
pagi harinya, David berangkat sekolah seperti tergesa-gesa.
ia sampai tidak sarapan karena memang sedang terburu-buru.
"nak, sarapan dulu, " ucap Ny. Nadira setengah berteriak karena sang putra sudah berada di ambang pintu.
"gak usah bun, nanti saja. David buru-buru, " ucapnya seraya berlari meninggalkan rumah.
Ny. Nadira hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum. tak lama, Tn. Hendri datang menghampiri isterinya.
"pagi bunda, " ucap Tn. Hendri seraya mengecup kepala isterinya.
" pagi ayah, ayo sarapan dulu," ucap Ny. Nadira seraya mebggeser kursi untuk suaminya duduk dan mengambil makanan di piring suaminya itu.
pantas saja, David sangat romantis dan lembut, rupanya anak muda itu belajar keromantisan secara otodidak.
yaitu melihat keromantisan ayah bundanya yang tak peenah lekang oleh waktu.
Tn. Hendri tersenyum hangat menatap wajah wanita yang sudah menemaninya hampir dua puluh tahun terswbut.
wanita yang tak pernah berubah sedikitpun padanya walaupun sudah tergerus zaman.
🌸🌸🌸
sementara itu, di halaman sebuah rumah mewah, terlihat seorang pria tampan tengah menunggu seseorang di depan pagar.
berkali-kali, penjaga itu menyuruhnya masuk agar tak kepanasan. namun, selalu di tolak oleh pria tersebut ia memilih menunggu di luar pagar.
dari dalam sana, sepasang mata nenatapnya dengan tatapan menyelidik.
lalu, ia berjalan menghampiri David yang berada di luar pagar rumahnya.
"penjagapun mempersilahkan saat pria oaruh baya itu, meminta di bukakan pagar besinya.
setelah pagar terbuka, terlihat pria paruh baya itu sedang berbincang-bincang dengan David.
terlihat jelas, David beberapa kali menganggukan kepala dan tersenyum hirmat. entah apa yang mereka bicarakan, hanya mereja berdua yang tau.
tak lama, senyum pria itu terukir saat melihat gadisnya mrlangkah menuju dirinya.
"kenapa nggak masuk aja,? " tanya gadis di depanya dengan sedikit ketus.
David menggeleng seraya tersenyum lembut pada gadis yang telah paten memiliki hatinya.
"gak papa, gue kuat kok nunggu loe berjam-jam. nunggu loe putus dari Alex aja gue sanggup, apalagi cuma nunggu loe setengah jam, " ucap David.
entah gombalan macam apa yang di berikan pria didepqnya itu, sehingga nembuat Nasya sedikit gugup karena deg-degan.
segera, gadis itu menepis perasaanya yang tiba-tiba berbunga-bunga.
"gombal aja terus, nggak akan mempan sama gue, " ucap Nasya ketus lalu naik di atas motor laki-laki itu.
__ADS_1
David tersenyum tipis mendengar penuturan gadis di belakangnya itu.
"gue pasti bisa daoetin hati loe, " guman David bertekad dalam hatinya.
tak lama, ia melajukan kuda besinya menuju sekolah sepanjang jalan, Nasya hanya diam dan cenderung David yang lebih banyak bicara.
sesampainya di parkiran sekolah, Nasya segera turun dari motor. sebelum benar-benar pergi, gadis cantik itu mengucapkan terimakasih.
"makasih, " ucap Nasya dan langsung berlalu pergi tanpa menunggu jawaban David.
laki-laki itu hanya tersenyum seraya menganggukan kepala.
ia teringat dengan percakapanya tadi pagi bersama Tn. Fery.
Flasback On.
"kamu menyukai anak saya kan,? " tanya Tn. Fery secara tiba-tiba membuat David tertegun sesaat. antara kagetvdan gugup menjadi satu.
Dengan ragu-ragu, David menggelengkan kepala ada rasa takut saat akan menjawab jujur. karena ia sadar akan statusnya yang hanya anak pengusaha biasa.
apalagi dengan perkataan bundanya tempo hari membuat David semakin gusar.
tiba-tiba, sebuah tepukan menyadarkannya dari lamunan.
"saya mendukungmu untuk mendekati anak saya, asalkan kamu serius, " ucap Tn. Fery menatap lurus kearahnya.
" tapi, saya..." ucapanya terhenti karena di sela oleh Tn. Fery.
"saya harap, kamu mau menjaga anak saya apalagi jika dia di ganggu oleh Alex, " ucapnya lalu berlalu pergi.
meninggalkan David yang termenung diatas motornya.
Flasback of.
sementara Nasya melangkahkan kaki menyusuri koridor sekolah, untuk menuju kelasnya.
sesampainya di kelas, Nasya langsung mendudukan diri di bangkunya seraya menopang dagu.
"woelah, pagu-pagi udah ngelamun aja, " ucap Micelle yang baru datang.
membuat gadis cantik itu menoleh sesaat lalu, kembali menatap kedepan.
entah apa yang gadis itu fikirkan sehingga mendadak jadi gadis pendiam.
"gimana, loe udah bilang sama momy dady loe,? " tanya Micelle. ia teringat akanpercakapan mereka kemarin sore.
Nasya menganggukan kepalanya seraya tersenyum tipis, " udah dan gue bilang jangan buat peeusahaan papanya Alex bangkrut, wakaupun mereka sudah salah sama gue, " ucap Nasya.
membuat Micelle tercengang mendengar penuturun sahabatnya itu.
sejak kapan seorang Nasya menjadi sosok ibu peri, karena biasanya ia akan bersikap seperti Devil jika ada orang yang mengganggunya.
__ADS_1
"loe serius maafin dia,? " tanya Micelle masih merasa tak percaya.
"seriuslah Cell gue juga masih punya hati kali, " ucap Nasya melirik tajam sahabatnya.
jam istirahatoun berbunyi, semua siswa/i berhambur keluar dari ruang kelas menuju kantin.
vegitupun dengan Nasya dan Micelle yang juga keluar kelas. dan mereka berdua berpapasan dengan Monika dan teman-temanya.
Monika menatap penuh kebencian pada Nasya. karena gara-gara gadis itu, ia di campakan oleh Alex.
"Cicken, " ucap Monik seraya menabrak pundak Nasya. membuat gadis itu mendelik tajam.
"dasar mak lampir! " seru Micelle nemaki Monika yang sudag pergi menjauh dari kelas.
sesampainya di kantin, Micelle masih saja menggerutu dengan kejadian tadi.
"huh, dasar nenek lampir pepecor! " seru Micelle seraya nendudukan dirinya smdengan kasar.
membuat Audry dan Rayana saling pandang. " kenapa loe,? " tanya Audry.
"biasa ketemu mak lampir monika, " ucap Micelle yang masih merasa panas.
"udahlah Cell jangan marah-marah terus, gimana kalau kita ke mall ngademin mata, " ucap Nasya memberi usul.
"setuju, tapi loe yang traktir ya, " ucap Audry. membuat Micelle mendelik tajam kearahnya.
Audry hanya terkikik pelan.
tanpa mereka sadari, ada sepasang mata dan sepasang telinga yang melihat dan mendengar percakapan empat gadis cantik itu.
setelah selesai makan, mereka semua berpencar karena Audry dan Rayana akan keperpustakaan. sementara Micelle ingin menemui sang kekasih.
karena sudah hampir seminggu ini, pria itu berubah sikap pada Micelle. membuat gadis itu khawatir.
Nasya mau tak mau, kembali kekelasnya seorang diri ia melewati koridor sekolah seorang diri.
hingga sebuah tangan, menariknya dan membawanya keruang aula yang sudah tak terpakai.
bayangan tentang kejadian itu, tiba-tiba beroutar di otaknya seperti kaset rusak.
mendadak, Nasya menjadi gemetar dan lututnya lemas.
"ma-mau apa loe, " ucap Nasya gemetar.
"sstt tenanglah ini gue, " ucap seseorang yang menurut Nasya sangat familiar.
dengan ragu, Nasya mendongakkan kepala dan menatap orang yang ada di deoanya.
sesaat, mata mereka bertemu dan jantung Nasya tiba-tiba berdegup kencang.
BERSAMBUNG......
__ADS_1