
" Ami, syukurlah kamu cepat pulang " ujar seorang kerabat Ami yang menyambut Ami di pintu rumah.
" Bapak bagaimana wak ? " tanya Amina sambil tergesa memasuki rumah. Ami heran melihat banyak sekali keluarganya berkumpul di rumah.
ia melihat di pintu kamarnya sudah dihias dengan renda renda bak bilik pengantin. Di ruang tamu ia melihat ada pegawai KUA yang dia kenal.
" Mi..bawa calon suamimu masuk, acara ijab kabulnya akan dimulai " ujar seorang wanita paruh baya yang menyambut Ami tadi.
" Wak, ada apa ini ? siapa yang akan menikah " tanya Ami keheranan. Ia melihat Bastian diajak kedalam oleh beberapa orang laki laki.
" Kak ! " panggil Jojo yang baru datang.
" Ada apa ini Jo ? kenapa kakak diminta menikah tiba tiba ? "
" Maafkan aku kak, satu minggu yang lalu aku kabari ayah kalau kakak sudah dilamar dan minggu ini akan pulang bawa calon suami kakak, ini amanat ayah kak ia ingin melihat kakak menikah sebelum meninggal "
Ami menghela nafas dalam, ia lupa menyampaikan pada adiknya kalau ia sudah putus dengan Bagas. sekarang Bastian pasti kebingungan di dalam.
" Jo, tolong panggilkan pak Bastian keluar, kakak mau bicara sama dia "
Jojo melakukan perintah Ami, beberapa saat ia membawa Bastian kehadapan Ami.
" bapak harus cepat cepat pergi dari sini ! " usir Ami, Bastian juga kebingungan dengan situasi yang ia temui di rumah Ami. Ia memandang Ami yang terlihat panik.
" Bapak tunggu apa lagi, cepat pergi dari sini ! " bentak Ami.
" Jangan kak, ini permintaan ayah. umur ayah tak lama lagi dia ingin melihat kakak menikah "
" Kamu ngomong apa Jo ? ayah pasti sembuh kakak sudah ngumpulin duit untuk bawa ayah berobat ke kota "
Bastian yang hendak menyentuh handel pintu mobil tertegun. Ada perasaan aneh menyelinap hatinya saat mendengar percakapan adik kakak itu.
" Bapak tunggu apa lagi, cepat pergi ! " usir Ami dengan wajah tegang.
Ami membelalakkan mata saat Bastian melangkah ke arahnya. ia mengeluarkan kalung dari saku celananya dan beberapa lembar uang kertas merah.
" Tidak apa apa kalau saya berikan maharmu ini Mi ? " tunjuk Bastian pada dua benda yang diberikannya pada Jojo.
" Pak ! Jangan lakukan itu, jangan mengorban diri bapak untuk saya " mohon Ami, ia menarik tangan Bastian mendekati mobil. Bastian menahan kakinya.
__ADS_1
" Jawab mi ! apa cukup maharnya itu ? " Ami menatap dalam mata Bastian. Berkali kali namanya dipanggil dari dalam.
" Mi..ayahmu sudah menunggu " tegur Bastian. Ami menutup matanya dan mengangguk. ia membiarkan laki laki yang sebentar lagi jadi imamnya itu menuntunnya ke dalam rumah.
tepat dihadapan sang ayah yang sedang mempertahankan nafasnya demi melihat putri tercintanya menikah. Ami dan Bastian didudukkan. Jojo bertindak sebagai wali, ia mengerutkan kening saat membaca nama Bastian yang dituliskan Ami. Bukannya nama calon suami kakaknya Bagas Hermawan bukan Bastian Bayu Perdana.
" Kak, gimana ini. kita salah orang "
" Kan, kakak sudah bilang sama kamu. acara nikah nggak bisa diteruskan "
" Sudah, teruskan saja " ucap Bastian sambil mengambil tangan Jojo. Intimidasi mata para tamu membuat Jojo harus memulai akad.
" saya terima nikah dan kawinnya Amina Rahayu bin Muhammad Haris dengan mahar tersebut dibayar tunaaaai " sekali helaan nafas Bastian mengucapkan ijab kabul, kata sah menggema dirumah Ami yang tidak terlalu besar.
Ami menutup matanya dan membiarkan air matanya meleleh. Tak lama ia mendengar adiknya menjerit memanggil ayah.
" Ayaaaaah..." jerit Jojo pilu, Ami membuka matanya dan melihat ayahnya seperti tertidur lelap. ia pun menjerit pilu.
" Ayaaaah..." panggil Ami tersedu, Bastian meraih tubuh Ami karna orang orang meminta Ami tak menetesi tubuh ayahnya dengan air mata.
ia merengkuh Ami kuat, membiarkan asisten yang sudah ia nikahi itu menangis di dadanya.
acara pemakaman berlangsung singkat karena tidak ada kerabat lagi yang ditunggu. Bastian tetap memeluk Ami saat menyaksikan pemakaman. Ia mendapat informasi kalau ayah Ami dimakamkan disamping kuburan istrinya.
sudah dua malam ia bermimpi bertemu pengasuhnya.
Bastian belum bisa menanyakan pada Ami, apakah ibunya pernah bekerja bersama keluarganya. istrinya itu malamnya terserang demam.
" Pak, cepat balik. ibu Winda pasti menunggu bapak balik acara pertunangan bapak tinggal satu minggu lagi" ucap Ami saat mereka sudah ada di kamar pengantin.
" Saya nggak bisa meninggalkan kamu seperti ini Mi, kamu demam " sanggah Bastian. ia memeriksa Kening Ami.
" Nggak apa apa pak, disini ada keluarga saya " Ami duduk ditepi ranjang, ia membelai seprei yang terasa lembut. Taburan kelopak mawar menyeruakkan wangi menyejukkan hidung. Mengambil satu helai kelopak mawar dan menciumnya.
" Tapi saya suami kamu Mi " ujar Bastian ikut duduk di samping Ami. melakukan hal yang sama.
" Ini kan bapak lakukan karena terpaksa, bapak terjebak situasi maafkan saya pak "
pintu di ketuk dari luar. Ami berusaha berdiri tapi dicegah Bastian. ia yang membukakan pintu.
__ADS_1
" bang, ini kopernya " Jojo menyerah koper yang tadi diminta Bastian untuk diambilkan.
" Lain kali boleh saya pinjam lagi mobilnya bang " pinta Jojo yang disambut tatapan garang Ami.
" boleh, lain kali kamu bisa pakai mobil sport saya "
" Yess ! " sorak Jojo.
" Ambilkan saya air putih Jo " pinta Bastian, Ami mencoba berdiri tapi tubuhnya terasa sangat letih. ia ambruk.
Bastian terkejut saat melihat Ami terjatuh di depan ranjang.
" Kalau nggak sanggup, kenapa berdiri mi "
" nggak apa apa pak, saya hanya pusing " Ami mencoba untuk duduk. Tapi kepalanya terasa sakit dan matanya berkunang kunang. ia tak bisa mengangkat tubuhnya untuk berdiri.
Bastian mengangkat tubuh Ami ala bridal style, kedua mata mereka saling menatap saat Bastian membaringkan tubuh Ami di ranjang. Tatapan itu belum berhenti sampai pintu di ketuk.
" ini airnya bang " Jojo menyerahkan segelas air putih. Bastian mengambil stok obat yang selalu ia bawa di koper, ia mengambil pil penurun panas.
" minum dulu obatnya " ucap Bastian membantu Ami duduk. Ami tergugu ketika Bastian memegang tengkuknya. manis sekali, ia larut dalam pesona atasannya itu.
Ami terburu menurunkan kepalanya hingga Bastian ikut terjatuh disamping Ami ketika selesai meletakkan gelas di meja.
" Mi..tangan saya kejepit kepala kamu "
mereka berdua kembali saling menatap, dan beberapa saat saling melemparkan pandangan ke arah lain.
"pak, kepala saya sakit sekali " keluh Ami saat berusaha mengangkat kepalanya
" Ya ampun mi...kamu panas sekali " pelan Bastian mengangkat kepala Ami. ia meminta Jojo mengambil air untuk mengombres kepala Ami.
semalaman Bastian tidak tidur karena Ami demam tinggi. ia terus mengigau memanggil ayah dan ibunya. menjelang subuh baru Ami dan Bastisn tertidur.
Ami terbangun dan terkejut saat melihat Atasannya tidur di sampingnya sambil memegang kepalanya.
" Pak...bangun " sentak Ami menepuk dada Bastian. Ami terkesiap, reflek memegang kepala Ami.
" Syukurlah sudah dingin "
__ADS_1
" Bapak ngapain ? " tanya Ami saat Bastian membuka kemejanya, seharian mereka tidak berganti baju.
" ganti baju "