
setelah itu, Micelle bersorak kegirangan, saat mendapatkan izin memasak dari sang papah.
diapun mulai memasak swmua mskanan kesukaan laki laki pujaanya itu. mulai dari ayam penyet sambel ijo dan brownis coklat kesukaannya.
"yeah sudah jadi, " ucap Micelle girang. karena berhasil membuat makanan kesukaannya
"mah, pah, nih cobain masakan pertama Micelle, " ucap Micelle menyodorkan sepotong brownis pada kedua orangtuanya.
sementara yang sisanya, Micelle taruh di wadah kotak dan di masukan ke dalam lemari es. agar bisa membawakan kepada David besok.
"gimana Pah, Mah, " tanya Micelle dengan wajah berharap harap cemas.
"emm enak sayang, kamu memang hebat" ucap Tn. Erwin memuji sang putri.
membuat Micelle tersenyum senang. dan langsung memeluk kedua orangtuanya
merekapun memakqn masakan pertama Micelle dengan saling berenkrama.
🌸🌸🌸
sementara itu, di sebuah rumah mewah, seorang gadis cantik, terlihat tengah termenung seorang diri di tepi kolqm renang.
siapa lagi, jika bukan Nasya. seelah tadi ia diantar pulang oleh Alex, kini ia menyendiri. memikirkan nasib percintaannya dengan kekasihnya.
tiba tiba ada yang memanggil dirinya dari belakang dan membuat Nasya menoleh. dan ternyata ada Pak Kim di ambang pintu.
"ada apa Pak Kim,? " tanya Nasya saat melihat kepala pelayannya itu memanggilnya.
"ini Nona ada panggilan masuk dari ponsel anda, " ucap Pak Kim seraya menyerahkan ponsel di tangannya, kepada anak majikanya itu.
"makasih ya Pak Kim, " ucspnya seraya menerima ponselnya.
Pak Kim hanya menganggukkan kepala kemudian berpamitan kembali ke dalam rumah karena harus mengawasi semua pelayan di rumah itu.
sepeninggal Pak Kim, Nasya segera membuka ponsel miliknya.
dan terdapat nama sang kekasih di sana, membuat Nasya tersenyum senang. dan segera menghubungi kekasih tercintanya.
"yah, " ucapnya saat mendapati ponselnya mati karena kehabisan batrai. "mungkin besok aja kali ya," gumamnya beranjak dari kolqm renang menuju rumahnya.
keesokan harinya....
Nasya seperti biasa, Nasya segera nandi dan bersiap akan pergi ke sekolah.
"morning Mom, Dad, " ucap Nasya menghampiri kedua orangtuanya.
setelah selesai sarapan,Nasya berangkat dengan mengendarai mobil sport yqng ia punya.
__ADS_1
setelah sampai di depan area sekolah, Nasya segera masuk dan memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
setelah itu, Nasya keluar dari mobil dan berjalan menuju kelasnya. menyusuri koridor sekolah yang terlihat masih sedikit sepi.
sampai tiba tiba, sebuah tangan, menarik tangan gadis itu, menuju ruang kelas yang masih sepi.
"David, kamu ngagetin aku aja tau, " ucap Nasya saat melihat siapa yang menariknya.
"kamu kenapa sering sekali menghindar dariku, sayang,? " tanya David seraya menatap teduh manik indah kekasihnya itu.
"aku nggak..." ucapan Nasya terhenti saat mendenga bel masuk berbunyi.
dengqn segera, Nasya malangkah menuju kelasnya meninggalkan David yang masih mematung di tempatnya.
setelah sampai di kelasnya, Nasya segera mendudukan dirinya di sebelah Micelle yang tampak berseri seri.
membuat Nasya tersenyum manis. lalu, tak sengaja matanya menangkap sebuah kotak makanan berwarna merah muda itu.
"itu buat David ya,? " tanya Nasya mencoba tersenyum. Micelle hanya mengangguk dan memnalaa senyuman sahabatnya itu.
bel istirqhatpun berbunyi dan membuat swmua orang keluar dari kelas masing masing. begitupun dengan Micelle.
hari ini, dirimya ingin memberikan makanan ini sendiri pqfa David. dan ingin mendengar pujiannya secara langsung.
setelah berjalan menyusuri koridor sekolah, Micelle telah sampaidi depan kelas David.
dengan segera, dirinya masuk dalam kelas itu. dan memang, di sana tidak ada David. karena rupanya, laki laki itu, sedang mengadakan rapat di ruang osis.
setelah selesai, Micelle segera melangkahkan kakinya, hendak meninggalkan bangku tersebut.
namun langkahnya terhenti, saat mendapati ada sebuah surat yang berada di samping twsnya.dengan segera, Micelle meraihnya. dan dengan perlahan, gadis cantik itu membacanyq.
hatinya menjadi berbunga bunga saat membacanya. yang mana, tertulis gadis penyemangatnya.
dengab gembira, Micelle segera membawanya dan melipatnya memasuksn kedalam saku seragamnya.
gadis cantik itu, tersenyum manis saat melewati koridor sekolah, menuju kantin.
dan disana, sudah ada Nasya dan teman temannya. " hay gaes, loe semua udah pesen belum,? ' tanya Micelle dengan rona bahagia.
membuat semua orang yang berada di meja kantin tempatnya dufuk, menjadi heran.
"belum, ucap Rayana. membuat Micelle berlalu pergi dan sebelah lima menit, gadis cantuk itu kembali.
"nih, gue pesenin makanan kesukaan kalian, karena hari ini, gue lagi bqhagia banget.
"bahagia karena apa,? " tanya mereka hampir bersamaan.
__ADS_1
membuat Micelle semakin senang. dengan perlahan, gadis cantik itu mengeluarkan secarik kertas dari saku bajunya.
mereka bertiga membacanya dengan seksama. dan sesaat kemudian, Nasya dan Audry saling melempar pandangan.
sementara Rayana, hanya tersenyum ke arah Micelle. "selamat ya, Cell loe beneran ufah jadian dengan kak David, " ucap Rayana tersenyum senang.
Micelle hanya mengangguk dan kembali tersenyum manis.
sementara Nasya hanya memasang wajah datar karena menganggap ini adalah kesalahanya.
andai saja, dirinya tak menuanggupi keinginan Micelle untuk menjadi mak comblang, tentu saja semia tidak akan seperti ini.
tapi apa mau di kata, semua sudah menjadi bubur.
dan setelah ini, mungkin dirinya akan semakin merenggng. karena kehadiran Micelle di tengah tengah hubungan mereka.
hingga, lamunan Nasya terhenti saat merasakan tepukan pada pundaknya. membuat Nasya menoleh dan mendapati Audry terswnyum.
"loe yang sabar, " ucapnya seraya mengelus pundak sahabatnya.
Nasya hanya menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis. ia harus berbicara pada kekasihnya itu, nanti sepulang sekolah.
🌸🌸🌸
sementara itu, David baru saja keluar dari ruang Osis dan segera menuju ke kelasnya. dengan gaya Coolnya, ia menyusuri korifor swkolah.
hingga dirinya, sampai di kelasnya dan mendapati kotak bekal makan seperti kemarin.
dengwn segera, David membukanya dan mendapati brownis di sana.
dwngan segera, David melahapnya dan sesekali tersenyum tipis.
"wqh enak banget ya, setiap hari, dapat mskanan terus dari cslon isteri, " ucsp Marcell mencibir. membuat David menoleh sebentar, dan kembali lagi dengan menikmati brownis miliknya.
"Ck menyebalkan, " gerutu Marcell seraya nerlalu pergi.
Marcell segera pergi keluar kelas, dan dirinya berpapasan dengan Rayana dan juga Micelle.
"eh, gimana kalau kita minta nomor kak David dari Marcell" ucap Micella pada Rayana.
membuat Rayana menganggukkan kepala " boleh tuh, biar gue yang minta, " ucap Rayana tersenyum.
lalu melangkah mendekati laki laki itu. " hay kak, " sapa Rayana seraya tersenyum tipis.
"eh, Rayana ada apa? " tanya Marcell seraya membslas senyum gadis pujaanya itu.
"hehe, gak papa, " ucapnya " btw, boleh minta nomor kak David nggak,? " tanya Rayana.
__ADS_1
membuat Marcell tertegun sesaat. untuk apa gadis itu meminta nomor David,?
BERSAMBUNG