Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 24


__ADS_3

sepulang sekolah, David menarik tangan Nasya yang hendak melangkah keluar.


"loe kenapa beberapa hari ini menghindar dari gue, " ucap David dingin. mebatap manik indah Nasya.


"bukan urusan loe! " sentak Nasya yang menepis tangan David.


lalu berlalu pergi dari hadapan laki-laki itu menuju parkiran mobilnya.


David pun hendak mengejar gadis itu. namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara berisik dari balik dinding.


dengan ragu, David melangkahkan kakinya menuju sumber suara.


ia adalah ketua osis yang harus memastikan keamanan dan kenyamanan semua siswa.


langkahnya terhenti saat melihat Micelle sedang di pukul oleh Andrew.


dengan segera, David menghampiri dan melayangkan bogem mentahnya pada wajah Andrew.


"beraninya loe, siapa loe, ikut campur,? " bentak Andrew pada laki-laki di depanya.


dengan segera ia mencengkeram kerah baju Andrew dan mengangkatnya.


"gue emang bukan siapa-siapanya, tapi, gue bukan banci yang beraninya dengan perempuan, " ucap David mengempaskan cengkeramnya pada Andrew.


"cih, jangan sok ikut campur loe, " ucap Andrew pada David.


lalu, ia pergi meninggalkan David dan Micelle yang masih berdiri mematung di sana.


setelah kepergian laki-laki itu, Micelle mendadak merosot ke tembok dan menangis sejadi-jadinya.


selepas bel pulang sekolah, Micelle berniat menemui Andrew karena ia merasa masih sangat menyayangi laki-laki itu.


entah bodoh atau apa,? namun gadis itu masih nekat menemui laki-laki itu di kelasya.


"ngapain loe nemuin gue, hah? " tanya Andrew meninggikan suaranya. membuat Micelle memejamkan mata karena ketakutan.


"ikut gue, " ucap Andrew menarik dengan kasar tangan gadis itu.


hingga mereka sampai di belakang kelas Andrew.


plak


satu tamparan membuat Micelle tertegun. karena batu pertama kalinya ia di tampar oleh seseorang. bahkan orang tuanya pun tak pernah mengangkat tanganya untuk memukulnya.


"ka-kamu nampar aku,? " tanya Micelle terbata-bata.


Andrew tersenyum miring seraya menatapnya tajam, " iya itu akibatnya kalau loe masih nggak tau diri, " ucap Andrew pada Micelle.


Micelle merosot memeluk kedua lututnya yang terasa lemas saat mendapati perlakuan kasar dari Andrew.


"huaaa gue bodoh-bodoh, " ucapnya nenangis sesenggukan seraya masih setia menutup wajahntmya dengan telapak tanganya.

__ADS_1


David berjongkok dan ebtah keberanian dari mana, pria itu memeluk gadis disampingnya dan membelai rambutnya dengan lembut.


"gue bego ya kak,? " tanya Micelle merasa sangat bodoh karena mengejar-ngejar laki-laki yang sudah pasti melepehnya.


"loe ngak bego kok, hanya dia yang berengsek, " ucap David masih memeluk Micelle.


setelah setengah jam menangis, Micelle mengurai pelukanya dari David. dan beranjak dari duduk. melangkahkan kaki menuju parkiran.


"biar gue anter loe, " ucap David menarik tangan Micelle dan membimbingnya menuju parkiran.


Audry, Rayana, dan Nasya sudah pulang terlebih dahulu.


🌸🌸🌸


sementara itu, di tempat lain, terlihat seorang gadis sedang nerenung didepan laptopnya.


"ish masak gue cemburu,? " tanya Nasya pada dirinya sendiri.


tak lama, suara ketukan terdengar dari luar.


"sayang, keluar yuk teman-teman kamu ada di bawah," ucap Ny. Isyana pada putrinya.


"iya mom sebentar, " ucapnya seraya beranjak dari tempat tidur. lalu berjalan menuruni anak tangga dan menemui sahabat-sahabatbya.


"lho, Micelle mana,? " tanya Nasya yabg tak melihat sahabatnya itu.


"Micelle sakit, " ucap Rayana. membuat Nasya membulatkan matanya.


bagaimana bisa gadis itu sakit, padahal baru saja ia bertemu dengan Micelle.


"what, si Andrew bener-bener keterlaluan!! " ucapnya seraya beranjak dari duduknya.


"loe mau kemana,? " tanya Rayana pada Nasya, membuat gadis cantik itu menghentikan langkahnya.


"kita jenguk dia lah bege lu, " ucap Nasya. membuat kedua gadis itu, nyengir kuda.


mereka semua menaiki mobil masing-masing dan menuju kerumah Micelle. tak luoa, Nasya juga berpamitan pada sang mama.


"mom, Nasya pergi dulu ya, " ucapnya seraya mencium punggung tangan sang momy.


"mm hati-hati ya, " ucap Ny Isyana.


mereka mengangukan kepala dan mulai meninggalkan rumah Nasya.


sebelum kerumah Micelle, mereka mampir ketukang bubur kesukaan gadis itu.


setelah selesai, ketiganya langsung menuju rumah Micelle.


"siang tante, " ucap Nasya di ikuti Audry dan Rayana.


"eh, kalian masuk saja di dalam. Micelle pasti senang, " ucap Ny. Ririn. ibunya Micelle.

__ADS_1


"iya tante, terimakasih, " ucap ketiga gasis itu lalu melangkahkan kakinya kedalam kamar Micelle.


Ceklek.


pintu di buka dari luar dan mendapati pemandangan yang entah mengapa, membuat dada Nasya berdenyut nyeri.


"eh, Micelle kak David kok ada di sini,?" tanya Rayana.


sementara Nasya hanya terdiam mematung di depan pintu.


David memandang Nasya yang masih setia berdiri di ambang pintu.


"mm gue mendadak sakit setelah tadi abis di pukul Andrew, " ucap Micelle.


"terus kenapa loe nggak laporin sama mama papa loe, ?" tanya Nasya yang berjalan mendekat.


"enggak, gue nggak bisa, gue masih sayang sama dia. walaupun rasa sayang itu sudah sedikit menghilang, " ucap Micelle.


"Ck, loe udah di sakitin masih aja kasihan sama dia, " ucap Nasya berdecak kesal pada sahabatnya itu.


rasanya, ingin sekali Nasya membenturkqn kepala Micelle ketembok agar sedikit lebih waras dalam berfikir.


"yasudah loe makan dulu. nih, gue bawain loe bubur ayam kesukaan loe, " ucap Nasya menyodorkan plastik jearah Micelle.


Micelle hendak menerimanya. namun keduluan David yang menyambar bungkusan itu.


"biar gue saja yang nyuapin loe, " ucap David pada Micelle seraya nelirik kearah Nasya.


jika di katakanDavid jahat mungkin itu sedikit benar karena ia memanfaatkan Micelke sebagai umpan.


tapi sungguh, ia tak bermaksud mempermainkan anak orang. ia hanya ingin menguji apakah Nasya benar-benar menaruh rasa atau tidak.


karena jika tidak, ia akan lebih keras lagi berusaha fan jika benar, maka akan menggenggamnya hingga tak terlepas.


toh Micelle tidak akan semudah itu membuka hatinya untuk laki-laki lain selain mantan pacarnya.


Micelle menurut dan memperhatikan saat, tangan besar David perlahan-lahan menuangkan bubur dari plastik kedalam mangkok.


"buka mulut loe, aaa" ucap David seraya menyodorkan ke depan mulut Micelle.


" uyh soo sweet banget sih mereka, " bisik Audry pada Nasya dan Rayana.


Rayana menganggukan kepala "iya jadi pebasaran nanti kalau pacar atau isterinya sakit pasti sangat di manja, " ucap Rayana.


sementara Nasya hanya mendengarkan celoteh kedua sahabatnya itu, tanpa berbiat membalas obrolan mereka.


sore harinya, mereka semua pamit pada Micelle dan mamanya.


"kita pulang dulu ya Cell, " ucap Rayana.


"iya, makasih kalian udah dateng kemari, " ucap Micelle tersenyum "dan makasih untuk kak David yang nau ngarawat aku, " ucap Micelle pada semuanya.

__ADS_1


"hmm semoga loe cepet sembuh, " ucapnya seraya mengusap kepala Micelle.


BERSAMBUNG........


__ADS_2