
Nasya yang melihat itu, segera berlalu menuju kelasnya. sungguh ia tidak ingin melihat adengan bucin Micelle pada Andrew karena pasti sangat menggelikan.
"Nas loe mau kemana? "tanya Micelle yang menyadari jika sahabatnya itu menjauh.
"kelas" jawab Nasya singkat dan terus berjalan meninggalkan Micelle dan sang kekasih yang masih asyik berduaan.
sesampainya di kelas, Nasya langsung mendudukan diri di bangkunya dan mulai fokus mengerjakan soal di mata pelajaran yang ia bisa.
Nasya memang seperti itu orangnya. dia akan menggunakan waktu senggang di sekolah untuk mengerjakan soal ataupun memahami materi yang guru berikan.
karena bagi Nasya, setelah ia sampai dirumah, ia akan mengistirahatkan otak dan badanya untuk bersantai di rumah dan akan bermalas-malasan.
karena prinsip itulah, Nasya selalu membuat Monik and the genk merasa tersaingi. bukan hanya wajahnya yang tersaingi, namun juga PR yang selalu keduluan dengan Nasya.
dan tanpa Nasya sadari ada sepasang mata yang menatap dirinya dengan senyum tipis.
"memang perfect" gumamnya lalu berjalan menghampiri bangku yang di duduki Nasya.
tak lama, Micelle datang menghampiri Nasya dengan sedikit berlari.
huh huh huh
suara nafas Micelle yang memburu membuat Nasya mendongak dan menatapnya dan mengerutkan kening.
"loe abis di kejar hantu? " tanya Nasya heran
"ini lebih serem dari hantu" ucap Micelle yang masih tampak ngos-ngosan.
"emwng kenapa? " tanya Nasya. Micelle bukanya menjawab, ia malah mengeluarkan banyak sekali kertas berwarna pink itu.
dengan perlahan Nasya mengulurkan tanganya mengambil salah satu kertas itu yang bertuliskan
"kak Nasya kita ngedate yuk" tulis Ajil anak kelas X.
Nasya menatap sahabatnya dengan ekspresi seperti ingin bertanya.
"hmm tadi gue ketemu mereka yang hendak kekantin terus lihat ada gue eh mereka menyodorkan ini" ucap Micrlle.
__ADS_1
"hah mereka? " tanya Nasya.
"iya mereka. Ajil dan ketiga sahabatnya. loe tau, mereka sampai taruhan supaya bisa dapetin loe " ucap Micelle yang masih tersenyum geli.. " dan loe tau mereka taruhanya apa? " tanya Micelle membuat Nasya menggeleng. "mie ayam kantin haha" akhirnya tawa Micelle pecah juga. tawa yang sedari tadi dia tahan.
"hahaha gila mereka. masak gue di samain sama mie ayam kantin." ucap Nasya " ini kalau Alex tau bisa ngamuk nih" lanjutnya yang masih terkekeh seraya kembali fokus ke buku di hadapanya.
tak lama, Micelle juga ikut duduk dan ikut mengerjakan soal-soal. tak butuh waktu lama, kedua gadis itu sudah menyelesaikan PRnya.
"Nas nanti sore kita ke pasar malam yuk " ajak Micelle.
"boleh tapi kita berempat aja ya jangan ngajak yang lain" ucap Nasya.
"hmm oke deh nanti malam kita pergi" ucap Micelle girang.
dan tanpa sadar, seseorang memperhatikan mereka dengan senyum tipsnya. siapa lagi jika bukan David.
lelaki itu entah sejak kapan menjadi pengamat pribadi Nasya.tapi sungguh matanya semakin enggan berpindah ketempat lain dan hanya terfokus dengan satu titik yaitu Nasya.
akhirnya bel pulang sekolah berbunyi dan semua siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju parkiran agar bisa bersantai dirumah melepas lelah karena seharian belajar.
tak terkecuali Nasya dan teman-temanya. mereka segera berlari meninggalkan kelas masing masing menuju mobil.
"boleh " ucap mereka serempak lalu memasuki mobil dan mrninggalkan area sekolah.
dan sedari tadi, David tak henti-hentinya memandangi gadis itu.entahlah. mungkin memang ia sudah lupa segalanya. dan didalam otaknya hanya ada satu nama yakni Nasya.
hingga tepukan pada bahunya menyadarkan David dari lamunanya.
"jangan terus di pandangi udah punya pawang " ucap seseorang dari samping yang membuat David menoleh.
dan mendapati Marcell yang berdiri disampingnya. lalu tanpa berkata apapun, David pergi meniggalkan Marcell yang masih berdiri di tempatnya.
melajukan motornya menuju kediamanya. tak lama, hanya sekitar lima belas menit, laki-laki bermata indah itu sampai di rumah dan langsung menuju kamarnya.
David segera membaringkan dirinya di pembaringan empuk seraya nenatap langit-langit kamarnya. " apa bener gue sebucin itu sama dia? " tanya dalam hati
"ah au ah mandi aja gerah" ucap David bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
setelah lima belas menit, David keluar dari kamar menuju meja makan. dan disana sudah nampak sang Bunda yang sepertinya sedang menunggu dirinya.
"siang bunda"sapa David seraya duduk di samping sang bunda.
"siang sayang ayo makan sekalian bunda mau bicara sama kamu" ucap Ny. Nadira seraya mengisi piring puteranya dengan nasi dan lauk pauknya.
setelah itu, mereka berdua menyantap makan siang dengan nikmat.seusai makan, Ny. Nadira dan David Duduk di bangku taman rumahnya seraya menjulurkan kakinya didalam kolam ikan.
"ada apa bunda? " tanya David pada sang bunda. bukanya menjawab, Ny. Nadira malah memandangi sang putra dan tersenyum.
"kamu sedang jatuh cinta? " pertanyaan itu sukses membuat David kaget karena ia belum bercerita apapun dengan bundanya.
"emm maksud bunda? " tanya David.
"Ny. Nadira tersenyum kearah sang putera lalu tanganya mengelus kepala David dengan sayang. "bunda tau kamu sedang menyukai seseorang. dan bunda juga tahu siapa orang itu" ucap Ny. Nadira.
David menundukkan kepala. ia tahu arah pembicaraan sang bunda.
"apa itu salah bund? " tanya David lirih dan Ny. Nadira tersenyum.
ia menggeleng " itu tidak salah sayang tapi kau harus ingat kita berbada dengan mereka " Ny. Nadira menghela nafas "status sosial kita jauh di bawal keluarga Tuan Fery. mereka keluarga milyarder tapi kita? " tanya Ny. Nadira.
"bund!! " tegur David merasa tidak suka jika sang bunda membandingkan dengan orang lain. "akan David buktikan jika kita juga layak bersanding dengan mereka" David bangkit dan berjalan meninggalkan ruqng keluarga.
sementara itu, di tempat lain, keempat gadis cantik itu sedang heboh di kamar besar milik Nasya. hingga si empunya kamar berteriak keras untuk melerai para sahabatnya.
"Stop gaes! " teriak Nasya yang sudah mulai pusing melihat tingkah ketiga sahabatnya itu. " kalian itu udah besar masak rebutan bandoo gak malu apa? " tanya Nasya.
"tapi Nasya gue udah ngincer itu saat oertama kali dateng kesini" ucap Micelle yang membuat Nasya menatapnya tanpa berkedip.
"wah jadi loe udah ngincer barang-barang gue dong" ucap Nasya sok serius padahal dalam hati ia tertawa melihat mimik wajah Micelle.
"yee bukan itu bege gue cuma mau coba kalau bagus ya gue mau beli " ucap Micelle mendegus kesal.
bisa-bisanya seorang Micelle di curigai aneh-aneh gak tahu apa kalau dia anak orkay.
" ya udah kita beli aja di pasar malam" ucap Audry
__ADS_1
BERSAMBUNG.........
jangan lupa tinggalkan jejak gaes