
setelah itu, Nasya masuk ke dalam kamar dan segera membersihkan dirinya.
setelah itu, Nasya membaringkan tubuhnya di ranjang umpuk miliknya.
tatapanya menatap langit-langit kamarnya. dan pandanganya, menatap jauh.
"semoga semua bisa kembali seperti semula, jika perlu ia akan berusaha menghilangkan rasa di dalam hati jika perlu.
setelah lelah memikirkanya, Nasyapun terlelap.
🌸🌸🌸
hari ini adalah jadwal camping yang sudah di sepakati dan sedari pagi, Nasya sudah heboh dengan kegiatanya.
begitupun dengan Tn. Fery dan Ny. Isyana. bahkan, Tn. Fery sampai membatalkan meeting pentingnya demi bisa mengantar sang putri camping.
"Dad, apa nggak berlebihan nih Dady sampai nggak masuk kerja hanya demi Nasya,? " tanyanya seraya memasukan makanan kedalam mulut.
membuat Tn. Fery yang tengah memasukan barang putrinya, menghentikan sejenak aktivitasnya.
"tidak ada yang berlebihan sayang, " ucap Tn. Fery mengelus sayang kepala anaknya.
"sayang, semua sudah siap" ucap Ny. Isyana menghampiri putrinya.
Nasya menganggukan kepala dan melanjutkan aktivitas sarapanya.
setelah selesai makan, segera mereka menuju mobil dan melajukanya menuju sekolah.
ya, semua murid akan berangkat dari sekolah dulu. baru kemudian menuju lokasi camping menggunakan bus travel.
sesampainya di sekolah, Nasya segera di sambut oleh teman-temanya.
"akhirnya, loe datang juga. gue kira loe nggak ikut, " ucap Rayana yang menghampiri Nasya di ikuti Aufry dan Micelle.
"ya kali gue nggak datang, gue juga pengen refresing dan agak sedikit bebas." ucap Nasya seraya melirik tajam kearah sang Dady.
Tn. Fery yang di lirik oleh putrinya, hanya bisa menghela nafas.
di satu sisi, ia juga merasa kasihan sebenarnya. tapi di sisi lain, ia hanya ingin menjaga sang putri. apalagi, Nasya adalah putri satu-satunya. dan sudah pasti, akan ia jaga sepenuh hatinya.
Tn. Fery yang merasa di intimidasi oleh sang putri, membuang pandanganya kearah samping.
dan tak sengaja melihat David yang sedang menatap Nasya.
Dengan perlahan namun pasti Tn. Fery melangkahkan kakinya menghampiri laki-laki itu.
"ikut saya" ucap Tn. Fery segera meninggalkan David saat setelah berbicara.
__ADS_1
David mengangguk dan menurut. melangkahkan kakinya menuju ketempat sepi.
"saya tidak mau basa-basi. yang saya ingin tekankan, jika kamu benar-benar menyayangi anak saya, kamu harus menjaganya dan membawanya pulang dengan selamat, " ucap Tn. Fery datar.
David yang mendengar itu, menganggukan kepala. "baik Om saya akan berusaha menjaga putri kesayangan Om dan saya akan pastikan pulang dengan selamat. " ucap David dengan sepenuh hati.
"hmm saya harap lamu bisa pegang janjimu, " ucap Tn. Fery dan berlalu pergi.
dan di tempat yang sama, ada segerombol gadis yang sedang menatap Nasya dengan tatapan bencinyq.
siapa lagi jika bukan Monila dan teman-temanya.
"loe udah ada rencana apa Mon,? " tanya Sisil seraya ikut mengarahkan pandangannya kearah Nasya.
"nanti, loe semua akan tau dan nanti, kalian bantuin gue, " ucap Monik dengan serigaian liciknya.
"kamu hati-hati ya di sana, jangan keluyuran yang gak jelas" ucap Tn. Fery.
membuat Nasya memutar bola mata malas karena sejak pagi. nasehat itu ia dengar.
"Dad, aku itu mau camping di hutan bukan mau nongkrong di cafe, " ucap Nasya yang sedikit kesal
setelah semua berkumpul, para guru mengintupsikan semua siswa untuk masuk kedalam bus yang sudah di sediakan.
dan Nasya kebagian bangku belakang bersama David. dan tampak, senyuman pria itu mengembang sedari tadi.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, rombongan sampai di lokasi camping.
para siswa segera berhamburan keluar tepat, saat para guru mengintrupsi.
setelah semua keluar, mereka berkumpul untuk melakukan apel selamat datang.
lalu, mereka segera membangun tenda untuk segera istirahat.
Nasya yang satu kelompok dengan Micelle dan teman sekelasnya, segera membersikan rumput untuk m3ndirikan tenda.
setelah tenda sudah jadi, Nasya dan kelompoknyapun segera masuk ke dalam tenda untuk beristirahat.
"gila capek banget si " ucap Nasya seraya mendudukkan tubuhnya di atas karpet.
"iya, kita masak sekarang atau nanti,? " tanya Micelle.
"nanti saja Cell gue mau rebahan dulu," ucap Nasya seraya milai memejamkan matanya.
Nasya dan Micelle memqng anak orang kaya. tapi mereka jiga pandai memasak. walaupun Nasya selalu di larang oleh sang Momy dengan alasan konyol menurutnya.
"Nas, momy gak mau kamu masak lagi momy masih sanggup membayar seratus maid asal kamu tau. biar kamu nggak usah capek masak"
__ADS_1
begitulah pesan yang di sampaikan sang momy setiap Nasya pergi kedapur.
ia beranggapan, bahwa wanita itu harus bisa masak agar bisa melayani suami dengan baik. walaupun, banyak laki-laki yang jago juga memasak.
namun, menurut Nasya perempuan yang bisa masak itu, nilai estetiknya akan terlihat.
sore harinya, Nasya dan Micelle, memutuskan untuk pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.
dan kebetulan, Nasya hanya pergi berdua saja dengan Micelle. dan tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengikuti dirinya dari belakang.
"Nas, kok nggak ada ya kayu bakarnya,? " tanya Micelle yang sedari tadi melihat kearah kiri dan kanan
"mungkin di dalam ada banyak, " ucap Nasya segera melangkahkan kakinya menuju dslam hutan.
" tunggu Nas, kita pasang tanda di sini dulu aja," ucap Micelle memberikan tanda pada batang pohon dengan tinta warna merah.
setrlah itu, mereka berdua berjalan masuk kedalam hutan untuk mencari kayu bakar.
setelah selesai, Nasya dan Micelle hendak kembali. namun, saat Nasya meraba lehernya, ia membulatkan matanya karena ternyata kalung yang ada di lehernya sudah hilang.
"mampus gue mana nih" ucapnya seraya memqndangi rerumputqn.
"loe nyari apa Nas,? " tanya Micelle yang memang tampak kebingungan.
"Cell, sepertinya kalung gue jatuh, " ucapnya seraya masih terus menunduk.
"hah, kok bisa jatuh sih Nas,? "tanya Micelle.
"nggak tau perasaan tadi masih ada, " ucapnya sembari pandanganya masih sibuk mencari kalungnya. "loe balik duluan aja, " sambungnya.
"nggak lah gue temenin, " ucap Micelle yang kini ikut berjongkok untuk mencari kalung Nasya.
"terus gimana nanti sama yqng lain kalau masih di sini,? " tanya Nasya seraya mendongak.
"tapi le,. " ucap Micelle.
"gue nggak papa lagipun loe udah ngasih tandakan sama salah satu pohon, " ucap Nasya.
akhirnya dengan berat hati, Micelle meninggalkan Nasya sendirian.
tanpa mereka sadari, jika seseorwng membuntuti mereka dan mengubah tanda jalannya.
"mam**s loe " ucspnya tersenyum sinis dan langsung pergi dari lokasi itu.
sementara itu, Nasya yang masih mencari, tiba-tiba mrnjerit girang karena kalungnya sudah ketemu.
"akhirnya ketemu, " ucapnya girang dan langsung pergi mennggalkan area hutan itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG