
" ini pak " ujar Ami sambil menyerahkan sebuah map berisi agenda Bram selama satu bulan yang baru saja ia selesaikan.
" letak kan saja di meja saya " tanggap Bastian sambil membereskan map yang diberikan semua kepala divisi yang berserak diatas meja.
Ami terbelalak saat melihat kotak makanan yang sangat ia kenal.
" Bapak bawa makan siang juga ? " tanya Ami sambil membolak balikan kotak makan siang yang mencurigakan. ini persis seperti yang dia punya.
" itu punya kamu, maaf tadi saya tak sengaja membukanya dan seperti enak trus saya makan. makasih ya.." ujar Bastian santai.
" sama sama pak " jawab Ami juga santai padahal dalam hati dongkol. pak, saya ini lagi kismin. saya baru bayar kontrakan dan saya mesti berhemat nunggu gajian bulan depan.
" Kamu nggak keluar makan siang ? " tanya Bastian tanpa perasaan bersalah, menghabiskan nasi putih sama tumis kangkung plus telor ceplok.
" nggak pak, bapak saja duluan, saya mau selesaikan rekap laporan semua divisi ini dulu "
" ikut saya ! " titah Bastian sambil mengambil kunci mobilnya.
" kemana pak ? "
" kencan sayaang " pas Bastian bilang itu, pintu ruangan di buka tiga orang kepala divisi. mereka menatap Ami dengan tatapan penuh makna.
" ini pak laporannya " ujar mereka dengan memperhatikan Ami dengan seksama. jelas sekali pandangan itu merendahkan. Ami sewot, bukan pada tiga orang yang melihatnya tapi pada Bastian.
" Kenapa kalian lihat lihat asisten saya, naksir ? nggak bisa dia sudah ada yang punya " bentak Bastian hingga mereka gelagapan.
__ADS_1
" Nggak pak, permisi ! " ujar mereka kompak. kompak juga berbisik.
" Ayo ! " ujar Bastian sambil menarik tangan Ami yang masih mematung. ini nggak benar ini, gosip aneh aneh akan menyebar dimana mana.
" Pak, bapak nggak apa apa kalau mereka salah paham tentang kita?, gosip lebih cepat menyebar dari pada angin pak ? "
Ami terpaku pada atasannya yang membukakan pintu mobil untuknya. Ami masuk ragu ragu, aksi Bastian membukakan pintu mobil juga diperhatikan karyawan yang kebetulan sedang diparkiran.
" Biar saja mereka salah paham, toh hal ini biasa terjadi kalau asisten menggoda bosnya, kamu juga sering tinggalkan di drama dragon "
Ami menghentikan tangan Bastian yag hendak memutar kemudi.
" Masalahnya saya nggak menggoda bapak, saya masih waras pak, nggak ngehalu " ujar Ami sambil menghentakkan kemudi sampai menyentuh tangan Bastian.
" Brengsek ! " umpat Ami sambil menjauhkan tanganya, Bastian tergelak.
Ami diam sepanjang perjalanan. dia tak ingin bertanya kemana Bastian membawanya, selagi masih normal normal saja ia akan menurut.
rupanya Bastian membawanya ke lokasi perumahan yang sedang dikerjakan Bastian. masih berupa lahan kosong.
" Eh pak Bastian sudah datang " sambut dua orang pekerja.
" Ya..pak Karso, bisa saya lihat denah lokasinya " Bastian melipat kemejanya hingga siku dan memasang helm proyek ke kepalanya dan ke kepala Ami. dua pasang mata pekerja itu memperhatikan cara manis Bastian memasangkan helm ke kepala Ami. mereka senyum senyum.
" Bapak sangat romantis " celetuk pak Karso. Ami melototkan mata. Bastian tersenyum.
__ADS_1
" tapi dia bilang saya tidak romantis pak, apa saya harus bangun seribu candi biar dia percaya kalau saya memang cinta dia "
Busyet dah, ini mah keterlaluan gombalnya, Ami bakalan mabuk laut. Ami menepuk jidatnya. tobat tobat.
" silahkan pak, makan siangnya sudah saya siapkan, sepiring berduakan ? "
Ami membulatkan matanya melihat sebuah tikar yang digelar dibawah pohon. ada makanan tergeletak diatasnya, sebuah piring dengan menu nasi goreng yang dibentuk seperti hati.
siapapun gadis yang ada di dekat Bastian pasti meleleh, romantis pisan euy...
tapi Ami mengkeret.
kira kiralah pak kalau ingin balas dendam jangan buat anak orang berharap.
" Mari sayang "
" Cieeee....." sorak beberapa pekerja yang ada di dekat pohon.
" ini sudah keterlaluan pak Bas, bapak sudah mengobrak abrik hati saya, harus bagaimana lagi saya harus minta maaf pak " geram Ami dengan berbisik ketelinga Bastian.
Bastian meletakkan tangannya di pipi Ami dan ikut berbisik.
" ini belum seberapa, ada yang lebih dasyat lagi, belah duren setelah kita ke penghulu "
Ami mengepalkan tangannya.
__ADS_1