
tanpa mereka sadari, ada sepasang telinga yang mendengarkan percakapan mereka sedari tadi.
"tunggu saja tanggal mainya cantik, " gumamnya seraya tersenyum tipis.
sementara, Marcell merasa heran drngan sikap tak biasa David. dengan cepat, ia menepuk tangan laki-laki itu. "loe kenapa sih,? dari tadi senyum sendiri, ?"tanya Marcell.
bukanya nenjawab, David berlalu pergi dengan senyuman tipis di wajahnya. membuat para kaum hawa mendadak deg-deg, an saat berpapasan dengannya.
"woah, kak David senyum ke kita woy, " heboh para gadis yang berada di koridor sekolah.
"masa iya, ah ngaco loe! " ucap temanya seraya menoyor badannya.
sebenarnya, David mendengar ocehan para gadis itu. namun, dengan cueknya ia tak menghiraukan ucapan mereka.
senentara di kantin, Nasya dan teman-temanya sedang menikmati makananya. hingga, ketenangan Nasya terusik dengan kehadiran Monika. yang dengan gaya angkuhnya, sengaja menyindir Nasya.
"eh loe tau gak gaes, kemarin gue baru aja nonton drakor. dan ceritanya itu, si cewek kelewat polos sampai gak sadar di hianati pacarnya selama lima bulan tuh percaya-percaya aja, " ucap Monika seraya melirik kearah Nasya.
"oh ya, kok bisa, itu polos atau bego! " sahut temanya yang membuat mereka tertawa.
Nasya yang menyadari itu, mengepalkan tanganya geram. dia hendak melabrak Monika. namun ia urungkan karena ia bukan tipe pembuat onar.
sesaat ide untuk membalas ucapan Monikalun muncul. senyum Devilpun terbit dari wajah cantiknya.
"eh gaes, kemarin gue nemu drakor lho, ceritanya bagus. " ucap Nasya melirik kearah Monik.
"Drakor apaan,? " tanya Micelle masih belum faham dengan situasinya.
"gue lupa judulnya. yang jelas, ceritanya itu ada cewek cantik yang di hianati pacarnya. terus, selingkuhan pacarnya itu, dengan bangganya bilang kalau dia itu berhasil ngambil pacarnya. padahalkan itu ibarat barang bekas ya, kalau gue mah ogah" ucap Nasya menekankan kata terakirnya.
Skak! kini gantian wajah Monik yang merah padam karena ucapan Nasya. dengan kesal, ia berdiri seraya menggebrak meja seraya berlalu pergi.
setelah Monika dan teman-temanya pergi, keempat gadis itu tertawa terbahak-bahak. hingga Nasya mengeluarkan air mata.
" gila loe Nas, gue kira beneran tau gak, ternyata cuma mau ngerjain nenek lampir doang" ucap Micelle.
"iya lho gue sampe gak ngeh kalau loe lagi nyindir si Monik, " ucap Audry.
"haha, rasain! lagian gue udah empet banget sama tuh orang, dan tenang. ini baru awal tunggu aja kelanjutanya. " ucap Nasya seraya memakan mie ayamnya.
bel pulang pun berbunyi. semua siswa, berhamburan keluar kelas. berlomba untuk kembali kerumah masing-masing.
Nasya dan teman-temanya kini berada di parkiran. hingga sebuah motor melintas dan berhenti di depanya.
siapa lagi jika bukan David, laki-laki itu membula hlmnya dan meletakanya di depan. menjadikannya tumpuan tanganya.
__ADS_1
"ayo! Naik. " ucapnya seraya memberikan helmnya pada Nasya.
"hah, gue? " tanya Nasya memastikan. David hanya menganggukan kepala.
"tapi gue sama-" ucapanya terhenti saat David menyelanya.
"loe mau naik atau gue gendong,? " tanya David seraya menaik turunkan alisnya.
membuat Nasya langsung menurut dan naik di jok belakang. David nelajukan motornya meninggalkan area sekolah.
meninggalkan Micelle dan yang lain, yang masih terbengong di tempatnya.
"itu tadi Nasya kan,?" tanya Audry dengan tatapan tak percaya.
"haduh, fixs ini mah kalau terus-terusan begini bisa naksir tuh si Nasya, " ucap Rayana.
sementara Micelle, gadis itu hanya terdiam mendengarkan celoteh kedua temanya. entah apa yang gadis itu fikirkan, hanya dirinya dan Tuhan yang tau.
sementara di belahan bumi yang lain, aepasang kekasih, tengah menyusuri jalan raya menggunakan kuda besi atias motor gede.
eh, ralat ya bukan sepasang kekasih sungguhan. tapi, kekasih pura-pura.
siapa lagi jika bukan Nasya dan David. dan sedari tadi, gadis tak henti-hentinya menggerutu.
sementara orang yang di pukul, hanya bisa meringis karena pukulan gadis di belakangnya itu lumayan sakit.
tiba-tiba, David menepikan motornya membuat Nasya mengerutkan dahinya karena bingung.
"ngapain kita kesini,? " tanya Nasya ketus
"kita makqn dulu yuk, kan ini sudah lewat jam makan siang. lagian loe kan belum makan, " jawab David lembut
mendadak jantung Nasya seperti berdebar karena senyuman dan perkataan lembut laki-laki itu.
"ish paan sih" gumamnya dalam hati menepis rasa aneh yang menyelinap masuk seenaknya di dalam hatinya.
"gue gak laper, " ucap Nasya mencoba sebiasa mungkin.
"kalau gitu, temenin gue makan yuk, " ucap David menarik tangan gadis itu.
membuat Nasya, mau tidak mau mengikuti lqngkah David. karena malu juga kalau bertengkar di depan umum.
sesampainya didalam sana, terlihat hampir semua mata lak-laki menatap kagum kearahnya.
ingin rasanya David menghajar siapa saja yang berani melihat gadis pujaanya tersebut.
__ADS_1
namun, ia sadar jika dia bikan siapa-siapa. dan tak berhak atas gadis disampingnya.
Nasya dan David memutuskan duduk di pojok kanan yang berada tak jauh dari jendela.
"loe mau pesen apa,? " tanya David.
"sosis bakar, " jawabnya acuh. David tersenyum dan menyerahkan buku menu pada pelayan restaurant.
sembari menunggu, David mengajak bicara gadis di depanya. namun, hanya jawaban singkat yang laki-laki itu dapatkan.
"sabar Vid sabar, jika nanti loe udah bisa dapetin hatinya pasti akan lembut perlakuanya.
tak lama, pesanan merekapun datang. dan tanpa basa-basi, mereka berdua segera menyantapnya.
saat mereka sedang asyik makan, mata Nasya tak sengaja menangkap dua orabg yang ia kena
hatinya merasa sakit sebenarnya. namun, ia mencoba sekuat mungkin. David mengikuti arah pandang gadis di depanya.
hingga ia mengetaui alasan di balik pacar pura pura itu.
setelah selesai makan, Nasya langsung beranjak dari duduknya dan menarik tangan David
David yang kagetpun hanya bisa menurut saja. hingga, Nasya dan David berada tak jauh dari oasangan penghianat tersebut.
Dengan sengaja, Nasya menabrakan tubuhnya pada tubuh Alex. membuat Alex langsung menoleh dan hendak memakinya.
namun, niat itu diurungkan saat mengetahui siapa yang menabraknya.
"by, kamu ngapain disini? " tanya Alex kaget. mendadak hawanya menjadi tidak enak.
"cih, ba by, gue bukan baby loe ya. dan gue nggak sudi di panggil baby dari pria berengsek kaya loe, " ucap Nasya seraya tersenyum sinis.
"by, kamu bicara apa sih, " ucap Alex masih kekeh memanggil Nasya baby.
padahal kini dia sedang bergandengan dengan Monik.
"cih, kalau mau panggil vy tuh senggaknya gak usah gandeng cewek lain" ucap Nasya.
dengan cepat, Alex melepas gandenganya pada Monik.
"bodohnya gue nggak nyadar. kalau selama ini gue di bohongi, " ucap Nasya tertawa.
BERSAMBUNG........
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES
__ADS_1