
setelah membayar, keduanya meninggalkan Cafe Rose memasuki mobil dan meninggalkan area Cafe dengan perasaan senang yang berbeda.
jika Nasya senang karena di saat dirinya galau, ada seseorang yang menemani dan menghiburnya. walau statusnya, bukan pacar.
sementara itu, Leo juga merasa senang. karena bisa bersama dengan gadis pujaannya dan menghibur gadis itu.
dan pemandangan itu, tak lepas dari tatapan penuh amarah yang terlihat dari sebuah ruangan. siapa lagi jika bukan David.
sejak tadi, laki laki itu menatap kepergian kekasih bersama Leo dengan tatapan tajam bak pisau yang menghunus tajam.
"kenapa jadi seperti ini,? arggh sialan!! " umpat David penuh amarah.
image David sebagai pria lembut pun sirna sudah. kala melihat perselingkuhan kekasihnya.
"gue harus bisa nyari tau, apakah benar dia selingkuh,? " tanya dirinya entah dengan siapa.
sementara itu, ditempat lain, seorang gadis tengah kegirangan sendiri. swdari tadi, dirinya membuat para pelayan rumahnya panik.
karena gadis itu merengek ingin belajar masak. sementara para pelayannya, berusaha melarangnya. karena teringat akan pesan Tuanya.
"jangan sampai, Outri kesayangan ku terluka seujung kuku, atau kalian akan menderita, " begitulah ancaman Ayah. Micelle.
yap gadis yang sedang heboh itu, adalah Micelle. karena Micelle ketahuan oleh para pelayanya, sedang belajar memasak.
dan swbab itu, semua peralatan, twlah di musnahkan. dan area dapur, di jaga ketat oleh semua pelayan.
membuat Micelle mendegus kesal di buatnya. " oh, astaga ayolah, kenapa kalian setakut ini, aku hanya ingin memqsak ingin memasak telur gulung saja, apa salahnya,?" tanya Micelle dengan penuh permohonan.
"maaf Nona, kami tidak mau mengambil resiko, " ucap Pak Heru. kepala pelayan di rumah Micelle.
"Ck. kalian sungguh menyebalkan, " ucap Micelle berdecak kesal. menatap tajam kearah semua pelayan yang ada di sana.
membuat mereka semua, menundukkan kepala karena takut akan kemarahan si anak majikannya.
keributan yang terjadi di dalam rumah, membuat sepasang suami istri datang menghampirinya.
"ada pa ini!! " suara bariton itu, membuat semua orang yang berada di sana, menoleh dan mendapati Tuan dan Nyonya rumah ini, berada di bawah tangga.
"Mama, Papa!! " seru Micelle dan langsung berhambur kearah orang tuanya. "hiks mereka jahat!! " ucap Micelle seraya menangis sesenggukan di pelukan sang ibu.
membuat Tn. Erwin, seketika menatap tajam ke semua pelayan yang ada di sana.
__ADS_1
membuat para pelayan itu, bergetar hebat, karena menahan ketakutan.
"apa yang kalian lakukan pada putriku,? ha!! " bentak Tn. Erwin membentak. membuat suaranya menggelegar di seluruh ruangan.
untung saja, rumah ini nenggunakan peredam suara, jika tidak maka semua penghuni komplek ini akan datang menghambiri mereka.
para pelayan itu, semakin ketakutan dibuatnya. mereka bahkan sampai tak mampu menopang tulang kaki mereka sendiri.
jawab!! " bentak Tn. Erwin sekali lagi. membuat semua orang menjadi tambah takut.
"maaf Tu-an, kwmi tidak melakukan apapun pada Nona Micelle, " kami hanya... " ucapan pelayan itu terhenti. saat mendengar bentakan dari Tuannya kembali.
"bohong kalian!! " bentaknya sekali lagi. membuat semua pelayan terdiam dan kembali menunduk takut.
"Pah, jagan emosi dulu, coba kita dengarkan penjelasan dari mereka, " ucap Ny.Ririn menenangkan sang suami.
membuat Tn. Erwin menghela nafas dan mendadak mencair setelah mendapatkan sentuhan dari sang istri.
memang benar apa yang di katakan oleh pepatah. " sekejam kejamnya laki laki, akan segara luluh dan mendadak sep3rti anak kucing, kalau bersama pawangnya.
"ya sudah, kalian cerita, " ucap Tn. Erwin datar. membuat semua pelayan itu menghela nafas lega setidaknya mereka tidak terkena amukan dari Tuan mereka.
"itu, Tuan Nona Micelle meminta ingin belajar masak, " ucap si kepala pelayan yang bernama Pak Heru itu.
"kenapa sayang, kenapa kamu ingin belajar memasak,? " tanya Tn. Erwin.
"iya Pa, aku ingin belajar masak, biar bisa masakin makanan kesukaan pacar aku, " ucap Micelle. yang sontak saja, pernyataannya itu membuat kedua orangtuanya terkejut.
"pacar,? siapa,? " tamya Tn. Erwin penasaran. membuat Micelle tersenyum lebar.
"ini Pah, " ucap Micelle memberikan ponselnya pada sang Papa.
dengan cepat, Tn. Erwin menerima ponsel Putrinya yang sedang menampilkan video saat David memakan makanan dengan sangat lahap.
"itu puding lava buatan aku tau Pah, dan ini, " ucap Micelle memberikan Video saat David memuji dirinya. dan mengatakan, jika dirinya adalah calon istri idaman.
membuat Tn. Erwin dan Ny. Ririn saling pandang dan sesekali, mereka tersenyum manis menatap sang putri.
"duh, putrinya Papah ternyata udah besar," ucapnya seraya memeluk putri kesayangannya itu.
"iyalah orang setiap hari di kasih makan terus, " ucap Micelle tertawa.
__ADS_1
"duh, selamat ya, sayang, semoga kamu langgeng sama dia, " ucap Ny. Ririn memeluk sang putri.
"hehe makasih mah, doain biar semua lancar, " ucap Micelle pada ketua orang tuanya.
"Aamiin," ucsp keduanya seraya memeluk Micelle.
"jadi, apakah aku boleh belajar masak,? " tanya Micelle.
rupanya gadis cantik itu, masih belum menyerah juga.
"tapi sayang, ..." ucapan Tn. Erwin terhent.i saat melihat, ekspresi wajah putrinya itu.
"hmm iya deh boleh, tapi harus ingat jangan ada yang lecet, dan kalian semua, " ucsp Tn. Erwin seraya menatap seluruh pelayan rumahnya. dan menunjuk satu persatu. " jangan biarkan putriku terluka, cawasi dan jaga dia saat belajar memasak, " ucapnya.
membuat Ny. Ririn menggelengkan kepala melihat tingkah sang suami.
"posesif banget deh kamu pah, " ucap Ny. Ririn pada sang suami.
"ya harus mah, karena anwk kita itu pewaris tunggal di keluarga besar kita, " ucap Tn. Erwin seraya masih memeluk gadis itu.
"eh, tapi kayaknya mama pernah lihat ya sayang, tspi di mana gitu, " ucap Ny. Ririn seraya mengingat ingatnya.
"hmm dia orang yang nolongin Micelle dan yang bawa Micelle kerumah, " ucap Micelle tersenyum.
"oh, iya laki laki itu kan ya,? " tanya Ny. Ririn saat berhasil mengingatnya.
Micelle memang menceritakan jika dirinya di pukul oleh Andrew waktu itu, membuat Tn. Erwin sangat murkapada saat itu.
dan meminta pihak sekolah, untuk menindak tegas ulah anak kurang ajar itu.
dan dengan terpaksa, Andrew di skors selama dua minggu. itupun karena ayah Andrew memohon agar kasus ini di selesaikan secara kekeluargaan.
awalnya Tn. Erwin tak setuju dengan usulan itu. twpi dengan cara apapun, Ayah Andrew melakukannya. hingga harus merelakan sebagian wset miliknya di jual dengan Tn. Erwin.
dan akhirnya Tn. Erwin pun luluh juga. bukan karena aset, tapi karena kesungguhan hati kedua orang tua Andrew dalam memohon maaf.
membuat Tn. Erwin luluh.
"asal jangan terulang lagi saja, kejadiqn waktu itu, " ucsp Tn. Erwin memperingati.
Micelle hanya tersenyum kecil mendengar ucapan sang Papah.
__ADS_1
BERSAMBUNG