Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 30


__ADS_3

senyum David mengembang dan terus melangkah mendekati btankar rumah sakit.


"loe udah sadar, " ucap David lembut seraya mengelus punggug tangan gadis itu.


Nasya mengangguk dan tersenyum kearahnya, " makasih udah nolongin gue, " ucapnya.


"loe nggak perlu minta maaf Nas, karena itu sudah menjadi tugas gue, " ucap David seraya memainkan tangan gadis itu.


"eh iya, terus gimana sama campingnya,? " tanya Nasya saat teringat jika saat ini mereka sedang mengadakan camping.


"semua sudah di bubarin dan Monik juga sudah di skor selama dua minggu." ucap David


membuat Nasya mengerutkan keningnya karena bingung. "Monik,? apa hubunganya,? " tanya Nasya.


"sudahlah loe nggak usah banyak fikiran. loe fokus aja sama kondisi loe, " ucap David.


lalu, beranjak dari duduknya untuk keluar ruangan karena sekarang jam Basya istirahat.


ia membalikan badanya, dan menatap gadis di atas brankar dengan senyuman manisnya.


"makasih udah nggak nolak gue lagi dan gue berharap seterusnya loe akan menerima gue, " ucapnya yang hendak membuka pintu.


namun, terhenti karena mendengar suara dari belakang.


"gue sayang sama loe, " ucap Nasya lirih seraya langsung berbaring dan menyembunyikan wajahnya di balik bantal.


karena ia sangat malu. bagaimana tidak malu, seorang Nasya menyatakan ketertarikanya pada lawan jenisnya terlebih dahulu, oh noo bisa gempar seisi sekolah. apalagi jika sahabat sahabatnya tau, bisa malu tujuh turunan ini.


ish apaan sih autor gaje banget.


oke, kita lanjut lagi. ya, David mematung saat mendengar kata kata yang baru saja keluar dari mulut gadis pujaanya itu.


erlahan ia mendekati brankar dan menyentuh tubuh Nasya yang kini tertutup oleh selimut.


"loe tadi ngomong apa,? " tanya David.


"ngo-ngomong apa,? gue nggak ngomong apa apa,? " ucapnya berusaha sekuat tenaga setenang mungkin. karena jantungnya kini, sudah berdisko ria karena rasa malu dab gugup yang menjadi satu.


David mengulum senyum seraya mengelus pundak yang tertutup selimut itu. "duh, gemes banget sih kalau lagi malu, pengen di halalin biar bisa diapa apain, " ucap Davi berbisik tepa di telinga gadis itu.


membuat Nasya seketika bangun dan langsung meatap tajam keara David.


"janganmacem acem ya, ' ucap Nasya.


"nggak macem macem sayang, mana berani gue macem macem, bisa di gorok hidup hidupgue sama Dady loe, " ucap David seraya tersenyum.


"loe jahat " uap Nasya seraya memukul dada David. dan dengan segera, David menangkap tanganitu, dan meletakanya di tengah dadanya.

__ADS_1


"loe bisa rasain kan kalau gue sayang banget sama loe," ucap David menatap dalam bola mata indah gadis itu.


"hemm gue juga... " ucapan Nasya terhenti saat David menyela.


"gue tau loe juga sayang sama gue kan, " ucapnya seraya menaik turunkan alisnya.


"idih pede gila, " ucapnya seraya mengerucutkan bibirnya.


membuat David terkekeh lalu mendekap gadis yang sekarang menjadi kekasihnya.


eh, kekasih belum ya, jangan kesenengan dulu Vid hehe.


"jadi, sekarang kita jadian, " ucap David seraya memeluk erat tubuh Nasya.


Nasya mendongak menatap mata indah David yang di awal pertemuan mereka, membuat dirinya terhipnotis.


"ihs masak gitu doang nembaknya, nggak romantis banget, " ucap Nasya mencibir.


mendengar perkataan gadisnya, David melerai pelukan mereka dan sedikit menjauh.


lalu, mengambil ponselnya dan seperti menghubungi seseorang.


setelah selesai, David menuju pintu keluar. membuat Nasya sedikit kebingungan. apa jangan jangan pemuda itu marah karena perkataanya,


"ish baru gitu aja marah, " gumamnya seraya membuang muka kearah jendela.


tak lama, terdrngar pintu ruangan terbuka dan masuklah beberapa orang. namun, Nasya masih enggan menatapnya.


karena kebetulan, hari sudah mulai gelap dan Nasya pun telah melepaskan infusnya.


karena memang, Nasya tak mengalami luka apapun. ia hanya mengalami sedikit shok karena bertemu hewan melata.


Dengan perlahan, Nasya bangkit dari brankar. ia melangkah menuju meja diner di tengah dan beberapa orang yang membawa biola.


seakan masih tak percaya, Nasya terus saja memandangi kamar rawatnya yang kini sudah di sulap menjadi sangat romwntis.


belum usai dengan kekagumanya, Nasya di tarik oleh David untuk duduk di kursi yang sudah ia sediakan.


"loe suka,? " tanya David lembut saat mereka srdah duduk secara berhadapan.


Nasya mengangguk. ia tak menyangka, jika David seromantis ini padanya.


tiba tiba, David bangkit dari duduknya dan berjongkok di depan Nasya seraya menggenggam tangan gadis itu.


"Nasya Aurora Feriyanto, loe mau nggak jadi pacar gue,? " tanya David diiringi oleh alunan musik yang mendukung.


membuat Nasya tak kuasa menahan tangisnya. tangis bahagia karena ia merasa di ratukan.

__ADS_1


bahkan dengan Alex dulu, ia tak merasa sebagia ini. karena memang Nasya pada awalnya tak begitu tertarik oada Alex.


Nasya mengangguk dan tersenyum haru. David merasa bahagia. ia mengangkat tanganya diudara karena saking girangnya.


"yeah makasih my Sweety. loe nggak usah khawatir, gue akan selalu ada di dekat loe apapun yang terjadi, " ucap David seraya memeluk kekasihnya itu.


cieleh babang David udah seneng sekarang udah nggak galau galau lagi.


selamat deh author ucapkan hehehe.


setelah meresmikan hubunganya, David dan Nasya menyantap makanan mereka dengan diiringi musik biola yang sungguh romantis.


"ngapain ngelihatin gue terus,? " tanya Nasya yang sadar, sedari tadi di tatap oleh kekasihnya itu.


"loe terlalu cantik, makanya gue ngeliatin loe terus, " ucap David seraya tersenyum.


lalu merogoh kantung celana dan mengambil sesuatu di sana.


dan ternyata sebuah kotak berbentuk bulat yang sangat indah.


"sini tangan loe," ucap David meraih tangan lentik itu.


"buat apa,? " tanya Nasya yang berusaha melepas tanganya.


namun, David menahan pergerakan tangan Nasya agar tak terlepas.


"bentar, nah sudah " ucap David saat sudah berhasil menyematkan cincin berlian dia jari manis Nasya.


"bagus, " ucapnya seraya mengelus jemari kekasihnya.


"Vid, ini maksudnya apa,? " tanya Nasya yang masih tak mengerti.


"itu cincin berlian turun temurun dari keluarga gue. dan dulu, oma berpesan untuk memberikan cincin itu untuk orang yang gue cintai dan yang bakal menjadi pendamping gue, " ucapnya seraya mengelus tangan halus tersebut.


"emang yakin banget kita bakalan jodoh,? " tanya Nasya menggoda.


"hmm kalau nggak jodoh, gue bakal jomblo seumur hidup biar bisa sama loe di surga dan kekal di sana, " ucapnya tersenyum.


"dih, gombal aja terus," ucap Nasya mengerucutkan bibirnya.


membuat David tersenyum manis.


"emm gue boleh minta sesuatu nggak,? " tanya Nasya.


"apapun yang loe mau, gue akan mengabulkanya jika masih wajar, " ucap David.


Nasya menghela nafas panjang terlebih dulu sebelum berbicara.

__ADS_1


"gue mau kita nyembunyiin hubungan ini dari semua orang, " ucap Nasya.


BERSAMBUNG........


__ADS_2