Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
Chapter 33


__ADS_3

sesampainya di rumah, Nasya dan kawam kawanya segera masuk. dan kebetulan, Dadynya belum berangkat kerja.


"Dad, " ucap Nasya saat sudah berada di dalam rumah.


"My Princess, sini sayang Dady kangen lho, " ucap Tn. Fery merentangkan tangannya memeluk sang putri.


"kangen kok nggak di jemput, mana disuruh tinggal di rumwh sakit lagi, " ucap Nasya menggerutu. membuat semua orang yang berada di sana terkekeh pelan.


"Nas, kita pulang dulu ya, " ucap Micelle saat mereka sudah berada di kamar Nasya.


"hmm hati hati ya kalian ," ucap Nasya.


mereka bertiga mengangguk dan keluar dari kamar Nasya.


setelah ketiga temanya pulang, Nasya merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


tiga hari tak menempati kasur miliknya, membuat gadis itu merasa rindu.


hais lebay deh loe Nas hehe. canda ya Nas.


baru sebentar ia memejamkan mata, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. membuatnya membuka matqnya kembali.


"Nas, diluar ada David, " ucap sang Momy memanggilnya.


dengan tenang, Nasya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


disana memang sudah ada David dan Dadynya yang sedang mengobrol. dan obrolan mereka terhenti saat melihat Nasya menghampiri mereka.


"kalau begitu, Dady keluar dulu kalian ngobrol saja, "ucap Tn. Fery dan berlalu pergi.


menyisakan dua anak manusia yang kini sedang berhadapan.


"ngobrol apa sama Dady,? " tanya Nasya membuka percakapan.


"hanya soal bisnis, " ucapnya seraya tersenyum tipis. membuat Nasya mengangguk mengerti.


David menarik tangan sang kekasih dan menggenggamnya seraya meletakan didada.


"kenapa,? " tanya Nasya yang merasa heran dengan tingkah kekasihnya itu.


David hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum manis pada Nasya.


"nggak papa, cuma mau mengang tangan halus loe aja, " ucapnya seraya memainkan jari lentik Nasya.


membuat Nasya, tersenyum tipis mendengarnya. pipinya memerah karena merasa malu.


"kenapa muka loe,? " tanya David.


"nggak papa, " ucapnya seraya masih tersenyum tipis.

__ADS_1


membuat David semakin gemas saja di buatnya dan semakin senang menggodanya.


"nggak papa kok merah tuh muka,? " tanya David semakin menggoda.


"ish nyebelin!! " ucapnya seraya memukul lengan kekasihnya itu.


membuat David tertawa lepas dan membuat Nasya semakin cemberut.


"loe cantik dan ngegemesin kalau lagi ngambek gini, gue suka, " ucapnya seraya tersenyum tipis.


membuat Nasya meronta untuk melepaskan tanganya dari dekapan David.


nsmun, bukanya melepaskan, David justru malah semakin menggenggam tanganya.


"nyebelin loe, " ucapnya seraya cemberut.


tak lama, mereka terdiam dengan fikiran masing masing dengan tangan Nasya masih di genggaman kekasihnya itu.


"Nas, tadi kenapa loe nggak ngangkat telepon gue,? " tanya David sedikit sewot karena teringat dengan kejadian di Cafe tadi.


"kan tadi ada temen temen gue, dan loe tau sendirikan, gue belum siap kalau temen temen gue tau, " ucap Nasya seraya menatap kearah David.


membuat David menghela nafas panjang seraya tersenyum tipis kearah kekasihnya itu. mungkin untuk saat ini, yang bisa dilakukan pria itu, hanya bisa bersabar.


"kita tuh udah kayak maling yang ketahuan tau nggak,? " gerutu David. membuat Nasya, tersenyum manis. membuat David yang tadinya cemberut, menjqdi ikut tersenyum.


"kenapa nggak boleh senyum di luar rumah,? " tanya Nasya.


"nggak boleh, nanti banyak orang yang naksir sana loe, " ucap David. membuat Nasya, memutar bola mata malas.


huh gombalin ceweknya aja terus si David. benar benar bucin.


sebenarnya David sedang memendam kecemburuan pada Leo, membuatnya kesal sendiri jika mengingat hal tadi.


"nanti, kalau sudah menikah, gue nggak mau loe ketemu sama cowok lain selain gue, " ucapan David. membuat Nasya seketika tersedak air liurnya sendiri.


uhuk uhku uhuk


"kenapa,? " tanya David yang merasa bingung karena mrlihat kekasihnya tersedak. padahal mereka tak minum apa apa.


"loe yang apa apaan,? ngomong kok sembarangan, " ucap Nasya sewot.


membuat David semakin kebingungan di buatnya.


"emang gue ngomong apa,? " tanya David.


"ya loe ngomong soal nikah aja, padahal kita masih muda dan perlu di ingat, gue nggak mau nikah muda, gue masih pengen mrnikmati kebebasan dalam hidup gue, sebelum di sibukan dengan urusan anak dan suami, " ucap Nasya.


membuat David memasang wajah datarnya. pupuslah harapan untuk menikah muda. karena hal itu yang membuatnya semangat untuk bekerja sejak dini. agar bisa mewujudkan impiannya. yaitu, menikah muda.

__ADS_1


tapi, dirinya sepertinya harus bersabar karena Nasya ternyata tak menginginkan nikah muda.


"loe emang mau menikah muda,? " tanya Nasya tiba tiba.


dan dengan spontan, Pria itu menganggukan kepala seraya tersenyum tipis.


"loe tau nggak menikah tuh seperti apa,? " tanya Nasya yang merasa heran ka4ena jekasihnya itu dengan entengnya menyebutkan tentang pernikahan.


David mengangguk mendengar pertanyaan kekasihnya itu.


"gue tau sayang, " ucap David membuat Nasya tersenyum


"terus kalau loe tau, kenapa enteng banget ngomong pernikahan,? " tanya Nasya tak habis fikir dengan pemikiran kekasihnya itu.


"simpel saja sih Nas, gue pengen nikah muda karena gue mau anak gue bisa jadi teman buat gue, " ucap David tanpa Dosa.


membuat Nasya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kekasihnya itu.


"menikah itu, menyatukan dua orang menjadi satu, menyatukan isi kepala mereka agar bisa balance satu sama lain, " ucap Nasya menjelaskan.


berharap David mengerti dengan apa arti pernikahan yang sesungguhnya.


"gue tau sayang, gue juga gak bodoh dan gue udah siap dengan semua konsekuensi dari apa yang gue lakukan, " ucap David. membuat Nasya menghembuskan nafas panjang.


"tapi, gue yang belum siap Vid, gue masih mau bebas dan madih mau menikmati masa muda gue, " ucap Nasya. membuat David tersenyum.


"gue tau kok, dan gue akan siap menunggu sampai loe siap, " ucapnya tersenyum manis pada kekasihnya itu.


merekapun mengobrol dan membahas pelajaran yang nggak Nasya mengerti. dan David dengan sabar, memberikan penjelasan hingga gadis itu mengerti.


"besok, gue ada kelas untuk chers jadi besok, gue pergi sendiri, " ucap Nasya seolah mengingatkan jika dirinya tak ingin di antar.


"tapi, gue boleh nganterin loe kan,? " tanya David. dengan cepat, Nasya menggelengkan kepalanya.


"nggak boleh, " ucapnya tegas. membuat David harus banyak banyak bersabar.


karena memang, kekasihnya itu keras kepala sekali. entah apa yang membuat gadis cantik itu ingin menyembunyikan status hubungan mereka.


membuat Davidpun akhirnya mengalah dan memilih mengangguk tanda bahwa laki laki itu setuju.


"loe naik apa,? sama siapa,? " tanya David yang beberapa menit terdiam.


"emm sama Audry sama yang lain, " ucap Nasya dengan ekspresi datar.


"oh, tapi nanti kabari gue ya kalau udah sampai, " ucap David.


"nggak janji, " ucapnya kembali pada ponselnya.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2