
sesaat, pandangan mata mereka bertemu. dengan lembut, David menyentuh wajah gadis cantik itu.
membuat Nasya merasakan hal aneh dan untungnya, ia segera tersadar dan menepis tangan besar David.
"loe mau apa sebenarnya,? " tanya Nasya tanpa basa-basi. nembuat David tersenyum simpul.
"gue cuma mau, loe nggak usah pergi, " ucap Daavid seraya masih menatap Nasya.
"hah, maksud loe apasih, " tanya Nasya bingung pada ucapan laki-laki itu.
"gue gak mau loe pergi sendiri ke mall bareng sama temen-temen loe, " ucap David.
membuat Nasya menautkan alis nerasa bingung, " hah, maksud loe apa larang-larang gue, terserah gue lah, kok loe ngatur, ucap Nasya seraya mendorong tubuh kekar David.
membuat laki-laki itu sedikit menyingkir karena dorongan Nasya.
"loe itu mesti sadar diri, kita itu hanya pacaran pura-pura, gak lebih dan nggak kurang! " ucap Nasya penuh penekanan.
David sedikit tersenyum mendengar ucapan gadis itu, " memang kita hanya berpura-pura, tapi tentang perasaan gue itu sungguhan," ucap David.
membuat Nasya, memutar bola mata malas. " udahlah gak usah ngegombal mulu! nggak mempan tau, " ucapnya seraya mendegus kesal dan berlalu pergi
sepulang sekolah, mereka berempat langsung menuju mall terbesar di jakarta dan mulai berbelanja.
bak kaset, kejadian waktu itu kembali terulang. bedabya, sekarang Nasya yang seperti melihat Andrew pacar Micelle sedang menggandeng mesra seorang cewek.
"gaes, gue ke toilet sebentar ya, " ucap Nasya dan beranjak pergi.
ia memang pergi ke toilet. dan di dalam toilet, Nasya mendengar suara aneh. seperti mendengar sesuatu. tak lama, ia melihat seseorang yang ia kenal keluar dari dalam toilet.
"Andrew, sama siapa dia,? " tanya Nasya pada dirinya sendiri.
tak sadar, Nasya mengikuti langkah laki-kaki itu hingga langkahnya terhenti di sebuah parkiran khusus motor dan melihat Andrew sedang me**t bibir perempuan itu. sontak saja, Nasya segera memejamkan matanya.
"oh, astaga apa yang gue lihat barusan,? " tanyanya dalam hati. " jangan sampai Micelle melihat ini, " lanjutnya yang hendak berlalu pergi.
namun sayang, Micelle sudah melihat semuanya. hingga membuat gadis cantik itu membeku di tempatnya.
"Andrew! " ucap Micelle seraya menjerit histeris. dan detik berikutnya, ia menghampiri kekasihnya itu dan segera menarik tangan Andrew yang sedang merengkuh pinggang wanita itu.
"apa yang kamu lakukan,? " tanya dengan mata memerah bersiap akan murka. " kau bilang, jika kau membenci perselingkuhan. tapi, kenapa sekarang kau justru yang berselingkuh hah,? " ucapnya seraya memukul dada sang kekasih.
__ADS_1
bukanya menyesai, Andrew justeru tertawa seraya mencibir gadis itu, " seharusnya loe tau apa kesalahan loe, loe itu terlalu monoton kalau pacaran, gak bisa have fun seperti kebanyakan orang, gue bosen sama loe, " ucap Andrew.
Plak
satu tamparan mendarat mulus di wajah laki-laki itu, membuatnya menatap tajam Micelle
"terus apa arti omongan loe dulu yang gak mau ada kata penghianatan, hah,?" tanya Micelle.
"itu dulu, dan sekarang gue berubah fikiran dan loe gak usah ke GR, an karena gue bukan cinta beneran sama loe, yang gue cintai hanya dia, " ucap Andre seraya mebgecup kekasih barunya dan mendorong Micelle. hingga gadis itu terhuyung ke belakang dan hampir jatuh,
untung saja ada seseorang yang menangkap tubuh Micelle.
"loe, lakik bukan, kalau loe laki, jangan pernah loe main kasar, " ucapnya yang tak lain adalah David.
ya. laki-laki itu adalah David. ia mengikuti Nasya dan teman-temanya hingga ke mall dan tak sengaja melihat adegan dramatis itu.
"awas loe, " ucap Andrew yang langsung berlalu pergi dari sana.
sementara Nasya dan kedua temanya, langsung menghampiri dan memeluk sahabatnya yang menangis histeris di dalam pelukan para sahabatnya.
"sebaiknya gue anter loe pulang ya, " ucap David menatap Micelle yang terlihat sangat kacau itu.
bahkan ada yang hingga mengakhiri hidup hanya demi lelaki. namun percayalah bahwa mental seseorang itu berbeda-beda.
mungkin bagi kita yang bermental kuat, hal seberti itu malah terlihat alay dan lebay.
tapi, bagi mereka hal itu adalah wajar
oke, kita kembali pada gadis cantik itu dengan masih sesenggukan menurut dan menaiki motor David dan melajukanya, meninggalkan tempat tersebut.
"huh, dasar semua cowok sama saja, " gumam Nasya tanpa sadar. dan masih terdengar oleh Audry.
"hayoloh, loe jelause kan,!?" tanya Audry seraya menggoda Nasya.
"ish paan sih, lagian gue kan cuma pacar pura-puranya David dan dia bukan tipe gue, " ucap Nasya sedikit ketus.
di mulut memang berkata demikian, namun di hati beda lagi,
sementara itu, Micelle menangis sepanjang jalan dan terus nenerus memukul dadanya yang terasa sesak.
David membawanya di sebuah bukit dan sesaat, ia menyuruh gadis itu turun.
__ADS_1
"kita ngapain kesini kak,? " tanya Micelle yang juga ikut turun.
"loe bisa mengeluarkan semua isi hati loe di tempat ini" ucap David duduk di sebuah batu.
Micelle mngangguk mengerti dan langsung berteriak, " aakhh gue benci loe Andrew, kenapa gue bisa suka sama loe, " teriak Micelle seraya memukul-mukul dadanya.
setelah puas menangis dan mengeluarkan semua isi hatinya, David mengajaknya pulang.
"makasih kak," ucap Micelle saat sudah sampai di depan rumah gadis itu.
David hanya mengangguk dan tersenyum kecil. "kalau loe, ada masalah apapun, loe bisa cerita sama gue, gue siap dengerin loe curhat kok, " ucap David.
sungguh, sebenarnya ia tak memiliki niat apapun. niatnya cuma satu menolong orang yanh kesusahan dan memberikan kekuatan pada mereka.
"iya, makasih sekali lagi ya kak, " ucap Micelle.
David hanya mengangguk, dan langsung tancap gas meninggalkan rumah Micelle.
beberapa hari kemudian...
kini, hubungan David dan Micelle semakin dekat dan itu membuat Nasya menjadi sedikit tak nyaman.
"ish apaan coba, kenapa jadi gue yang gak nyaman, " ucapnya dalam hati seraya mencoret-coret kertanya, " ish nyebelin!! " teriak Nasya seraya meremat kertas yang baru saja ia coret
tak lama, muncul Micelle dengan wajah yabg tak lagi murung, maklum lah. beberapa hari ini, Micelle selalu saja bersedih dan masih suka menitihkan air matanya.
"eh, Cell darimana,? " tanya Nasya mengubah ekspresi wajahnya.
ia dan teman-temanya masih seperti biasa. walaupun, Nasya merasa sedikit sesak saat David memberi perhatian pada Micelle.
gak mungkinlah gue suka sama dia, " gumanya menyangkal perasaanya sendiri.
"oh, ini gue habis belajar matematika aama David, " ucap Micelle tersenyum lebar.
"oh, " ucap Nasya yang hanya memberikan respon sekenanya saja.
jujur, ia masih menampik, jika ia sudah mulai jatuh cinta pada sosok David.
BERSAMBUNG..........
JANGAN LIPA TINGGALKAN JEJAK GAES
__ADS_1