Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 21


__ADS_3

tak lama, orang yang mereka bicarakan datang dan menghampiri pasangan paruh baya tersebut.


" Dad, Mom "sapa Nasya seraya memeluk kedua irang tuanya.


"sayang ganti baju dulu yuk setelah itu makan, " ucap Ny. Isyana memerintah pada sang putri.


"oke Mom "ucapnya seraya berjalan menaiki anak tangga.


selesai ganti baju, mereka nenuju ruang makan untuk makan siang yang tentu saja sudah lewat. karena ini sudah jam tiga sore.


"Nas, gimana hubungan kamu dengan Alex, ?" pertanyaan yang di lontarkan oleh Tn. Fery, sontak membuat Nasya tersedak.


Uhuk uhuk


"pelan-pelan sayang, " ucap Ny. Isyana pada sang anak seraya memberikan segelas air putih.


sementara Tn. Fery memandang putrinya dengan tatapan sulit di baca.


"kamu kenapa Nas,? " tanya Tn. Fery.


"eh enggak kok Dad emm hubungan aku sama Alex baik-baik saja, " ucapnya berbohong.


Ia memang sangat membenci pria itu. namun, ia tak bisa sejahat itu menghancurkan usaha orang tua pria itu.


"oke, " ucap Tn.Fery menganggukan kepalanya.


sementara Nasya di landa dilema. satu sisi, ia tak bisa berbohong pada orang tuanya, dan di sisi lain, ia juga merasa tak tega jika menghancurkan bisnis keluarga mantan pacarnya.


setelah sekesai, Nasya menuju kamarnya dengan langkah gontai.


sesampainya di kamar, Nasya langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya. seraya menatap langit-langit langit kamarnya.


"apa yang harus gue lakukan, ?" tanyanya pada diri sendiri.


lama ia menimbang, akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi sahabat sahabatnya.


"halo gaes, kalian dimana,? " tanya Nasya saat ketiga temanya sudah menerima panggilan darinya.


"dirumah, di cafe deket rumah, " ucap mereka secara bersamaan


membuat Ika menghela nafas panjang. "gaes, gue harus gimana nih, " ucap Nasya.


mereka yang tahu arah pembicaraan sahabatnya, kompak memberikan jawaban.


"beritahu Dady loe, " ucap ketiganya serempak.


"weeh kompak amat bu, " ucap Nasya mencibir lalu tertawa.


sejenak, Nasya melupskan kegundahan hatinya. lalu, tawanya terhenti saat mengingat sesuatu..


"gue bener bener bingung. gaes gue merasa kasihan dan kesal dalam satu waktu.


"hey, Nasya sejak kapan seorang Nasya menjadi cemen, " ucap Micelle meledek.

__ADS_1


membuat Nasya mendenggus kesal karena ledekan teman-temanya.


"ya gue masih punya hati nurani, " ucap Nasya membela diri.


"nyenyenye " cibir ketiga temanya lalu tertawa bersamaan.


membuat Nasya semakin kesal. lalu mereka bertiga sama-sama terdiam saat melihat wajah serius Nasya.


"ekhem, ya loe harus terus terang aja Nas kan ini semua demi kebaikan semua orang, " ucap Micelle.


"setuju! lagian loe kok jadi lembek kayak gini sih Nas, " ucap Audry.


"hmm entahlah gue juga nggak faham kenapa bisa jadi seperti ini, " ucap Nasya merasa bingung.


mereka semua mengobrol dan membahas berbagai hal.


malam harinya, Nasya menghampiri orang tuanya yang sedang bersantai diruang tamu.


"Dad, Mom, Nasya mau ngomong, " ucap Nasya menghampiri orang tuanya.


"mau ngomong apa,? " tanya Tn. Fery meletakan koranya di atas meja.


"sebenarnya... " Ika menceritakan semuanya dari awal hingga akhir pada kedua orang tuanya.


"Damn, " ucap Tn. Fery seraya membanting koran dengan kasar.


membuat Nasya dan Ny. Isyana terlonjak kaget karena melihat kemarahan Tn. Fery.


"lalu, kamu sudah mengakhiri hubunganmu,? " tanya Tn. Fery menatap tajam anaknya.


"sudah Dad, " ucap Nasya takut takut.


jujur, Nasya merasa ketakutaan saat melihat kemarahan Dadynya. karena Tn. Fery tak pernah marah sedikitpun padanyaselama ini.


ia memberanikan mendongak, saat Tn. Fery hendak pergi.


"Dad, Nasya mohon, jangan jancurkan bisnis mereka. cukup Dady hentikan saja kontraknya, " ucap Nasya mengiba.


"apa maksudnya Nasya,? " tanya Tn. Fery tak mengerti.


"Dad, kita memang di rugikan dalam hal ini, tapi lebih baik kita menghentikan kerjasamanya dan memblokir semua asetnya di perusahaan kita. tanpa menghancurkan bisnisnya, " terang Nasya.


Tn. Fery termenung atas semua kata-kata putrinya lalu ia menganggukan kepalanya. lalu, dengan segera menelfon sekertarisnya dan memutus kontraknya.


🌸🌸🌸


di lain tempat ayah Alex menjadi sangat marah karena akses semua jalan sudah di blokir oleh perusahaan Ferx. Comunity.


"argghh kenapa bisa jadi seperti ini " ucap Tn. Halim menggeran. dan tanpa sengaja melempar vas bunga yang berada di hadaoanya.


brak


prang

__ADS_1


semua barang-baragnya hancr berantakantermasuk gelas kesayanganya.


lalu ia menatap sang putra yag kini tengah menunduk. dengn cepat, Tn. Halim menghampir dan segera menarik kerah kemeja anaknya. " kau harus bisa mendapatkan Nasya kembali. atau kamu mau hidup susah,? " pertanyaan Tn. Halim membuat Alex menggelngkan kepalanya.


"bagus!! segera bawa gadis itu dalam pelukanmu" ucap Tn. Halim kemudian melangkah meninggalkan sang putra.


setelah sang suami pergi, Ny. Nindy segera menghamiri sang putra dan memapahnya. membawanyake kamar putranya.


setelah sampai si dalam kamar, Ny.Nindy segera meinta pelayan untuk membawakan kain serta air hangat


setelah itu, Ny. Nindy segera menopres pelan-pelan wajah putranya.


"awh pelan-pelan mam " ucap Alex meringis.


"kamu kenapa bisa seperti ini sih Lex,? tanya Ny. Nindy seraya tanganya megompres wajah anakya.


"aku rasa khilaf mam, " ucap Alex seraya manahan sakit.


tapi percayalah ucapan Alex adalah bulshit semata. karena pada kenyataanya, ia sudah tidak memiliki rasa apapun pada gadis cantik itu.


jika para ptia berlomba mendekatinya, tidak dengan Alex. pria itu malah sudah menguap rasa cintanya seperti kamper yang berada diantara pakaian.


"gue harus bisa dapatkan dia kembali, " gumam Alexmencengkeram bantal


Ny. Nindy tak melajutkan pertanyaan pada sang putra. setelah selesa, a meinggalkan sang putra seorangdiri di kamarnya.


🌸🌸🌸


oke kita kembali ke umah Nasya. dimana, gadis itu seperti sedang memkirkan sesuatu didalam kamarnya.


"duh kok gue jadi kasihan gini sih sama dia, " ucap Nasya bergumam. "ah au ah bodo amat siapa suruh hianatin gue" lanjutnya eaya merebahkan diri dits ksurnya.


lalu, ia mulai memejmkan matanya. tapi, tiba-tiba poselnya bedering.


segera Nasya mengangkatnya. ia sebenarnya merasa heran juga untuk apa orang ini menghubunginya.


"halo, ngapain loe ngehubungin gue,? " tanya Basya ketus. entah mengapa, ia velum bisa ramah pada pria di seberang sana.


"ehe ngak papa kangen aja mau kekuar nggak,? " tanya David dari seberang sana.


"nggak gue capek, " ucap Nasya ketus.


"ya sudah selamat istirahat pacar aku, " ucap David lembut membuat jantung Nasya berdegup kencang seperti lari marathon.


segera, Nasya menutup panggilan itu dan segera menyembunyikan di bawah bantal.


"duh, jantung gue merasa gak aman ini, " gumamnya berada di bawah selimut.


sementara itu, David terswnyum sendiri saat mengingat semuanya.


"duh bisa gila gue kalau terus-terusan begini" ucapnya seraya mengacak-acak rambutnya.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2