Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 12


__ADS_3

hari ini, adalah hari jum'at. dimqna hari yang di tunggu oleh semua siswa karena pelajaranya hanya sedikit. dan pulang pagi.


seperti halnya dengan Nasya dan teman-temanya yang kini berada di kelas . sedang membereskan buku-bukunya.


"eh nanti sepulang sekolah, kita ke mall yuk cuci mata" ucap Audry memberi usul.


"eh nih anak udah di kelas ini aja" celetuk Micelle yang nenyadari kehadiran Audry dan Rayana di kelasnya.


"yee udah dari tadi kalee" ucap Audry mencebikan bibirnya.


"tau nih kebanyakan chat sama ayang sih samoai temen sendiri dilupain" ucap Rayana mencibir.


"idih biasa aja kalee jomblo sih, makanya pacaran biar tau rasanya di bucinin pasangan" ucap Micelle tak mau kalah.


membuat kedua temanya semakin kesal di buatnya dan hendak membalas perkataan Micelle. baru saja akan mengatakan sesuatu, Nasya segera melerai mereka.


"udah-udah yuk pulang. nungguin kalian selesai berantem, keburu tutup nih pager sekolah" ucap Nasya menghentikan perdebatan ketiga sahabatnya.


mereka akhirnya keluar kelas dan Nasya keluar paling akhir. saat mereka sedang berjalan dengan tenang, tiba-tiba Nasya di tarik oleh seseorang dan membawanya ke aula sekolah.


"lepasin! " sentak Nasya berusaha melepaskan diri. namun tangan tersebut semakin kuat mencengkeram tanganya.


sesampainya di aula, Nasya di hempaskan hingga tubuhnya menghantam tembok.


"aww" pekik Nasya mereasa kesakitan. dan mendongak untuk melihat siapa yang berani menculik si ' primadona' sekolah.


Nasya membilatkan matanya menyadari siapa yang telah menculiknya. ya walaupun masih berada di lingkungan sekolah, namun tetap saja ngeri karena sudah sangat sepi.


"loe, mau apa loe? " tanya Nasya mulai ketakutan. tubuhnya gemetaran dan rasanya tidak sanggup berdiri.


orang yang berada di hadapan Nasya hanya tersenyum menyerigai mendengar pertanyaan Nasya. lalu, tubuhnya mendekat dan membisikqn sesuatu tepat di telinganya.


"loe gak akan pernah bisa lari lagi dari gue setelah ini" ucap pria yang menjepit tubuh Nasya.


"loe gila hah? " ucap Nasya mulai menyerang laki-laki di depanya dengan twndangan, pukulan, dan jurus lainya yang ia kuasai.


namun dengan mudah bisa di tangkis oleh laki-laki tersebut dan langsung memiting tangan Nasya kebelakang. membuat gadis itu meringis kesakitan.


lalu dengan cepat mendorong tubuh gadis itu hingga tersungkur kelantai.


dengan santai, laki-laki itu berjongkok dan mencengkeram dagu Nasya dengan kuat sehingga Nasya merintih kesakitan.


"aww Leon gue mohon jangan sakitin gue " ucap Nasya mulai ketakutan. karena, walaupun ia jago beladiri, ia tetaplah perempuan yang pada dasarnya lemah soal fisik.


laki-laki yang bernama Leon itu semakin mendekat dengan tatapan aneh membuat Nasya bergidik ngeri di buatnya.

__ADS_1


hingga laki-laki itu berdiri tepat di depan dan hendak melakukan sesuatu pada gadis cantik itu. Nasya memejamkan mata saat mengetahui dirinya dalam bahaya.


namun saat merasakan tubuh Leon swmakin mendekat, ia mendengar suara seperti orang sedang berkelahi.


bugh bugh bugh


terdengar pukulan yang sangat keras. Nasya perlahan membuka mata dan mendapati David tengan memukuli Leon.


"dasar an**ng loe beraninya sama kaum lemah" ucap David seraya mendaratkan pukulan demi pukulan di tubuh laki-laki itu.


Nasya berusaha mengentikan aksi David dengan bersusah payah meraih kaki laki-laki tersebut.


"David jangan" ucap Nasya menarik kaki laki-laki itu. membuat David menoleh dan mendapati Nasya sudah bersimpuh di sampingnya.


dengan spontan, David melepaskan tubuh Leon. dan segera menghampiri Nasya yang setengah sadar.


David segera menggendong tubuh Nasya yang terdapat banyak sekali luka yang di timbulkan oleh Leon.


dia menatap wajah Nasya dengan sendu. " maafin gue ya Nas gue lambat nolong loe" ucap David mentap Nasya dalam gendonganya.


tak lama, para security masuk kedalam aula dan langsung mengamankan Leon.


laki-laki itu langsung di giring ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.


sementara itu, David segera beejalan melewati koridor sekolahan. melewati beberapa siswa yang masih berada di sekolah.


termasuk ketiga gadis cantik yang tampak kebingungan mencari keberadaan teman mereka.


siapa lagi jika bukan Micelle, Rayana dan Audry yang tampqk panik menyadari Nasya tidak bersama mereka.


"aduh gawat nih kenapa Nasya bisa hilang? " tanya Micelle.


"ya kita juga gak tau Micelle tadi kan kita jalan duluan" ucap Audry.


saat mereka sedang berdebar, David melewati ketiga gadis cantik itu, dengan menggendong seorang Nasya.


membuat ketiganya langsung menghampiri David.


"kak David kenapa Naaya? " tanya Micelle.


bukanya menjawab, David segera membuka pintu mobil dan meletakkan di kursi penumpang.


"buruan kalau mau ikut" ucap David dan langsung masuk kedalam mobil dan menjalankanya meninggalkan sekolahan.


sementara Micelle, Audry dan Rayana baru tersadar dari lamunanya ketika mobil David sudah pergi.

__ADS_1


"ayo cepet" ucap Micelle dan bergegas menaiki mobil dan melajukanya meninggalkan area sekolah. mengikuti arah mobil David.


"si Nasya kenapa? kenaoa wajahnya babak belur kayak gitu? " tanya Rayana dan mendapatkan gelengan dari Audry dan Micelle.


Rayanapun membuka ponsel karena ingin mengabari Alex. namun, ia malah terkejut saat membuka aplikasi WAnya.


ternyata di sana sudah ramai denganbeebagai foto yang sangat mengenaskan.


"what? " ucap Rayana melotot. "gaes, loe berdua lihat ponsel sekarang! " perintah Rayana.


segera, Audry dan Micelle membuka ponsel masing-masing dan merekapun sama-sama terkejut.


"gila tuh si Leon berani banget nyakitin anak pemilik sekolah" ucap Micelle.


"kita harus segera sampai di rumah sakit " ucap Rayana.


sementara itu, di depan ruang UGD, David tengah mondar-mandir menunggu pintu terbuka.


tak lama, pintupun terbuka dan keluar Dr. Jery dari dalam ruang UGD.


"bagaimana Dok? " tanya David pada Dr. Jery


"kondisi nona Nasya baik-baik saja ia hanya mengalami luka-luka ringan " ucap Dr. Jery.


tak lama, ketiga teman Nasya datang dan menghampiri David dan Dr. Jery.


"apa ada yang serius Dok?" tanya Micelle.


"tidak Nona, Nona Nasya hanya mengalami luka ringan" terang Dr. Jery.


"syukurlah hampir saja kita panik Dok" ucap Audry.


tak lama, seorang pria berseragam sma menghampiri mereka semua.


"gimana keadaan Nasya? " tanya si pria yang tak lain adalah Alex.


semua orang menoleh kearah sumber suara di mana Alex berada.


"Nasya baik-baik aja, Lex loe gak usah khawatir." ucap Audry.


"syukurlah " ucap Alex bernafas lega. sementara David hanya terdiam memandangi Alex sedari tadi.


entah apa yang di fikirkan oleh laki-laki itu, yang jelas David menatap Alex dengan tatapan sulit diartikan.


"kalau begitu gue pergi dulu" ucap David berlalu dari hadapan Micelle dan yang lainya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2