Asisten Special

Asisten Special
Aku tidak bersalah


__ADS_3

" Ami...Ami telah mendorong mami.." ulang Nindi dengan wajah penuh kecemasan. Bastian mendengarkan sesaat lalu melangkah lebar menuju pintu keluar.


 Ami turun dengan tertatih dan mengejar Bastian yang tergesa gesa membawa ibunya ke rumah sakit.


" Aku tidak bersalah kak, mereka memfitnahku " kata Ami pilu tapi Bastian seperti tak mengindahkan. rasa bencinya yang sudah ada semakin bertambah tanpa memberi Ami celah untuk membela diri. ia menatap tajam netra Ami. Ami tertunduk.


" Tunggu aku di rumah, kita akan bicara " tegas Bastian setelah itu, ia menutup kaca.


Nindi dan Windi serta anak anaknya mereka mengikuti mobil Bastian ke rumah sakit. Ami hanya menatap nanar mobil mobil itu meninggalkan halaman rumah.


Ami terduduk lemas, sekalipun ia datang ke rumah sakit, pasti Bastian tak mau mendengarkannya. laki laki itu sudah diliputi amarah setelah melihatnya berpelukan dengan Bagas.


" Nyonya...yang sabar, nanti saya yang akan bicara dengan tuan Bastian " Dwi mendekati Ami.


Ami berjalan ke arah mobilnya dengan langkah berat, tatapan Bastian seakan ingin membelah tubuhnya. ia tak punya kesempatan untuk bicara.


********


Bastian termenung di depan ibunya yang kini sedang di rawat diruang ICU. pikirannya sudah teramat kacau, suasana hatinya yang buruk tak bisa membuatnya menggunakan logika mencerna apa yang terjadi. Ia seakan terbawa cerita tantenya bahwa sebenarnya Ami tidak tulus mencintainya dan istrinya itu ingin mencelakai ibunya karna kesal selama ini tak pernah dianggap.


Bastian kembali ke rumahnya dan menemukan istrinya sedang menangis di kamar. ia tengah menelpon JoJo.


" aku ingin bicara ! " sentak Bastian membuat Ami terkejut. Ami mematikan panggilan. ia menghadap Bastian yang duduk dengan bersilang kaki di sofa.


" Bagaimana keadaan mami kak ? apa dia baik baik saja ? " tanya Ami terburu, ia lupa kalau suaminya saat ini tengah marah padanya.


Bastian tak menjawab. ia melempar pandangan ke samping, sudut bibirnya sedikit terangkat. sorot matanya sangat sinis.


" cukup sandiwaramu, sekarang kemasi barang barangmu dan tinggalkan saya, jangan perlihatkan wajah itu di depan saya lagi ! " bentak Bastian, ia berdiri sementara Ami terduduk berlutut di depan suami.


" Kak..beri kesempatan saya membela diri saya, saya tidak bersalah " mohon Ami sendu tapi Bastian tetap tak bergeming. ia menepis tangan Ami yang menyentuh kakinya.


" Jauhi dia, kau istri tak berguna !" ujar seseorang di belakang Ami, ia menyeret Ami menjauhi Bastian. Ami terkejut dengan kehadiran Nindi di rumahnya.


" kau saja yang menyetir " ucap Bastian sambil menyerahkan kunci mobilnya ke tangan Nindi.


Ami menekan dadanya, rasa sakit dari dada itu menghujam tubuhnya. ia seakan dipurukkan dalam palung terdalam. suami yang sangat dicintainya, kini menganggapnya bagai sampah yang harus dibuang.


Setelah Bastian dan Nindi pergi, Ami mengusap air mata yang tak berhenti mengalir. Tanpa membawa apapun, ia pergi meninggalkan rumah yang Bastian bangun untuknya. dalam sekejap surganya itu berubah jadi neraka.


Derai hujan menemani Ami meninggalkan rumah, meski Art dan sopir menawarkan jasa mereka untuk mengantarkan Ami tapi Ami menolak.


Ami berjalan tak tentu arah, membiarkan dirinya ditimpa hujan yang semakin lebat.

__ADS_1


Ami merasakan tak ada kekuatan lagi untuk berjalan, tubuhnya dari pagi belum diisi apa apa. Ami merasakan pandangannya kabur.


Ia ambruk di trotoar.


******


Bastian menemui Deni bersama Nindi. tentu saja sahabatnya itu terkejut karena kehadiran Nindi di samping Bastian.


" Aku sudah pasrah jika harus di depak dari perusahaan. aku akan menerima tawaran Hutomo " ujar Bastian yang membuat Deni terperangah.


" Bas..kau gila ! kau mau mencampakkan Ami, wanita yang telah menyelamatkanmu dari keterpurukanmu. Sungguh tak punya hati dirimu Bas " Deni memandang sahabatnya tak percaya.


" Dia sudah selingkuh dengan Bagas, mereka berpelukan dan itu tidak sekali dua kali aku melihatnya bersama Bagas dan hari ini ia telah mencelakai mami "


" Mereka tidak selingkuh, aku juga ada pagi itu. Ami dalam kondisi kalut, ia mau diperkosa Rendra dan ia mengira mobil yang datang itu adalah mobilmu, pikirkan situasi buruk yang dialami istrimu "


Bastian tertegun sesaat. ia seperti memikirkan sesuatu.


" Aku tak percaya Ami ingin mencelakai tante Winda, beri kesempatan ia bicara Bas "


" Mas..., kita sudah di tunggu papa " sela Nindi, ia tak ingin pikiran Bastian terbuka untuk memberi kesempatan Ami bicara. ia sudah sangat senang dengan kenyataan Ami di usir Bastian.


" ayo " tanggap Bastian sambil membalikkan badan.


*******


" aku tidak bersalah ...aku tidak bersalah.." igau Ami dalam tidurnya yang gelisah. seseorang mengusap kepala Ami.


" Dimana aku..? " tanya Ami terkejut melihat tempat di sekelilingnya tak ia kenali.


" Tenang Ami, kamu aman di sini " ucap seorang perempuan yang hamil besar. Ami mengucek matanya, meyakinkan dirinya kalau ia mengenali perempuan itu.


" Luna..? " tanya Ami. perempuan itu mendekat pada Ami dan mengangguk. Ami mundur ketika Luna mendekatinya, ia tahu skandal Luna dan Rendra saat ia masih bekerja. Mungkin Luna di pihak Rendra yang ingin menyiksanya seperti keinginan Rendra.


" Jangan sakiti aku ! " jerit Ami ketakutan.


" Jangan takut Ami, aku tak ingin menyakitimu. aku menemukan kau pingsan di jalan jadi aku membawamu ke sini " kata Luna meyakinkan Ami kalau ia bukan orang jahat.


Ami tiba tiba merasa mual, ia meminta Luna menunjukan dimana kamar mandi. Tak ada yang bisa dimuntahkannya karena sejak kemarin ia belum makan apa apa.


" kamu hamil ? " tanya Luna setelah Ami keluar dari kamar mandi. Ami mengangguk pelan.


" Kenapa senja itu kau berada di jalan, apa terjadi sesuatu antara kau dan suamimu ? "

__ADS_1


Ami tak menjawab, pertanyaan Luna membuat hatinya kembali perih. terbayang kembali saat Bastian mengusirnya dari rumah dan ia pergi dengan Nindi. perempuan yang sudah memfitnahnya.


Ami menangis, kali ini ia lepaskan sesak di dadanya. meski terdengar meraung. berkali kali ia berucap.


" aku tidak bersalah...aku tidak bersalah "


Luna memeluk Ami, ia tahu bagaimana menjadi wanita miskin yang mencintai laki laki kaya, terkesan mereka hanya ingin mengisap lalu mencampakkan bila manisnya sudah habis.


" Tenanglah..Ami, ingat ada bayi yang harus kau selamatkan. suatu saat mereka akan dapat ganjaran atas apa yang mereka lakukan pada kita "


********


Deni, Bagas, Amira dan Shirley berusaha mencari Ami. ketika mereka mencari Ami di rumah Bastian. Art di ruma itu mengatakan kalau Bastian telah mengusir nyonya rumah mereka.


" gimana ? sudah bisa dihubungi ? " tanya Deni pada Amira. Amira menggeleng. sejak tadi mereka mencoba menghubungi Ami, tapi hp Ami tidak aktif.


" Bastian sialan !" umpat Deni, ia memandang kesal jalanan. Sudah berkali kali mereka berputar putar menanyakan pada orang yang mungkin Ami singgahi tapi keberadaan Ami seakan hilang ditelan bumi.


********


Bastian menunggu ibunya yang masih koma. Joni memintanya untuk bertemu.


" Pak. satu minggu lagi akan diadakan rapat luar biasa dengan dewan direksi dan pemegang saham. Bapak di minta hadir " beritahu Joni saat mereka berada di kafe rumah sakit, asisten pribadinya itu memandangnya dengan rasa kasihan.


" Pak, saya yakin ibu Ami tidak bersalah, kenapa bapak tak memberi kesempatan untuk istri bapak bicara "


" Jangan ikut urusan rumah tangga saya Joni " sergah Bastian dengan nada tinggi.


" Tapi saya harus ikut campur pak, karna teman teman bapak istri bapak menghilang. tak ada yang tahu bu Ami ada dimana ? "


Bastian menghentikan gerakan gelas mendekati bibirnya.


" apa bapak tidak khawatir dengan istri bapak.? saya berani tegaskan kalau bu Ami tidak bersalah !" ucap Joni sambil berdiri.


" Joni..! " panggil Bastian karena Joni meninggalkannya tiba tiba. sungguh sikap asisten yang tak bisa dimaafkan.


" saya akan ikut teman teman bapak untuk cari bu Ami "


" Joni !!!! kembali !!! " teriak Bastian, orang orang yang ada di kafe jadi melihat Bastian. Bastian menghempaskan bobotnya di kursi. Hati kecilnya sekarang merantau.


" Bagaimana cerita mereka benar Rendra ingin menyakiti Ami..."


Bastian mengambil hp dan menghubungi nomor istrinya. tidak tersambung. Bastian mulai cemas.

__ADS_1


"


__ADS_2