
hais si Nasya masih saja berpurapura bahagia. padahal hatinya sedang bersedih.
"ayo kita pulang," ajak Alex pada sang kekasih. Nasya hanya menurut saja saat Alex nenarik tanganya.
pagi harinya, Nasya berangkat kesekolah, diantar oleh Alex yang memang menjemputnya di rumah.
"ayo berangkat," ucap Alex seraya memberikan helm pada kekasinya itu. Nasya menerima, dan mengenakannya.
setelah itu, Nasya naik keatas motor Alex dan segera melesat menuju sekolah. karena memang, Nasya pagi tadi bangum kesiangan.
sesampainya di depan gerbang sekolah, Nasya segera turun dari motor Alex. tak lupa, dirinya membuka helm agar tidak terbawa masuk olehnya.
namun sayang, karna masakah apa, Nasya susah sekali membuka helmya. membuat Alex turun tangan, untuk mmbuka helm tersebut
membat posisi mereja saling ber fmdekatan saling beradu pandang.
posisi mereka yang seperti ini, membuat siaoapun akan mengira, jika mereka sedang berciuman.
tak terkecuali David. laki laki itu, sedang menyusuri sekolah guna mengetahui, siapa siapa saja yang terlambat.
karena dengan begitu, David akan mudah untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka yang terlambat.
namun, sayangnya, sepertinya semesta tak berpihak kepadanya. terbukti denganDavid yang melihat adegan yang membuat hatinya semakin panas.
dengan swgera, David berlalu pergi meninggalkan tempat itu, menuju tempat lain. ia merasa tak sanggup karena harus menyaksikan adegan itu di depan matanya.
Nasya segera masuk kedalam kelas, setelah dirinya diantar oleh Alex, hingga sampai di depan gedung swkolahan.
"Nas," suara seseorang memanggil namanya. membuat si empunya nama, menoleh karena merasa di panggil seseorang.
"kenapa,?" tanya Nasya yang berjalan menghampiri orang terswbut. "eh iya kok loe ada di sini,?' tanya Nasya yang baru menyadari jika mereka berda kelas.
"iyakan hari ini free," ucap Audry. membuat Nasya, mengerutkan keningnya.
__ADS_1
karena nerasa heran. kenapa tiba tiba bisa free. sebab, sekolah mereka termasuk swkolah yang cukup terkenal.
sehingga, jarang sekali ada jam kosong di sana.
"iya, katanya mau ada sidak," ucap Audry membuat Nasya semakin kaget mendengarnya.
"siapa yang mau di sidak,?" tanya Nasya sedikit kepo.
"katanya si Monika sama Leo," ucap Rayana ikut menimpali cerita teman temanya.
"emang mereka kenapa,?" tanya Nasya semakin penasaran.
"katanya mereka di peegoki pihak sekolah, sedang berci**n seraya tel4nj4n9,"ucap Rayana seraya berbisik.
"what,?" pekik Nasya karena merasa terkejut mendengarnya. "kalian serius,?" tanya Nasya uang merasa tidak percaya.
"serius lah, kalau loe nggak percaya, coba loe lihat grub WA sekokahan," ucap Rayana.
Nasya membuka grup whatsap sekolah, dan matanya memnulat sempurna saat mendaoati foto yang sangat tidak layak di posting itu.
membuat Audry dan Rayana, saling berpandangan, kemudian sama sama menatap Nasya yang sepertinya sedang shok itu.
"Nas, loe baik baik aja kan,?" tanya Audry.
Nasya hanya menganggukan kepalanya saja karena masih terlalu shok.
"halah kayak loe nggak pernah aja," ucap seseorang dari arah pintu kelas.
membuat Nasya dan teman temanya, menoleh ke sumber suara. dan mereka mendapati smSisil dan teman temanya, menghampiri Nasya.
"jaga ya tuh mulut, jangan asal jeolak aja," ucap Basya seraya menggebrak meja.
"halah, hangan sok suci deh loe, loe jan udah dua kali ganti pasangan, pasti juga udah diapa apain sama Alex dan David. karena lie dengan gampangnya, balikan sama orang yang jelas jelas nyakitin loe," ucap Sisil.
__ADS_1
plak
satu tamparan keras, mendarat mulus di pipi Sisil. membuat gadis itu, mengerang karena merasakan panas dan kebas di pipinya.
"jaga ucapan loe, atau loe mau gue robek tuh mulut lemes loe," ucap Nasya penuh amarah.
dengan segera, Sisil melangkah pergi meninggalkan Nasya dan teman temanya.
ia merwsa sangat geram karena menurut Sisil, Monika tertangkap karena Nasya.
setelah kepergian Sisil dan teman temanya, Nasya meluruhkan tubunya kelantai.
tubuhnya seakan lunak tanpa tulang setelah mendapatkan kalimat penghinaan dari Sisil.
memang jika di lihat, Nasya seperti gasis gampangan, karena mau dengan dua laki laki sekaligus.
" dahlah Nas, jangan loe fikirin ucapan nenek lampir itu," ucap Audry seraya menenangkan Nasya.
"tapi yang di bilang Sisil emang benar, bahkan dalam waktu dekat ini, gue akan melakukan proses tunangan dengan Alex," ucap Nasya.
membuat jedua temanya, terkejut seketika.
"what,?" pekik mereka serempak.
Nasya hanya menganggukan kepala. mengisyaratkan, jika ucapanya adalah benar adanya.
tiba tiba, sesrorang masuk dan langsung memeluk Nasya dengan erat.
membuat Nasya dan kedua temanya, terkejut atas tindakan orang itu.
"maafin gue Nas," ucapnya seraya sesenggukan. membuat Nasya, semakin bingung di buatnya.
"Cell, are you Oke,?" tanya Nasya untuk memastikan jika temanya itu baik baik saja.
__ADS_1
"fine," ucspnya lirih. setelah itu, Micell mengurai oelukanya dan menatap Nasya dengan perasaan yang sulit di jelaskan