Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 20


__ADS_3

"kita ke pasar malam yang kemarin yuk, " ajak David yang langsung membuat Nasya menoleh kearahnya.


"ayo! " ucap Nasya antusias. segera David dan Nasya menuju parkiran dan segera mengambil motornya.


melajukanya meninggalkan alun-alun kota nenuju pasar malam.


"apapun akan gue lakuin asal loe bahagia Nas, " ucap David dalam hati tersenyum tipis.


🌸🌸🌸


saat ini, Nasya sedang berada di tempat bermain yang memberikan hadiah boneka. jika si pemancing menang.


sedah berkali-kali ia main, namun selali gagal. Nasyapun tampak lesu.


lalu, dengan sigap, David merebut alat pancing dari gadis itu. dan mengarahkanya ke kolam. "sini biar gue aja, " ucapnya seraya mengambil alih dari tangan Nasya.


Dengan perlahan, Nasya memberikan alat pancingnya pada David. "huh kayak bisa aja, " gumam Nasya mencibir.


David tak memperdulikan cibiran gadis di depanya. ia masih terus folus untuk memenangkan hadiah utamanya.


"yeah " seru David saat alat pancingnya berhasil menangkap sebuah boneka bear berukuran besar. " nih buat loe, " David memberikanya pada gadis cantik itu.


dalam hatinya, jujur saja Nasya sangat senang mendapatkan hadiah boneka.


dengan ragu, Nasya menerima hadiah itu dan tanpa sadar ia memeluknya.


David tersenyum simpul melihat reaksi gadis pujaanya itu.


"kita kemana lagi,? " tanya David seraya tatapanya tak lepas dati Nasya.


"ke rumah hantu deh, " ucap Nasya antusias. membuat David sedikit was-was.


bukan, jika kalian mengira David penakut, tidak sama sekali.


namun pemikirqnya yang terlalu takut jika berada di rumah hantu maka gadis pujaanya akan terluka.


entahlah, itu lebay atau apa, akan tetapi rasa posesifnya membuncah saat kini mereka menjalin hubungan.


ya walaupun hanya sebatas pura-pura semata. namun, David sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga gadis cuek tersebut.


melihat reaksi David, sontak Nasya memasang wajah mengejeknya.


"kenapa loe, takut ya, " ucap Nasya seraya tersenyum meremehkan.


"gue nggak takut sama rumah hantunya. tapi gue takut jika loe yang nanti terluka" ucap David.


membuat Nasya memutar bola mata sebal. " terus aja gombalin gue, nggak akan mempan woy, " ucap Nasya.


jika cewek lain akan merasa terbang jika mendapat gombalan dari pacar atau gebetan, tidak dengan Nasya. gadis itu malah merasa risih jika di gombali.


"ish paansih, gak usah gombal deh, " ucap Nasya ketus seraya menatap tajam.


sesampainya di depan wahana rumah hantu, Nasya yang sedang menggendong boneka beruangpun merasa kesusahan.


dengan sigap, David mengambil alih boneka itu dan membawanya.

__ADS_1


membuat para pengunjung menatap kagum pada David.


mereka segera memasuki rumah hantu, setelah membeli tiketnya.


Nasya mulai memasuki lorong rumah hantu yang tampak remang-remang karena cahaya lampu temaram.


dengan riangnya, Nasya berjalan sembari menari-nari kegirangan dan membuat David tersenyum di belakangnya.


"awas jangan cepat-cepat jalanya, nanti jatuh loh, " ucap David lembut.


membuar Nasya mendadak tegang. hatinya menghangat dan degup jantungnya berdetak lebih cepat.


"aish gue kenapa nih, jangan bilang gue baper, ngak boleh,, " serunya seraya menggelengkan kepalanya beberapa kali.


merekapun melanjutkan petualanganya di dalam rumah hatu. bukanya takut, Nasya justeru malah nenertawakan hantu kuntilanak yang berusaha menakutinya.


dan setelah puas bermain, Nasya dan David memutuskan untuk pulang kerumah.


sesampainya dirumah, Nasya turun dan menyerahkan helm pada David.


"makasih ya, loe udah ngehibur gue, " ucap Nasya tersenyum.


dan senyuman itu, sukses membuat David terpana. ia memang baru kali ini melihat senyum manis gadis pujaanya itu..


tanpa sadar, ternyata Nasya sudah masuk ke dalam rumah.


Davidpun segera pergi meninggalkan kediaman gadis itu.


Nasya masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


"loh, kalian mau kemana,? " tanya Nasya saat ia melihat ketiga temanya sedang bersiap-siap.


"wah, kok gue nggak tau ya, " tanya Nasya.


"iya, kita baru dapet kabar dari Pak Kim tadi, " ucap Rayana.


Nasya hanya menganggukan kepala dan bergegas kekamar mandi.


sementara ketiga gadis itu, melanjutkan kegiatan mereka.


setelah lima menit, Nasya keluar dari kamar dan sudah berganti piyama.


saat mereka sedang berbincang-bincang, Nasya mendengar suara orang tuanya.


segera, Nasya turun menuju lantai bawah. dan mendapati kedua orang tuanya sudah duduk di sofa ruang keluarga.


"Momy, Dady!! " ucap Nasya seraya nerentangkan tanganya.


"sayang, " ucap kedua orang tuanya seraya merentangkan tanganya.


mereka bertiga, melepaskan rindu yang sangat dalam hingga membuat ketiga orang itu, tak memperfulikan sekitarnya.


"eh kalian masih di sini,? " tanya Ny. Isyana menoleh dan mendapati ketiga teman putrinya.


"hehe iya tante, kami besok pagi baru pulang, " ucap Rayana.

__ADS_1


"eh Ray, bukanya orang tuamu sedang perjalanan bisnis ke jepang,? tanya Tn. Fery.


Rayana hanya menganggukan kepala pertanda benar


"ya sudah, kalau begitu kamu nginap saja di sini, " ucap Ny. Isyana.


"eh nggak usah tan, lagipun kakak aku mau pulang dari Amerika, " ucap Rayana menolak.


"oh begitu, ya sudah kalian istirahatlah besok kan sekolah, " ucap Ny. Isyana


dan para gadis itupun mengangguk dan menurut masuk kedalam kamar.


pagi harinya, seperti biasa, Nasya dan teman-temanya sarapan terlebih dulu. setelah itu, pamit pada orang tua Nasya.


"wah makasih loh ya, kalian mau nemenin Nasya selama om sama tante pergi. " ucap Ny.Isyana pada ketiga teman anaknya.


mereka bertiga hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja. dan bergegas untuk berangkat kesekolah.


setelah sampai sekolah, Nasya segera menuju kelasnya bersama Micelle.


ia sedikit merasa aneh, saat dadanya seperti berdegup kencang, saat bersama David.


"apaan sih, gak gue gak boleh jatuh cintacsama dia, " gumam Nasya dalam hati.


mereka berdua masuk kedalam ruang kelas, dan mendapati sekotak coklat dan sepucuk surat.


**to my heart


entah mengapa gue ngerasa semakin sayang sama loe, walaupun loe tak pernah anggap gue ada, dan anggap gue sebagai pacar boongan loe, tapi gue akan berusaha lebih keras agar bisa ngedapetin loe.


...Dari orang yang nengharapkan loe...


...David πŸ’•πŸ’•**...


tak terasa, senyum tipis menghiasi wajah cantiknya dan itu bisa di saksikan langsung Oleh David dari teropongnya.


"semoga loe ceoet sadar Nas, kalau gue sayang sama loe, " gumamny


🌸🌸🌸


sore harinya...


Tn. Fery pulang lebih awal karena memang pekerjaanya sudah sedikit ringan.


ia masuk kedalam rumah, dan sudah di sambut oleh sang isteri.


"Dady sudah pulang,?" tanya Ny. Isyana seraya menghampiri sabg suami.


sementara jas dan tas kerjanya sudah di bawa Pak Kim.


"Nasya mana mom, ?" tanya Tn. Fery pada sang isteri.


"oh belum pulang sepertinya Dad, "jawab Ny. Isyana.


Tn. Fery hanya menganggukan kepala seraya menuju kamar pribadinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK GAES.


__ADS_2