
tak lama setelah itu, David datang bersama siswa yang lain. mereka baru saja kembali dari ruang Osis. untuk membahas acara sekolah.
karena minggu depan, sekolah akan mengadakan pensi untuk acara pelepasan siswa kelas tiga.
"nanti sepulang sekolah, jangan lupa kita kumpul lagi di ruang osis untuk membahas acara itu, biar cepet kelar, " ucap walah satu anggota Osis.
mereka semua mengangguk setuju dan David mulai membuka tasnya.
dia sangat terkejut saat melihat ada sebuah kotak makan berukuran sedqng berada di dalam tasnya. David pun sangat kebingungan melihat itu.
kemudian, tepukan pada pundaknya membuat David menoleh kearah belakang.
"itu tadi dari Nasya, tadi gue lihat doi kesini sambil bawa itu, " ucap Marcell membuat David tersenyum tipis mendengarnya.
kemudian ia segera memakanya hingga habis tak tersisa sekalipun.
"bahkan, Marcell yang hendak mengambilnya barang sepotong pun, di tepis oleh David. sebegitu sayangnya, dirinya dengan Nasya hingga tak rela berbagi walau hanya secuil.
"ish pelit loe, " ucap Marcel seraya kembali membuka buku pelajaran.
"bodoamat, " ucapnya srraya terus memakan potongan demi potongan, hingga tersisa sedikit. lalu menyimpannya ke dalam tas kembali untuk dirinya makan nanti waktu membahas pensi di ruang osis.
tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan pemandangan itu, seraya tersenyum senang.
"yes di makan, besok besok, gue akan biatin disert box juga, " ucapnya girang. kemudian melangkah dengan riang menuju kelasnya.
sepanjang jalan, Micelle tak henti hentinya menyunggingkan senyum. seraya sesekali menyapa guru dan teman temanya yang sedang lewat.
membuat mereka yang berpapasan, menjadi sedikit heran. karena, setau mereka, Micelle sama seperti Nasya. jarang senyum pada sembarangan orang. dan hanya tersenyum dengan teman mereka saja.
hati Micelle benar benar berbunga bunga saat ini. rasanya, ia tak sabar menunggu hari esok datang. wah si Micelle sudah mulai bucin pemirsa hahaha.
setelah sampai kelas, Micelle segera menghampiri Nasya yang sedang duduk seraya mencoret buku tulisnya.
membuat Micelle mengernyitkan dahi karena heran melihat sahabatnya itu.
"kenapa loe,? lagi patah hati,?" tanya Micelle. membuat Nasya menoleh kearah sahabatnya itu, lalu tersenyum tipis. menyembunyikan gejolak di dada.
"nggak papa, " ucapnya menghela nafas panjang. " eh iya, gimans sama pudingnya,? " tanya Nasya mengalihkan topik pembicaraa.
"huaa, " ucap Micelle menangis keras membuat Nasya menelan ludahnya kasar. apa jangan jangan, David menolak makanan itu,? dan membuang ke tempat sampah,?
pertanyaan demi pertanyaan muncul di dalam otaknya saat melihat tangis Micelle.
"hiks hiks gue seneng banget tau Nas, " ucap Micelle di sela sela tangisnya.
membuat Nasya semakin kebingungan di buatnya. " seneng kenapa,? terus kalau seneng, kenapa nangis,?" tanya Nasya bingung.
__ADS_1
"ish inituh saking senengnya, gue sampe nangis kaya gini, " ucap Micelle mengusap air matanya.
"coba loe xerita, loe seneng kenapa,? " tanya Nasya penasaran.
" gue seneng banget tau, kak David memakan habis puding lava yang gue buat, dan bahkan, Marcell minta saja nggak di kasih, " ucap Micelle membuat Nasya yang mendengarnya, tertegun sesaat.
Deg
jantungnya serasa mau lepas dari tempatnya saat mendengar ucapan Micelle.
"ja-jadi, David menerima puding buatan loe,? " tanya Nasya terbata.
dengan antusias, Micelle menganggukan kepala, " yes dan gue seneng banget tau nggak, besok besok, gue bakal buatin apa lagi ya, loe ada saran,,? " tanya Micelle.
Nasya menggelengkan kepala, tanda dirinya tak tau. membuat Micelle cemberut, lalu senyumnya terbit sesaat dirinya mendapatkan ide di kepalanya.
"hmm okelah kalau begitu, gue akan cari sendiri, " ucapnya seraya membuka ponselnya.
sementara itu, Nasya terbengong dengan fikiranya yang kemana mana. gimana kalau Micelle tau tentang kebenarannya,
melihat antusiasme gadis itu saja sudah bisa di tebak, jika Micelle sangat menyukai kekasihnya itu.
"yeah, ketemu,"ucap Micelle. membuat Nasya tersadar dari lamunanya.
"apa,? " tanya Nasya. gadis itu juga merasa penasaran.
"loe tau dari mana,? " tanya Nasya lagi.
"nih, " Micelle nenyerahkan ponselnya dan Nasya mendapati ponsel itu menampilkan sosial media milik kekasihnya.
Nasya menghela nafas mendengar apa yang di ucapkan oleh Micelle.
"Nas, nanti temenin gue kesupermarket ya, " ucspnya pada Nasya.
"mau apa,? " tanya Nasya menatap Micelle seksama.
"mau belanja sayuran, mau buat makanan kesukaan kak David, " ucapnya antusias.
membuat Nasya hanya mengangguk dan menurut saja saat Micelle membawanya ke supermarket terdekat.
dengan wajah berseri, Micelle mmaukan bahan bahan masakan kedalam troli dan Nasya mengikutinya dari belakang.
sesekali, Nasya memeriksa ponselnya, untuk melihat apakah ada pesan masuk dari ponselnya atau tidak. dan ternyata Nasya tak menemukan di sana.
setelah selesai berbelanja, mereka berdua segera pulang ke rumah masing masing.
"Nas, makasih ya atas bantuannya, doain gue ya, semoga, usaha gue nggak sia sia, " ucap Micelle saat mengantarkan Nasya pulang kerumah.
__ADS_1
Nasya hanya bisa menganggukkan kepala kemudian tersenyum .
setelah Micelle miningglkan rumahnya, Nasya segera masuk kedalam rumah dengan wajah lesunya..
Nsya berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. sesampainya di dalam kamar, Nasya segera membersihkan dirinya. setelah itu, ia membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya.
matanya menerawang jauh di atas langit langit kamarnya.
"bagaimana bisa seperti ini,? " tanya Nasya entah pada siapa.
setelah beberapa lama, Nasya bangun dari tidurnya karena merasa lapar di perutnya.
setelah itu, Nasya turun dari ranjang, dan keluar dari kamar. menuju lantai bawah.
"masak apa Pak Kim ? tanya Nasya saat dirinya sudah berada di meja makan.
"ini nona, saya masak udah bslado kesukaan nona, " ucap Pak Kim seraya menunjuk kearah meja makan.
membuat Nasys langsung berbinar dan swgera menyantap makanan dengan lahapnya.
ya, Nasya memang seperti itu orangnya, jika dirinya merasa galau, dirinya malah akan menambah mafsu mskanya.
"memang bisa seperti itu ya thor,? " tanya salah satu readers.
"ya bisa lah di sini kan dunianya halu halu bsndung, " ucap author sedikit sinis.
ikelah kita skip dulu masalah obrolan tak penting ini, kita lanjut ke Nasya.
setelqh Nasya selesai makan, gadis cantik itu, menuju ruang keluarga, guna menonton film kesukaannya.
setelah tv di nyalakan, Nasya kemudian duduk di sofa dan segera membuka cemilanya. untuk menemani dirinya, menonton drama kesukqanya.
"wuah seru nih dramanya, " ucapnya seraya memasukan keripik ke dalam mulutnya.
tak lama, ponsel miliknya pun berdering, membuat Nasya menoleh sesaat dan menatap layar ponselnya.
dimana, disana terdapat nama Audry di sana. dengan segera, Nasya mengangkat panggilan dari Audry.
"halo, " ucap Nasya.
"halo, Nas loe dimana,? " tanya Audry fi seberang sana.
"dirumahlah, " ucap Nasya sedikit ketus.
entah itu efek dari sakit hatinya atau apa, namun jujur saat ini, Nasya sedikit malas,
BERSAMBUNG...
__ADS_1