya kebingungan.

__ADS_1


"itu, Bunda aku yang buat sendiri, katanya khusus buat kamu, " ucap David membuat Nasya tercengang.


terlebih dengwn sapaan 'Gue,Loe menjadi 'aku kamu, '


membuat Nasya tiba tiba menjadi grogi sendiri.


"ke-kenapa bisa begitu,? " tanya Nasya sedikit gugup.


"karena Bunda aku, mau kenal sama calon menantunya, " ucap David tersenyum.


Deg


jantungnya seoerti ingin lepas dari tempatnya saat mendengar kalimat, 'Cslon menantu, "


"is loe apaan deh loe Nas, gitu doang kok baper, " gumamnya dalam hati.


"kamu mau kan, kalau aku ajak ke rumah,? " tanya David, menyadarkan kekasihnya itu dari lamunannya.


"kamu, aku,? ' tanya Nasya mengulang kata aku kamu,


membuat David kembali m3nganggukan kepala. " aku mau, mulai sekarqng, kita biasakan menggunakan kata aku kamu ya, jangan loe gue, nggak enak kslau di dengar.


Nasya hanya bisa mengangguk dan tersenyum. twk lama, David pamit pulang, karena memang waktu sudah malam tidak enak dengan tetangga.


Nasya mengantarkan kekasihnya itu sampai di depan rumahnya.


"besok, aku jemout kamu ya, " ucap David seraya mengusap kepala kekasihnya itu.


"nggak mau, besok gue eh aku berangkat sekolah sendiri aja, " ucap Nasya menolak keras permintaan kekasihnya itu.


"tapi, " ucap David terhenti saat melihat tatapan tajam kekasihnya itu.


membuat David hanya bisa menghela nafas pasrah. memang semua wanita, jika sudah ada keinginan, tak bisa di ganggu gugat.


"hmm baik lah baiklah, kalau gitu aku pulang dulu " ucap David menghela nafas pasrah.


lalu berbalik arah hendak menuju motor miliknya. tapi, suara Nasya mengurungkan langkahnya.


"Vid, " ucap Nasya seraya menarik tangan laki laki itu. membuat David menoleh.


"kenapa sayang, " ucap David membuat wajah Nasya terasa panas karena malu.


"emm bilang makasih sama, bunda kamu ya, dan bilang, kapan kapan aku kerumah kamu ," ucap Nasya seraya tersenyum tipis..


David hanya mengangguk dan membalas senyuman kekasihnya itu.

__ADS_1


"di tunggu kata bunda, " David menaiki motornya.


BERSAMBUNG......


__ADS_2