
setelah David pulang, Nasya segera masuk ke dalam rumah dan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
ceklek.
ia membuka pintu kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. seraya matanya menerawang jauh keataa plafon.
ia masih tak menyangka, jika dirinya bisa menjadi kekasih dari orang yang menurutnya sangat menyebalkan baginya.
tak lama, dirinya bangkit dari kasur dan segera mwraih benda pipih di atas nakas. baru saja dirinya ingin menghubungi seseorang, suara ketukan pintu dari arah luar, membuat Nasya mengurungkan niatnya itu.
"nona, di bawah ada Nyonya dan Tuan, " ucap Pak Kim dari arah luar kamarnya.
"ya Pak, sebentar, " ucapnya seraya bangkit dari kasurnya.
Nasya segera berjalan kearah luar kamarnya dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah. di mana di aana, sudah ada kedua orangtuanya.
" Mom, Dad, kok kalian cepet banget pulanya,? " tanya Nasya saat durinya sudah mendudukan bokongnya di samping orang tuanya.
membuat kedua orang tuanya menjadi heran karena tingkah putri mereka.
"menuangnya kenapa, kalau kami pulang cepet,? " tanya Tn. Fery penuh selidik.
membuat Nasya, memutar bola mata malasnya. " bukan begitu maksudnya Dad, kan katanya mau nginep di rumah Tante Rita,? " tanya Nasya.
"oh, nggak jadi sayang, soalnya Tante Ritq nggak jadi menikah,"ucap Ny. Isyana pada putrinya itu.
membuat Nasya mencelakakan mata, karena terkejut sekaligus tak percaya.
"hah, kok bisa Mom,? " tanya Nasya yang masih sedikit syok.
"iya, karena calon suaminya, mendadak hilang kontak dan setelah di cari, taunya malah kabur, " ucap Ny. Isyana seraya memandang Iba dengan teman kuliahnya itu.
membuat Nasya bergidik ngeri membayangkan jika dirinya ada di posisi Tante Rita, apa yang akan darinya perbuat untuk menyembunyikan rasa malunya.
"duh, nggak kebayang ya, Mom Dad, gimana malunya tante Rita," ucap Nasya ikut merasakan sakit hsti yang di rasakan oleh teman Momynya itu.
merekapun mengobrol dan bercanda dengan satu sama lain. menciptakan kehangatan dalam keluarga itu.
pagi harinya..
seperti biasa, Nasya bangun pagi dan segera berangkat sekolah. ksrena hari ini adalah hari senin. karena upacara.
"pagi Mom, Dad, " ucap Nasya seraya menghampiri kedua orang tuanya dan memeluk keduanya dan mengecup pipi keduanya.
"pagi sayang, morning Ptincess " ucap mereka secara bersamaan.
Nasya duduk di meja makan, dan langsung menuangkan nasi goreng di piringnya. dan segera, memakanya.
orang tua Nasya saling berpandangan melihat kelakuan putrinya.
__ADS_1
memang Nasya sangat kecil badanya, tapi jika soal makan, Nasya adalah jagonya. namun demikian, tubuh gadis itu tak pernah melar ataupun gendut.
membuatnya, bebas untuk makan sebanyak mungkin tanpa takut gendut.
"Mom, Dad, Nasya pamit berangkat sekolah dulu ya, " ucapnya seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"hati hati ya, jangan ngebut, " ucap Ny. Isyana memperingati.
setelah selesai makan, Nasya segera meraih kunci mobilnya dan mengendarainya menuju sekolahnya
Nasya hanya menganggukan kepala dan berjalan menuju mobilnya.
setelah sekitar lima belas menit, dirinya sampai di depan gerbang dan segera masuk kedalam area sekolah.
memarkirkan mobilnya di area parkiran khusus mobil.
setelah itu, dirinyw keluar dan segera menuju lapangan.
karena, sebentar lagi, upacara bendara akan segera dimulai.
dirinya berbaris di barisan paling akhir dan bergabung dengan Leo dan yang lain.
"hai primadona sekolah, " ucap teman teman Leo menyapa.
membuat Nasya tersenyum tipis dwn membuat para pemuda itu, histeris.
membuat Leo dan teman temannya yang lain, menyorakinya.
huuuu
"iri, bilang bos! hahay pal pale pal pale," ucap siswa itu mencibir. membuat Nasya tertawa lepas.
tak lama, upacara bendera di mulai dan tanpa mereka sadari, ada yang menatap tajam kearah Nasya dari belakang barisan para siswa.
setelah selesai upacara, semua suswa berhambur keluar dari lapangan menuju kelas masing masing, begitupun dengan Nasya.
gsfis itu, dengan santainya berjalan beriringan dengan Leo tanpa memikirkan perasaan orang lain.
tampaknya, gadis cantik itu, melupakan status dirinya yang memiliki kekasih. ia merasa senang senag saja, saat sesekali, Leo menggodanya.
dan dirinya, baru tersadar, saat mendengar namanya di panggil oleh seseorang dari belakang.
"Nasya, " panggil seseorang
Deg
"mamp** loe Nas, " ucapnya seraya merutuki kebodohannya itu.
dengan segeea, Nasya menoleh ke belakang, dan mendapati David sudah berada di sana, seraya bersendakap dada, seraya menatap dirinya tajam.
__ADS_1
"loe ikut gue, " ucapnya tsk terbantahkan. dan dengan patuh, Nasya mengikuti Davif keruang osis. dengan wajah menunduk.
setelah sampai di depan pintu ruang Osis, David segera menyuruh kekasihnya itu masuk.
"duduk, " ucap David. dan lagi lagi, Nasya hanya menurut saja.
"enak ya, yang habis ketawa ketawa sama laki laki lain, " ucap David dengan nada menyindirnya.
membuat Nasya mendongak keatas untuk melihat wahah kekasihnya itu.
terlihat jelas, disana David sedang menahan kekesalanya.
"siapa yang ketawa dengan laki laki lain, ?" tanya Nasya mencoba berkilah.
membuat David, menghembuskan nafas kasar mendengar ucapan gadis kesayangannya itu.
"masih nggak mau ngaku juga,? hmm" ucap David seraya menatap tajam.
"huh, iya iya aku salah, minta maaf deh, " ucapnya seraya mengerucutkan bibirnya.
membuat David tersenyum manis melihat ekspresi kekasihnya itu.
"huh, gitu aja nggak boleh, " ucso Nasya menggerutu.
"aku denger loh my Swete, " ucapnya seraya berbisik di telinga kekasihnya itu.
"huh, dahlah aku mau balik, " ucap Nasya yang langsung beranjak dari duduknya.
namun, dengan cepat, tangan kekar itu, menarik tangan gadis itu. hingga gadis itu terjerembab ke dakam pelukan David.. sejenak, pandangan mereka bertemu
hingga Nasya yang tersadar dan segera, melepaskan diri dari dari pelukan kekasihnya itu.
"ih, bilang aja modus, " ucap Nasya mencibir. tak lama, pintu ruangan itu terbuka dan menampakan Marcell yang sudah berdiri di sana.
membuat Nasya merasa was was di buatnya. bagaimana kalau pembicaraan mereka terdengar ol3h Marcel,? dan bagaimana kalau Marcel tau, kalau mereka pacaran,?
berbagai oertanyaan muncul di otaknya dan membuat Nasya bergidik sendiri.
"Nas, loe ngapain di sini,?" tanya Marcell. membuat gadis cantik itu, tersadar dari lamunanya.
"eh, iya gue abis di hukum sama tuh ketua osis, " ucapnya seraya menunjuk David dengan dagunya. lalu, melangkah me inggalkan ruang osis.
Nasya naduk kedalam kelasnya. dan disana, sudah ada Micelle yang sedang mencatat tugas dari guru Kimia.
"dari mana,? " tanya Micelle tanpa menoleh kearah Nasya. saat gadis itu baru saja mendudukkan dirinya di sebelah Micelle.
"hmm habis dari ruang Osis, kena hukuman, " ucap Nasya seraya m3mbuka bukunya. dan memulai menulis materi yang berada di papan tulis.
BERSAMBUNG......
__ADS_1