
sontak saja perlakuan David pada Micelle itu, sedikit banyak, membuat gadis itu baper alias terbawa suasana.
terbukti, dua mingggu setelah kejadian itu, Micelle tampak terus-menerus mencari perhatian. entah itu memasak makanan kesukaanya, desert kesukaanya dan masih banyak lagi.
seperti pagi ini, Micelle tampak tersenyum senang seraya beberapa kali memandangi kotak makanan yang ia bawa.
hingga saat Nasya masuk kedalam kelas, gadis itu masih saja melamun,
"hey, ngapain loe nglamun,? nglamunin apa,? " tanya Nasya seraya mendudukan diri di samping sahabatnya.
"nggak. gue seneng aja karena hari ini bisa masakin sesuatu buat kak David, " ucao Micelle.
"oh, emang loe udah jadian,? " tanya Nasya.
"emm belum sih tapi nggak tau lah. soalnya gue juga belum terlalu ada rasa. " ucap Micelle.
membuat Nasya memutar bola mata malas nelihat tingkah sahabatnya itu.
"Cell, ini tuh dah dua minggu loh, semenjak kejadian itu, masak iya loe masih ngarepin dia,? " tanya Nasya.
gadis itu sedikit geram karena memang sifat Micelle yang terkesan menye-menye.
"iya gue tau kok Nas, gue juga udah lupa kok sama dia, cuma gue munafik kalau bilang gak ada rasa sama sekali. karena satu setengah tahun itu nggak sedikit " ucap Micelle.
tak lama, bel masuk berbunyi dan masuklah guru bahasa indonesia yang menjadi idola Nasya.
membuat gadis itu sangat bersemangat saat menjelaskan tentang opini dan fakta di depan para siswa yang lain.
"duh, Nasya kenapa loe maruk banget sih jadi orang," celetuk salah satu siswa saat Nasya sudah kembali duduk di tempatnya.
"memang kenapa Ray,? " tanya bu Nita bingung.
"ya lah bu, masak semuanya di embat Cantik iya, pinter iya, jago silat iya, terus saya harus menaklukan dia dengan cara spa bu,? " ucap Ryza.
"huu" sorak semua siswa padanya.
"sirik aja loe, " ucap Ryza menatap tajam para siswa yang menyorakinya.
sementara David hanya terdiam mendengar ucapan Ryza.
tak lama, bel istirahat berbunyi dan semua siswa berhambur keluar dan hanya menyisakan tiga orang yaitu David, Micelle dan Nasya.
Micelle menuju bangku David dan langsung menyerahkan makanan itu.
"ini kak David dimakan ya, " ucap Micelle tersenyum pada David dan di balas anggukan oleh pria itu.
semua siswa di sekolah ini memang membiasakan memanggil ketua osis dengan wmbel-embel 'kak" untuk menghormati jabatan seseorang.
__ADS_1
Dan Davidpun menjadi sangat sibuk semenjak menjabat sebagai ketua osis dan jarang mengikuti kelas.
"eh, kok gue lupa ya nggak bawa minuman,? " gumqm Micelle saat menyadari dirinya tak membawa botol minuman. " tunggu sebentar ya kak aku beli minumwn dulu, " ucapnya seraya berlari keluar kelaa.
sepeninggal Micelle David langsung menghampiri Nasya yang masih tak bergeming di tempat duduknya.
entah apa yang iq fikirkan, namun gadis cantik itu tak menghiraukan keberadaan David.
Nasyapun beranjak dari sana. namun, tangan gadis itu langsung di tarik oleh David. hingga membuat gadis itu terjerembab keatas tubuh David.
"lepas! " bentak Nasya seraya memberontak dari dekapan laki-laki itu.
namun, bukanya melepaskan David justru malah semakin mengeratkan pelukanya dan berbisik tepat di telinganya.
"maaf. maafin gue karena gue nggak nepatin janji, " ucapnya.
"ngapain loe minta maaf kita kan nggak ada hubungan apa-apa, " ucap Nasya yang masih berada di pelukanya.
David tak menjawab namun, pelukanya semakin mengerat di tubuh mungi Nasya.
sementara itu, Dikantin Micelle tertegun sesaat saat melihat pemandangan di depanya.
dimana, ia melihat Andrew pria yang singgah dihatinya selama satu tahun setengah itu, sedang menyantap makanan bersama pacar barunya.
bohong jika Micelle tak merasa sakit saat mendapati penghianatan sang kekasih. namun sekuat tenaga, ia berusaha bersekap biasa biasa saja.
dengan segera, ia membeli minuman dan langsung beranjak dari sana.
"eh, tumben loe nggak sama Nasya,? " tanya Rayana.
"nggak. dia lagi males katanya ke kantin" jawab Micelle.
sementara itu, Nasya dan David masih saja dalam posisi mereka.
setelah tersadar, Nasya sekuat tenaga mendorong tubuh kekar laki-laki itu. sehingga, sedikit menjauh darinya.
"jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucapnya berlalu pergi untuk ke uks karena pasti adeganya akan semakin membuatnya malas.
"eh, Nas mau kemana,? " tanya Micelle yang baru saja kembali dari kantin.
"mau uks, " ucapnya seraya berlalu pergi dari sana.
setelah sampai di uks, Nasya langsung merebahkan diri di ranjang uks seraya bermain ponsel.
hingga bel pulangpun berbunyi dan ia bergegas ke kelas untuk mengambil tasnya.
sesampainya di kelas, Nasya melihat ada David dan Micelle yang sepertinya habis menangis.
__ADS_1
"loe kenapa Cell,? " tanya Nasya
"gue masih sakit Nas kalau melihat dia sama orang lain, " ucap Micelle sesenggukan.
Nasya memutar bola mata jengah saat melihat kelakuan sahabatnya.
"mending loe ikut gue ke mall kita shoping, " ucap Nasya langsung menarik tangan sahabatnya itu keluar kelas.
tanpa memperdulikan David yang sedari tadi menatapnya.
sesampainya di oarkiran ternyata sudah ada Rayana dan Audry yang masih setia menunggu.
"ayo?!" ucap Nasya mengintupsi dan semua teman-temanya masuk ke mobil masing-masing.
dalam perjalanan, mobil mereka saling beriringan dan sesekali mereka saling mengobrol
"Nas, loe kok diem aja?" tanya Micelle saat menyadari jika gadis di samping mereka hanya diam.
mereka berkomunikasi lewat earphon yang terpasang di telinga masing-masing.
lima belas menit mereka berkendara, mereka ber empat pun sampai di sebuah mall kecil di kota itu.
kenapa mereka memilih belanja di sana, karena di sana lebih sedikut orangnya dan juga twk banyak kendaraan yang trrparkir.
"Nas, kita beli baju couple yuk buat kita berempat, " ucap Micelle.
membuat Nasya menoleh, " boleh, kita beli warna hitam sama putih ya, jangan pink, " ucap Nasya memperingati.
karena. gadis cantik itu, memang tak mau memakai pakaian yang serba pink. ya walaupun dirinya cewek. tapi merasa geli sendiri jika memakai kaos warna pink.
"iya, tenang saja warna biru kok, " ucap Micelle.
"sip" ucapnya mengacungkan jempolnya. lalu, mereka berempat berbelanja dan membeli cemilan yang sangat banyak.
langkah Nasya terhenti saat menyadari jika sepertinya ada yang mengikutinya.
iapun menoleh dan tak mendapati siapa pun di belakang sana.
"loe kenapa Nas,? " tanya Audry.
"enggak papa, ayo balik yuk udah sore nanti di cariin orang lagi, " ucap Nasya.
dan langsung di turuti oleh sahabat-sahabatnya.
mereka masuk kedalam mobil masing masing dan melajukanya meninggalkan tempat tersebut.
"Nas, kita ke cafe S yuk katanya baru buka dan ramai parah" ucap Audry.
__ADS_1
"boleh tuh kebetulan, gue juga laper,, " ucap Nasya.
BERSAMBUNG.....