Asisten Special

Asisten Special
Rencana pertunangan


__ADS_3

Waktu lima bulan yang di berikan mami Bastian hampir berjalan tiga bulan. Saat ini perusahaan sibuk dengan penyelesaian perumahan tipe kecil yang dikerjakan Bastian.


Rekomendasi Rendra seperti meragukan kemampuan Bastian untuk mengerjakan proyek besar. Hingga Bastian hanya mendapat mengerjakan proyek rumah minimalis.


Bastian menggunakan seluruh waktunya untuk pemasaran perumahan yang dia kerjakan. jika ia dapat menjual 80 persen perumahan itu, maka papi akan memberikan proyek perumahan mewah yang memiliki profit milyaran rupiah.


Bukan profit yang dipikirkan Bastian tapi bagaimana membuktikan pada Rendra kalau ia layak diperhitungkan masuk jajaran pimpinan HWD Grup.


Bastian sampai lupa permintaan ibunya. Sementara Bagas, karyawan IT Kantor sebelah semakin gencar mendekati Ami. sejak Ami memenuhi undangan Bagas untuk datang lagi ke kafe tempat mereka pertama kali bertemu di hari minggu.


itupun Ami datang bukan karena ingin memenuhi undangan Bagas tapi karena ingin mencari catatannya yang ketinggalan. untung pegawai kafe masih menyimpannya.


Jadilah Bagas punya kesempatan untuk berbincang dengan Ami. Emang dasar Ami suka ngobrol jadilah percakapan mereka berlangsung lama.


Ami tertarik dengan design animasi yang sedang di kerjakan Bagas. Bagas pun mendapatkan ide untuk membuat animasi animasi seperti fantasi Ami. mereka pun bertukar nomor telpon.


Hasilnya mereka saling berkomunikasi saat jam istirahat atau malam hari. sebuah awal yang manis. Ami tersenyum memandang notifikasi pesan yang masuk. Semalam Bagas nembak dan tadi pagi baru ia jawab. maka hari ini mereka resmi jadian.


[ Nanti malam, aku ajak kamu menghadiri pameran animasi ]


Bastian masuk ke ruangannya dan memperhatikan Ami yang masih senyum senyum sambil mengetik pada benda pipih yang di pegangnya.


" Malam nanti kita lembur lagi "


Ami terperanjat dengan suara atasannya yang berdiri di depannya.

__ADS_1


" Malam ini pak ? "


" Ya mi.., targetnya satu minggu ini semua perencanaan kita harus sudah selesai " timpal Deni yang masuk bersama Bastian.


" Yah..pak apa nggak bisa ditunda, malam ini saya sudah ada janji sama..." Ami memotong kalimatnya karena mendapatkan tatapan intimidasi Bastian.


" sama siapa ?, kalau nggak penting tunda saja " buru Bagas.sambil membentangkan gulungan karton denah lokasi proyek.


" Pa..car " ucap Ami terbata, reflek Bastian dan Deni menoleh. Tatapan Bastian berubah seperti tatapan seorang ayah yang tak suka ucapan anaknya.


" kamu selingkuh Mi ? " tuduh Deni sambil memperhatikan tatapan Bastian pada Ami.


" maksudnya pak Deni ? "


" Bukannya kamu calon istrinya Bastian ya kan Bas "


" Saya minta kamu profesional mi, dalam draft kontrak kamu harus mengerjakan apa yang saya minta sebagai atasan kamu " ujar Bastian dengan nada serius.


Ami tersenyum kecut.


" Ya pak " cicit Ami.


Bastian seperti tak memberi kesempatan untuknya menggunakan hpnya untuk menghubungi Bagas.


Hampir semua karyawan bagian marketing di minta Bastian lembur. Tentu Ami tak terlibat dalam pekerjaan mereka, tugas Ami adalah menyediakan file file administrasi yang dibutuhkan Bastian.

__ADS_1


Tadi sore ia sudah mengabari Bagas kalau mereka tak jadi kencan malam ini. Ami harus menelan kecewa demi profesionalitas kerja.


Bahkan Bastian melarangnya menerima telpon malam ini.


" pak, bu Winda nelpon bapak dari tadi " tegur Ami saat Bastian sibuk dengan layar komputer.


" tolong kamu angkat dan katakan saya sedang sibuk "


Ami mengangguk dan mengangkat panggilan dari hp Bastian yang sengaja di letakkan di meja Ami.


" Maaf bu, pak Bastiannya sedang sibuk nanti ibu dihubunginya lagi " tutur Ami sopan tapi ia malah dibentak.


" Bilang sama Bastian ya mi kalau pertunangan akan mami adakan satu bulan lagi, dia tidak bisa ngelak lagi, urusan cinta belakangan, apa sih susahnya mencintai Nana yang cantik dan kalem itu "


" Ya bu, nanti saya sampaikan "


Ami menghadap ke meja Bastian dan bingung harus bilang apa, ia lihat mood Bastian sedang buruk. mata itu selalu tajam padanya.


" pak, kata ibu Winda pertunangan bapak segera dilaksanakan, setuju atau tidak pertunangan tidak bisa ditunda lagi. itu kata ibu "


Brakk ! meja digebrak. Ami mundur ketakutan.


" Kamu bilang apa sama mami "


" Saya bilang iya..nanti "

__ADS_1


" itu tugas kamu, batalkan rencana mami !" potong Bagas dan Ami hanya bisa ternganga. lah dia siapa ? bu Winda kan mak sampean mas ganteng.


__ADS_2