
sesampainya di cafe, ke empat gadis cantik itu langsung memesan makanan kesukaan mereka dan kembali berbincang-bincang, sembari menunggu pesananya datang.
tanoa mereka sadari, David sedari tadi memoerhatikan Nasya dari bangku belakang.
Micelle menoleh karena entah mencari apa, namun pandangan matanya terhenti saat melihat sosok laki-laki yang sedikit banyak mengisi hari-harinya itu.
dengan semangat, gadis itu memanggil nama David seraya melambaikan tangan.
"hai kak David sini, " ucap Micelle.
bukan hanya David yang terkejut, namun Nasya juga ikut terkejut.
dengan senyum yang semanis mungkin, laki-laki itu menghampiri Micelle.
"kak, ngapain disini,? " tanya Micelle. membuat Nasya dan yang lain menatap gadis itu dengan ekspresi heran.
"ya mau makan lah Nas, masa mau berenang" ucap Rayana seraya menahan tawa ingin tertawa.
"eh, iya ya" ucap Micelle seraya nyengir kuda.
haduh kenapa jadi oon begitu sih Cell. batin Nasya menatap tajam sahabatnya itu.
bisa-bisanya seorang Micelle Alexia menjadi gadis bodoh hanya gara-gara seorang pria. oh ayolah ini tidak lucu sama sekali.
sementara yang di ghibahin hanya bisa mesem-mesem.
tak lama, makanan mereka datang dan mereka segera memakanya.
"eh, kak David mau pesen apa,? " tanya Micelle.
"ehmm cofee late aja " ucapnya tersenyum.
membuat Micelle tertegun untuk beberapa saat.
tak lama, mereka makan dengan hikmat. setelah makan, mereka berempatpun pulang.
"duh, jantung gue merasa nggak aman ini, " gumam Micelle saat masuk kedalam mobilnya.
sementara itu, Nasya masuk kedalam mobilnya tanoa menyadari, jika di sampingnya telah duduk seseorang.
dengan santainya, Nasya mengendarai mobilnya membelah padatnya jalan ibu kota.
"gaes, gue balik langsung ya capek banget ini, " ucap Nasya dari heatset yang terpasang.
"okw, kalau begitu sampai bertemu besok" ucap Micelle dari seberang sana.
twk sengaja, ia menoleh kesambing dan langsung mengerem mendadak karena kaget.
"oh astaga, loe ngapain disini turun!! " bentak Nasya pada pria di sebelahnya. " loe keluar atau gue teriak,? " lanjutnya.
"ssttt ini gue David, " ucap David membuka kacamata dan maskernya.
__ADS_1
Nasya membulatkan matanya dan membuka mulutnya saking kagetnya.
"ngapain loe di sini, dan sejak kapan loe jadi penjahat,? " tanya Nasya.
"tenanglah Nas, gue cuma mau bilang, gue sayang sama loe, entah loe ngebales erasaan gue atau nggak, tapi gue beneran sayang sama loe, " ucapnya lalu keluar dari mobil.
"tunggu, " ucap Nasya hingga membuat langkah David terhenti. " loe bilang loe sayang sama gue, tapi loe juga menaruh benih cinta sama sahabat gue, loe waras, " lanjutnya.
David menghentikan langkahnya ia menoleh kwbelakang dimana, Nasya berada.
"gue nggak pernah menaruh benih cinta pada sahabat loe, " ucap David membela dirinya. karena memang, dirinya tak pernah merasa menabur benih cinta pada gadis manapun.
"cih, membela diri, " ucapnya mencibir.
membuat David melangkah menghampiri gadis itu, " gue memang tak membela diri, tapi memang itu kenyataanya " ucapnya srraya menatap mata indah gadis di depanya.
"terus kalau kau tak menaburkan benih cinta, kenapa loe diam aja sat di perhatikan Micelle, " ucapnya mengerucutkan bibirnya.
"membuat David tersenyum manis, " loe cemburu,? "tanya David menaik turunkan alisnya.
"enggak, siapa juga yang cemburu, " elak Nasya. membuat Davud menganggukan kepala dan lang sung berlalu pergi.
"duh, Nas loe bege banget sih, " ucapnya memukul kepalanya sendiri.
setelah itu, ia melajukan mobilnya menuju rumahnya. sesampainya dirumah, ternyata keadaanya sedang sepi.
"nona, mau makan,? " tanya Pak Kim pada anak majikanya itu.
"eh pak, enggak usah. nanti saja sama Momy sama Dady, " ucapnya seraya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
sesampainya di kamar, Nasya langsung merebahkan dirinya di kasur empuknya.
fikiranya menerawang jauh ke awang-awang. memikirkan ucapan David tadi sore.
"apa benar gue naksir sama dia,? " tanya Nasya pada dirinya sendiri. "tapi, kalau benar bagaimana dengan Micelle, karena sepertinya dia juga suka,? " lanjutnya.
karena lelah berpikir, Nasyapun terlelap dengan sendirinya.
hari ini, Nasya berangkat sekolah dengan di antar sang Dady.
"Dad, makasih ya udah nganterin Nasya, " ucapnya seraya mengecip pipi Dadynya.
"iya sayang sama-sama" ucap Tn. Fery membalas kecupan sang putri.
Nasya masuk kedalam sekolah, saat melihat mobil Dadynya sudah menghilang di balik pagar sekolah.
Nasya menyusuri koridor sekolah seraya bernyanyi nyanyi dengan riang..
hingga, ia sampai di kelas dan mendapati Micelle sudah berada di sana.
"hay bestie, " ucap Micelle seraya melambaikan tangan.
__ADS_1
Nasya melangkah menuju bangku yang di tempati Micelle.
mereka berdua duduk seraya menceritakan semua hal yang ingin mereka ceritakan.
"eh, iya Nas loe gimana sama kak David,? "tanya Micelle yang mulai kepo.
"gue, gue sama David nggak ada apa-apa Cell, " ucapnya memaksakan senyuman. "emang, loe suka sama dia,? " kini Micelle yang balik bertanya.
"emm mungkin, gue juga nggak tau " ucapnya.
namun, dengan ekspresi temanya itu, Nasya dapat meliha bina mata, jika Micelle mempunyai rasa pada David.
jam pertamapun di mulai, yaitu jam olahraga.
semua siswa kelas XI meninggalkan krlas untuk menuju lapangan.
Micelle segera duduk di pinggir lapangan, saat melihat David juga duduk di pinggir lapangan.
Nasya segera mengalihkan pemandangannya saat melihat Micelle dan David sedang bercengkrama dan sesekali, mereka terlihat tertawa.
tak lama, ada seorang yang dudik di sebelahnya. Nasyapun menoleh saat merasakan ada kehadiran seseorang.
"ngapain loe disini,? " tanya Nasya saat mendapati Leo duduk di sebelahnya.
"biasa, di hukum sama guru, " ucap Leo tersenyum. "loe kok lemes amat kita tanding voli deh mau nggak, " ucap Leo.
"ayok! " seru Nasya yang langsung berdiri di ikuti Leo dari belakang.
mereka berdua segera bergabung dengan teman-teman yang lain untuk bermain.
"ayo Nas loe kan jago masukinya, " teriak salah satu siswa. dan Nasya menoleh serta memberikan senyuman termanisnya.
"eh, buset gue mimpi apa semalam di senyumin sama primadona,? " teriak salah satu siswa pada temanya.
"gila manis banget senyumanya, " ucap yang lain.
iapun kembali bermain dan sesekali terdengar teriakan dari para siswa yang seperti mendapat angin segar karena kehadiran Nasya di lapangan.
sesekali tepukan tangan memenuhi lapangan basket tersebut.
dan pemandangan itu, tak tuput dari pandangan tajam dari seorang laki-laki yang sedari tadi diam dan tanganyapun terkepal sempurna.
Micelle yang menyadari perubahan wajah laki-laki itu, mengernyitkan keningnya. ia merasa heran.
"loe kenapa kak,? " tanya Micelle.
"enggak papa, " jawabnya dan segera mengubah ekspresi wajahnya.
sementara Nasya yang melihat itu tersenyum penuh kemenangan.
"rasain emang enak gue bales, " ucapnya tertawa dalam hati.
__ADS_1
dan sesekali Nasya juga melakukan tos pada semua laki-laki yang qda di sana.
BERSAMBUNG.....