Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 55


__ADS_3

sontak saja, perkataan Papanya itu, membuat Alex dan sang istri membuat mereka terkejut.


bagaimana bisa, sang Papa mengatakan bahwa akan segera melamar Nasya. sedangkan mereka saja masih bersekolah.


"papa, kita masih sekolah jadi, mana mungkin kita akan menikah,? " tanya Alex bingung..


"kamu tenang saja, semuanya akan baik baik saja, " ucap Tn. Halim dengan senyuman misterius.


membuat Alex yang mendengarnya, menjadi bahagia ia akan segera memiliki Nasya dalam waktu dekat.


dan juga keuangan Papanya, akan segera membaik setelah dirinya menikah dengan Nasya.


setelah sekian lama, berbincang bincang, Alex pwmit pada orang tuanya untuk beristirahat.


"mah Pah, aku kekamar dulu ya, " ucap Alrx kepada orang tuanya.


mereka hanya mengangguk dan kembali membicarakan soal masa depan yang akan mereka raih setelah Alex menikahi Nasya.


sesampainya di kamar pribadinya, Alex segera mengeluarkan benda pipihnya, dan segera menghubungi sang kekasih. untuk mengabari jika dirinya akan melamar gsdis cantik itu untuk waktu dekat ini.


"halo sayang, " sapa Alex lembut saat panggilannya sudah terhubung.


"iya Lex ada apa,? " tanya Nasya dari seberang sana.


"kamu tebak ya, aku seneng kenapa,? " tanya Alex membuat Nasya menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.


"enggak tau, kenapa emang,? " tanya Nasya malas. sejujurnya, gadis itu sangat malas untuk menanggapi perkataan laki laki itu.


"hmm jangan kaget ya, dalam waktu dekat ini, aku sama keluargaku, akan datang ke sana untuk melamar kamu, " ucap Alex sumringah.


uhuk uhuk


sontak saja, apa yang baru saja Alex katakan, membuat Nasya tersedak minuman yang sedang ia teguk.


"Lex, Kamu jangan bercanda ya, kitq itu masih sekolah dan kita masih kelas tiga, " ucap Nasya mencoba menolak permintaan kekasihnya itu.


hah, kekasih,? bahkan Nasya sangat mual menyebutkan bahwa Alex kekasihnya.


"aku tau sayang, kita kan, bisa bertunangan terlebih dahulu, dan lagipula kita sudah di semester dua itu kan artinya kita akan segera lulus,? " tanyaAlex oada akhirnya.


membuat Nasya mendadak membeku karena ucapan Alex itu. satu hal yang dirinya lupa, jika keluarga Alex adalah keluarga ternekat yang ia temui.

__ADS_1


"sayang, kamu masih di sana,? ' tanya Alex karena sedaru tadi, kekasihnya itu, hanya terdiam saja. tak memberikan respon apapun.


"eh, iya Lex aku masih di sini, " ucap Nasya yang tersadar dari lamunanya.


"kamu siap kan,? " tanya Alex dari seberang sana. Nasya hanya menjawab sekenanya saja.


tak lama, setelah ponswl di matikan, Nasya turun kebawah untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah datang dari kantor.


"Mom, Dad, " sapa Nasya pada kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang tamu.


"yes Princess, kenapa,? " tanya Tn. Fery saat melihat putrinya turun dari tangga dan menghampiri mereka.


"Nasya mau ngomong sama kalian, " ucap Nasya duduk di samping Ny. Isyana. sebelum melanjutkan perkataannya, Nasya menghirup udara sebanyak banyaknya, dan menghembuskan kasar.


"dalam waktu dekat iini, Alex akan kerumah kita dan akan melamar Nasya., " ucap Nasya seraya menundukkan kepala, karena takut dengan ekspresi orang tuanya..


"Apaa,!! " teriak mereka berdua dengan suara lantang. hingga membuat semua pelayan, berhamburan keluar dari dapur, jarena merasa terkejut.


"Tuan, ada apa,? " tanya Pak Kim menghampiri keluarga itu.


membuat Nasya dan kedua orang tuanya, menoleh ke arah belakang. dan mereka sangat terkejut, karena di sana, sudah berdiri para pelayan dan juga Pak Kim.


"makanya Dad, jangan keras keras, kalau bicara, " ucap Nasya seraya mencubit pinggang Dadynya.


"awh, sayang iya maafin Dady, habisnya kenapa jadi kamu sama Alex,! " tanya Tn. Fery .


"karena Nasya sama David sudah putus, " ucap Nasya tersenyum tipis.


"apa ada masalah,? " tanya Ny. Isyana seraya menyentuh pundak sang putri dengan lembut. membuat gadis cantik itu, menoleh ke arah sang ibu.


"iya Mom, ada masalah yang memang nggak bisa di selesaikan, " ucap Nasya mencoba untuk tersenyum.


"sayang, coba ceritakan sama kita, biar Dady yang urus, " ucap Tn. Fery. membuat Nasya, menggelengkan kepala dengan cepat setelah mendengar ucapan Dadynya itu.


"biasalah Dad, masalah anak muda, dan semua sudah membaik kok, " ucap Nasya sedikit berbohong.


dirinya tidak ingin, jika Dadynya dan Ayahnya David, sampai bertengkar hanya karena hubungan dirinya dan David.


"kamu yakin, kalau semua sudah baik baik aja,? ' tanya Tn. Fery untuk memastikan semuanya baik.


"Iya Dad, udah ah nanya mulu, kaya wartawan, " ucap Nasya mencibir.

__ADS_1


kemudian, mereka bertiga, tertawa bersama sama.


sementara itu, di belahan bumi yang lain, tampak seorang laki-laki, tengah merenungi sesuatu yang telah terjadi di dalam hidupnya akhir akhir ini.


"apa yang sebenarnya terjadi, ?" tanyanya pada diri sendiri.


ia sangat mencintai mantan kekasihnya itu, tapi sepertinya, akam semesta tak berpihak pada dirinya hingga ia harus mengalami ini semua.


siapa lagi, jika bukanDavid. laki laki itu, semenjak putus dari Nasya, mendadak menjadi sosok yang pendiam dirumah.


padahal, bisanya, dirinya akan menjadi sosok yang berbeda ketika berada di rumwh dan sekolah.


jika di sekolah menjadi sosok yang pendiam, maka di rumah, akan menjadi sosok yang sangat bawel apalagi, di hadapan sang Bunda. yang merupakan cinta pertamanya itu.


lama David melamun, dirinya sampai tidak sadar, jika ada orang yang berada di sampingnya.


"kenapa kamu melamun,?" tanyanya seraya menepuk pundak laki laki itu.


membuat David menileh dan mengeles dadanya karena kaget.


"astaga Bunda, ngagetin aja sih, " ucap Davud seraya mengurut dadanya karena merasa terkejut.


"lagian, kenapa kamu melamun,? " tanya Ny. Nadira seraya tersenyum tipis.


"enggak papa Bun, " ucap David tersenyum tipis.


"kamu ada masalah sama Nasya,? " tanya Ny. Nadira pelan. membuat David menoleh kearahnya dan menggeleng dengan cepat.


walaupun, Ny. Nadira tau jika putranya, sedang berbohong padanya, tapi Ny. Nadira tak ingin memaksa, jika Davud sudah siap untuk berbagi cerita, maka akan bercerita dengan sendirinya.


"ya sudah kalau kamu, tidak mau bercerita, Bunda nggak akan memaksakan. tapi, kalau kamu udah siap cerita, Bunda akan selalu siap menjadi pendengar setia kamu dan teman curhat kamu," ucap Ny. Nadira seraya menepuk pundak anaknya dengan sayang.


David hanya mengangguk dan tersenyum pada Bundanya. memang benar, selama ini, wanita itu dudah menjadi teman curhatnya jika dirinya sedang merasa gundah.


"makasih Bun, Bunda selalu menjadi tempat ternyaman David di saat seperti ini." ucap David seraya memeluk wanita tercintanya itu.


Ny. Nadira membalas pelukan dari putrinya itu seraya sesekali mengecup keningnya dengan sayang.


"tentunya sayang, karena kamu akan selalu menjadi David kecilnya Bunda, " ucap Ny. Nadira tersenyum.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2