Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode17


__ADS_3

dengan perlahan, ia menerima ponsel dari Micelle. dan mulai mendengarkan rekaman audio.


Nasya tampak sangat terkejut mendengarkan isi dari audio tersebut


dadanya tersa sesak seperti dihantam oleh sebuah batu besar.


Nasya mencoba menyembunyikan rasa yang ada pada dirinya.


sementara itu, tiga temanya merasa sangat khawatir mendapati Nasya hanya diam seraya menggenggam erat ponsel milik Micell itu.


"Nas, loe nggak papa,?" tanya Rayana khawatir. dengan kepala yang masih menunduk, Micelle dan yang lain dapat melihat Nasya menangis.


oh Tuhan, seorang Nasya yang perfect dalam segala hal, bisa mengeluarkan air mata hanya demi seorang pecundang seperti Alex,


oh ayolah Nasya, air matamu lebih berharga dari seonggok manusia tak berguna seperti Alex.


lama Nasya menundukan kepala, akhirnya ia mendongak. menatap ketiga temanya dengan air mata yang meleleh seperti margarin.


"Nas, loe nggak papa kan,? " tanya Micelle sekali lagi dengan raut majah khawatir.


"i'm fine, " jawab Nasya lirih. " kalian bisa tinggalin gue sendiri kan," tanya Nasya.


mereka bertiga mengangguk dan langsung berlalu dari kamar untuk menuju ruang tamu.


sementara Nasya menangis sejadi-jadinya seraya mengumpat kasar sang kekasih. oh tidak. bukan kekasih tapi mantan.


karena mulai saat ini, Nasya memutuskan memblokir pria bre***k.


setelah itu, ia kembali mengumpati Alex dengan seluruh isi kebun binatang.


setelah puas menangis, Nasya tertidur karena kelelahan.


sementara itu ketiga gadis cantik yang sedari tadi mondar mandir di ruang tamu, merasa tak tenang.


"duh kok gue takut ya, kalau Nasya nekat" ucap Micelle seraya mondar mandir.


"gak mungkinlah Cell Nasya bertindak bodoh, " ucap Audry di angguki oleh Rayana.


"ya namanya orang emosi, apa saja bisa di lakukan," ucap Micelle.


membuat mereka berdua langsung berdiri. " kalau begitu kita lihat keadaan Nasya. " ucap Rayana.


mereka semua nenuju kamar Nasya. sebelum masuk, mereka bertiga menempelkan telinga di depan pintu.


hening..


itu yang mereka dengar. tak ada suara apapun di dalam sana.


"kok sepi ya,? " tanya Audry.


"ya mungkin pakai peredam suara, " jawab Rayana.

__ADS_1


dengan tak sabaran, mereka bertiga langsung masuk kedalam kamar.


dan mendapati Nasya tengah meringkuk dengan mata sembabnya.


Micelle dan yang lainya hanya bisa menggelengkan kepala.


"gila si Nasya, sampai sebegitunya, " pekik Rayana.


"ya namanya juga cinta Ray, kalau gue ada di posisi Nasya, pasti juga akan merasakan hancur, " ucap Micelle seraya membetulkan posisi tidur sahabatnya.


" yuk keluar, biarin dia istirahat. " ucap Micelle melangkah pergi. diikuti yang lain.


malam harinya, Nasya terbangun dari tidurnya debgan keadaan sangat berantakan. mata sembab, rambut singa, dan baju kusut.


Nasya menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi.


"loe gak boleh lemah Nas, loe harus bisa membalasnya. " gumamnya pada diri sendiri.


setelah lima belas menit, Nasya keluar dari kamar mandi dan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah.


Micelle dan yang lain, nerasa lega saat melihat Nasya turun dari lantai dua dan bergabung dengan para sahabatnya di ruang tamu.


"duh Nas, gue khawatir tau gak, gue kira loe--" ucapan Audry terhenti saat Nasya langsung mencela.


"gak, gue cuma syok aja dan gue bakal balas mereka, " senyum Devil terlihat di wajahnya.


membuat Micelle dan yang lain merasa takut.


"tenang gaes, gue akan bermain cantik untuk ini, " ucap Nasya seraya memasukan kue kedalam mulutnya.


mereka malam ini makan malam dan melakukan aktivitas seperti biasanya.


pagi harinya, lagi dan lagi, Nasya terlambat bangun dan otomatis Nasya kena hukuman lagi.


"hmm loe lagi, loe lagi kok sekarang jadi langganan telat sih Nas,? " tanya Marcell yang berpapasan denganya saat akan masuk kedalam ruang Osis.


"au deh sial banget gue, " gerutu Nasya seraya mengentak-hentakan kaki ke lantai.


Marcell yang melihat itu, hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.


Nasya segera masuk ke dalam ruang Osis dan langsung mendudukan dirinya berhadapan dengan David.


"apa hukumanya, ?"tanya Nasya tanpa basa-basi.


David yang tengah fokus dengan kegiatanya nendongak. dan tertegun sesaat.


biasa ia terpesona dengan kecantikan gadis itu. untuk beberapa saat, ia tak berkedip menatap gadis di depanya.


membuat Nasya memutar bola mata jengah. lalu, ia sedikit menggebrak meja untuk menyadarkan laki-laki itu.


Dan alhasil, David terlonjak kaget dan berdehem pelan untuk mengembalikan kesadaranya.

__ADS_1


"loe kalau gak mau di hukum, cukup jadi pacar gue, " ucapnya menggoda.


Nasya mendadak mempunyai ide yang cemerlang. dengan cepat, ia menyanggupi tawaran David.


"oke deal! " ucap Nasya seraya mengulurkan tanganya.


membuat laki-laki itu, tersedak salivanya sendiri. niat hati ingin menggoda gadis cantik itu, ia malah baper sendiri.


dengan ragu-ragu, David menerima uluran tangan sang gadis idamanya.


"pacar pura-pura"lanjutnya. membuat David tertegun sesaat. pantas saja gadis itu langsung menyetujui. rupanya, gadis itu merencanakan sesuatu.


David tersenyum seraya menganggukan kepala. " tunggu saja, gue akan buat loe jadi pacar gue beneran. "gumamnya dalam hati.


"sekarang gue boleh pergi kan,? " tanya Nasya seraya menyentuh lengan David. membuat jantung laki-laki tampan itu seperti lari maraton seratus kali.


David mengangguk dan masih dalam posisi tertegun hingga Nasya keluar dari pintu, dan masuklah Marcell


"woylah loe kenapa,? " tanya Marcell seraya menepuk kuat pundak David.


membuat laki-laki itu tersadar. bukanya menjawab, David justeru tersenyum seraya berlalu pergi.


meninggalkan Marcell yang tampak kebingungan. " dia kenapa,?" tanyanya lalu berlari kecil seraya memanggil nama David.


"woy Vid loe kenapa,? " tanyanya seraya menyusul laki-laki yang sudah berada jauh di depanya.


sementara itu, Nasya langsung mendudukan dirinya di bangkunya dan membenamkan wagah cantiknya diatas meja.


lalu, ia mengangkat kepalanya menutupi wajah cantiknya dengan kedua telapak tanganya.


"loe kenapa Nas,? " tanya Micelle yang sedari tadi menyadari tingkah aneh sahabatnya itu.


Nasya hanya menggeleng. tak lama, David masuk kedalam kelas seraya tersenyum kearah Nasya yang sudah membuka kedua tanganya.


Micelle yang melihat itu, terkejut sekaligus terhipnotis dengan senyuman laki-laki itu.


🌸🌸🌸


"apa?! " teriak ketiga gadis yang sedang berada di kantin.


" gila loe Nas, jangan main-main dengan api, nanti loe bisa terbakar, " ucap Rayana memperingatkan.


"tenang saja kalian jangan khawatir, gue gak akan jatuh cinta sama dia. lagian dia bukan tipe gue, " ucapnya songong.


"gak usah percaya diri loe Nas, orang yang loe benci akan jadi orang yang loe cinta suatu saat nanti, " ucap Audry.


namun sama sekali tak di hiraukan oleh Nasya. gadis itu malah asyik dengan dunianya sendiri.


tanpa di sadari, seseorang mendengar ucapan gadis itu.


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN.


__ADS_2