
membuat David tertegun sesaat. lalu, menatap lekat kearah sang kekasih yang terlihat tengah menunduk.
"memangnya, kenapa kalau semua orang tau,? kan loe bukan selingkuhan gue,? " tanya David penasaran.
membuat Nasya mendegus kesal karena pertanyaan David. " yang bilang kita selingkuh siapa,? " tanya Nasya sewot.
membuat David tersenyum kearah Nasya. enrmtah mengapa, gadis di depanya itu, sangat sensitif dengan kata kata selingkuh.
"ya makanya, kita itu pacaran bukan selingkuhan, ngapain harus sembunyi sembunyi,? " tanya David yang memang tak mengerti.
"ish pokoknya gue minta ini di rahasiain dulu dari semua orang, titik. " ucap Nasya yang sepertinya tak ingin di bantah.
membuat David menghela nafas pasrah. ternyata memang tak mudah. dirinya harus kembali merasakan yang namanya menunggu.
namun, dirinya sedikit senang, karena sekarang perasaanya sudah terbalas. dan hal itu, membuatnya, tak henti hentinya tersenyum.
sementara Nasya, gadis itu terdiam dengan berbagai fikiranya.
*bagaimana jika semua orang tau.
bagaimana jika Micell tahu,?
bagaimana kalau dia marah dan membenciku,?
berbagai pertanyaan itu berputar putar di kepalanya. dan menjadi ketakutan tersendiri baginya.
hingga, lamunanya terhenti saat ada tepukan lembut dari seseorang. membuat Nasya tersentak kaget.
"gak usah di fikirkan, " ucap David yang kini sudah mulai faham apa yang fi risaukan oleh kekasihnya itu.
Nasya hanya mengangguk dan mereka melanjutkan makanya.
tanpa mwreka sadari, ada sepasang suami isteri yang sedang memperhatikan mereka sedari tadi.
siapa lagi jika bukan Tn. Fery dan Ny. Isyana pasangan suami isteri paruh baya itu. memperhatikan dan ikut tersenyum saat melihat putri tunggal mereka tersenyum.
"duh Dad, kita bisa melihat pemandangan yang sangat manis di depan kita, " ucapnya seraya memeluk tubuh suaminya.
Tn. Fery mengangguk dan sedikit tersenyum saat melihat tawa sang putri tercinta. " semoga, pemuda itu tak pernah menyakiti anak kita Mom, jika itu sampai terjadi, bersiaplah dia akan hancur, " ucapnya seraya penuh penekanan.
membuat Ny. Isyana, mengusap bahu sang suami untuk meredakan emosi. "jangan berfikiran aneh aneh Dad, karena fikiran buruk itu mudah terjadi, apalagi dari orang tua, itu biasanya manjur, " ucap Ny. Isyana memperingati.
lebih baik, kita pergi, jangan mengganggu mereka, " lanjutnya yang hendak melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
namun, dengan segera, Tn. Feri menariknya. membuat wanita paruh baya itu menoleh.
"kita masuk saja, agar kita tau kalau mereka pacaran secara sehat, " ucapnya seraya membuka pintu.
ceklek.
pintu terbuka dan memperlihatkan Nasya sedang makan dan sepertinya saling menyuapi satu sama lain.
dan terbukanya pintu itu, membuat Nasya seketika menghentikan aktifitasnya.
malu,? jangan di tanya karena sebelum sebelumnya, ia tak pernah menyuapi seseorang. dan justru sebaliknya, dirinya yang selalu di perlakikwn sepesial dengan pasangannya.
"ehem" deheman Tn. Fery sukses membuat David terlonjak kaget.
bahkan saking kagetnya, sendok yang di pegang terlepas dari genggamanya.
"Dady, Momy Nasya rindu, " ucapnya seraya memeluk kedua orang tuanya.
membuat sepasang suami isteri itu, mengulum senyum karena berhasil mengerjai putri tunggwl mereka.
"rindu, apa malu karena ketahuan sedang bermesraan sama pacar,? " tanya Tn. Fery berbisik.
membuat Nasya langsung mencubit perut Dadynya dengan keras. hingga membuat pria paruh baya itu kesakitan.
"awh sayang, kenapa kamu mencubit Dady,? " tanya Tn. Fery manja. membuat Ny. Isyana dan David terkekeh pelan melihat kelakuan dua orang berbeda generasi di depanya.
"biarin! Dady resek, " ucapnya ketus seraya memalingkan wajahnya kearah lain.
"tuh Vid, pacarmu itu suka kdrt awas nanti kamu bisa bonyok kalau macem macem sama dia, " ucap Tn. Fery malah kesenengan dan terus menggoda anaknya itu.
"sudah sudah nggak malu apa ada calon keluarga baru di sini, kalian ini seperti anak kecil saja, " ucap Ny. Isyana melerai perdebatan antara Ayah dan Anak itu.
membuat Nasya dan Tn. Fery yang mendengar itu, langsung menoleh. dan kini, menatap wanita paruh baya itu.
"kenapa jadi lihatin Momy seperti itu,? " tanya Ny. Isyana saat sang anak dan suaminya kompak nenatapnya lekat.
"enggak papa cuma kaget aja, karena Momy bilang malu sama keluarga baru, " ucap Nasya.
"iya kan Momy bener kan, David sekarang menjadi kekasihmu, dan suatu saat akan menjadi Sua.. " perkataan Ny. Isyana terhenti saat di selak oleh Nasya.
"Mom, Stop, " ucap Nasya segera menghentikan ucapan sang ibunda.
karena sejujurnya, Nasya sangat malu untuk membahas hal hal yang berbau Dewasa.
__ADS_1
membuat semua orang tertawa karena reaksi dari Nasya dan wajahnya yang sudah merah bak buah cery.
dan diam diam, David mengaminkan seluruh perkataan orang tua Nasya itu.
eh atau mertua ya,? eleh eleh pede sekali anda tuan David, hehehe.
mereka kembali mengobrol dan membahas semuanya yang menurutnya tak penting. ya tapi tetap di bahas.
para wanita membahas belanja dan fasion. sementara para laki laki, membahas pekerjaan.
pembicaran Nasya dan sang Ibu terhenti saat Nasya mendengar sesuatu yang menarik pada pembahasan Dady dan kekasihnya itu.
"jadi gimana soal pabrik oembuatan baju kamu,? " tanya Tn. Fery
"baik om semuanya lancar dan minggu ini kitq akan kerumah susun oelita, " ucap David.
"rumah susun pelita,? mau ngapain lor kesana,? " tanya Nasya sudah ikut nimbrung.
"kita mau nyumbangin baju buat mereka, " ucap David tersenyum. "loe nggakalu kan kalau punya pacar pemilik pabrik baju yang belum sukses,? " pertanyaan David membuat Nasya menoleh seketika.
"apaan sih Vid, nggak usah tanya gitu, kesanya gue cewek matre, " ucap Nasya setengah emosi.
"sabar sayang" ucap Ny. Isyana menenangkan.
,"dia bukan gadis manja Vid, " ucap Tn. Fery mengingatkan.
David hanya mengangguk dan tersenyum. tak lama, kedua orang tua Nasya oamit karena masih banyak kerjaan yang belum selesai.
setelah kepergian orang tuanya, Nasya masih saja mendiamkan David.
hatinya madih merasa dongkol dengan perkataan kekasihnya itu. bisa bisanya ua di anggap cewek matre. huh dasar.
"My Sweety, gue minta maaf deh ya, gue nggak bermaksud nyinggung loe, tapi gue bener bener takut loe gak bisa nerima kalau gue... " ucapan David terhenti saat mendengar ucapan Nasya.
"gue nerima loe apa adanya, mau loe tukang tambsl ban sekalipun, gue nggak peduli asalkan loe setia. datipada loe punya harta melimpah, tapi loe berhianat, gue sayang sama loe apa adanya, " ucap Nasya dengan sedikit bergetar karena menahan tangis.
"maaf, " ucap David seraya memeluk tubuh Nasya dan mencoba menenangkanya.
memang selama ini, Nasya terlihat seperti gadis yang menghamburkan uang, karena sering membeli baju. tapi itu fasilitas dari orang tuanya.
kan sayang kslau nggak di pakai hahaha.
tapi. kalau sudah menikah, kan beda cerita, hehehe.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......