Asisten Special

Asisten Special
Bukan bos galak


__ADS_3

Joni tampak sibuk di ruangan Bastian, sesuai perkataan si bos, ada banyak beban tugas yang harus ia kerjakan sampai si bos sembuh dari sakit, sakit yang di buat buat.


" pak Jon. pak Bastian nggak masuk ya hari ini ? " tanya seorang pimpinan divisi.


" He eh. kenapa ? " tanya Joni sambil meraih map yang di serahkan kepala divisi pengembangan.


" Syukurlah pak, setidaknya saya bisa ngambil nafas hari ini. ngap ngap an saya pak tiap menit dia minta revisi. tipo satu huruf saja kena damprat saya pak " curhat kepala divisi pengembangan bernama Bambang. Joni mengernyitkan kening.


" Benar pak Joni, pak Bastian nggak masuk hari ini ?" kepala divisi marketing masuk di susul divisi HRD.


" Iya. pak Bastian lagi sakit " jawab Joni sambil memeriksa berkas yang mereka berikan.


" Syukurlah " ucap mereka kompak, Joni terbelalak.


" lu lu pade nggak punya hati ye..bos sakit lu Syukurin, gue aduin tau rasa nggak gajian bulan depan " ancam Joni, kalau boleh jujur ia juga punya rasa syukur yang sama dengan rekan rekan kerjanya. semenjak si bos bermasalah dengan istrinya, tingkat kegalakan Bastian bertambah tambah tiap hari. kerja harus melebihi target.


" Jangan begitu pak Joni, kita ini udah capek capek kerja diketusin tiap hari sama si bos. sesekali leha leha pas si bos nggak masuk, nggak apa apa kan ? " ucap kepala divisi HRD duduk santai di sofa.


" leha leha kalian bilang, saya ni yang ketiban banyak kerjaan pas si bos nggak masuk "


" Jangan kuatir pak Jon, nanti pas jam makan siang kita pijitin rame rame deh, nanti kita bujuk Dahlia untuk makan siang romantis sama pak Jon, gimana ? " bujuk kepala divisi produksi yang baru masuk.


" Serah kalian lah, sana pergi ! saya lagi sibuk " usir Joni pada karyawan karyawan yang harus beri laporan hari ini.


" Tapi bener kan pak Jon. pak Bastian nggak masuk ? takut kena marah kita kalau ketahuan nyantai " tanya Bambang didukung tatapan mata teman temannya.


" Iya..iya, dia nggak masuk, mungkin udah terbang ke eropa dia. bulan madu kedua " jawab Joni sambil memutar kursi Bastian. ia coba cosplay gaya Bastian duduk dan memberi perintah.


" Kembali sana ! bersantai "


" Yeeees ! " sorak mereka kompak.


" Oya., doain agar pak Bastian lama sembuhnya " ucap Joni sebelum para karyawan itu keluar, mereka saling pandang dan terbelalak.

__ADS_1


" ini pak Joni yang ngomong ya..bukan kita. awas pak Joni macam macam sama kita bilangin pak Joni senang kalau pak Bastian sakit " ancam Bambang.


" Sialan kalian ! o..ya soal Dahlia nanti saya tagih " ujar Joni sambil menyisir rambutnya. mereka geleng geleng kepala.


Perihal Bastian tak masuk kantor hari ini jadi trending topik. dari lantai dasar sampai lantai paling atas seperti bisa ngambil nafas. fuiiih..baru kali ini si bos absen. Jadi bisa menunda target kerja barang satu hari.


Suasana pantry jadi ramai saat jam kerja. para OB kewalahan saat mereka diminta beli ini itu oleh para karyawan.


Tapi siapa sangka kenyataan tak sesuai ekspektasi. Bukan urusan Bastian soal reaksi karyawannya jika hari ini ia berubah pikiran. Dengan beralasan pergi ke kantor, ia mengantar Ami ke kampus meski Ami memintanya untuk istirahat dulu di rumah.


Ami sudah terlanjur jadi dosen pengganti sampai Rahmi, ibu Bagas kembali dari luar negri.


riuh suasana kafe yang seharusnya sudah sepi saat jam makan usai memang seperti sengaja dibuat molor satu jam.


Kedatangan Bastian disambut tatapan tak percaya security, pesan berantaipun di mulai. semua kalang kabut. .


[ Awas..pak Bos datang, kembali ke kubikel kalian masing masing ! kalau tak ingin dipecat ]


" Jangan terlalu capek, tar ngajarnya duduk aja nggak usah pakai acara jalan jalan. susunya sudah di minum ? nggak usah naik tangga pakai lift saja "


Percakapan suami istri cukup memberikan jeda untuk kembali ke ruang masing masing. Bastian naik lift khusus pimpinan.


Joni digerebek di salah satu lift.


" Joni !!!! kurang asin, kau kerjai kami ya " marah semua kepala divisi pada Joni.


" Suer..dia kemarin bilang mau libur barang beberapa hari, mana saya tau kalau dia berubah pikiran " bantah Joni sambil mengusap kepala plontosnya yang kena jitak.


" Makanya kalau kasih informasi itu yang akurat tuyul. kalau sampai gaji kami di potong...kepalamu tak jadiin bakso.."


Ting !


lift terbuka dan adegan kepalan tangan singgah kepala Joni berhenti mendadak. Joni hampir menangis karena sejak tadi di rundung.

__ADS_1


" Eh..kalian apakan asisten saya ? " tanya Bastian saat melihat Joni terpojok dengan posisi duduk meringkuk di sudut lift. Semua mulai nyengir kuda.


" Nggak ada pak, cuman gemes liat kepala Joni " Joni merengut, gemes apaan dipites iya. Joni keluar lift dengan wajah garang. bola matanya hampir keluar melototi para pimpinan divisi yang merundungnya.


" Ya sudah, kembali bekerja. Hari ini kalian bisa agak santai karna target kita bulan ini sudah tercapai " ucap Bastian sambil berlalu menuju ruangannya. Para karyawan itu menghembuskan nafas lega. Mereka heran kenapa sikap bos mereka berubah drastis. wajahnya juga terlihat cerah dan selalu melempar senyum ramah saat ada yang menyapanya.


Joni menyerahkan laporan laporan yang diberikan semua kepala divisi pada Bastian.


" Jon...temani saya ke lapas hari ini " pinta Bastian sambil merapikan jasnya. Joni tertegun, firasatnya mengatakan kalau bosnya akan menemui Rendra, saudara tiri Bastian. jujur ada ketakutan Joni bertemu dengan Rendra karena semua korban yang melapor itu atas desakannya dan semua bukti yang ia berikan pada pihak yang berwajib adalah hasil investigasinya bersama Ami.


" Harus ya pak ? " tanya Joni dengan wajah pucat. Bastian memperhatikan wajah Joni sesaat lalu tersenyum.


" Jangan takut, saya sendiri yang menemuinya . Jika ia lihat anaknya Jon, saya yakin dia bisa berubah " ucap Bastian menenangkan.


Bastian dan Joni meluncur menuju lapas. Rendra terlihat sumringah melihat kedatangan saudaranya, doanya terkabul. ia ingin ada yang melindungi Luna dari kemarahan ibunya.


Bastian menyalami Rendra.


" apa kau dendam padaku Ren, aku sama sekali tak ingin melihat kau menderita seperti ini " ucap Bastian setelah mereka sama sama duduk.


" Bagaimana pun kita bersaudara. kita satu darah. Jangan kira aku bahagia kau mendekam disini, aku hanya ingin kau merubah cara pandangmu tentang harta dan jabatan. kakek membangun perusahaan ini bukan kita cucu cucunya pertengkarkan. Papi belum sanggup untuk melihatmu seperti ini, tapi ia sudah siapkan pengacara untukmu " tutur Bastian. Rendra tertegun, bayangan kesalahan dan kelakuan bejatnya kembali berputar di otaknya


" aku tahu aku salah Bas, aku minta maaf terutama saat aku ingin menyakiti istrimu " ujar Rendra pilu.


" Oh..ya, Luna mengirimkan foto foto putri kalian " Bastian menunjukan foto bayi perempuan berumur lima bulan.


" Jangan lakukan kesalahan yang sama lagi, jika putrimu dilecehkan tentu kau yang pertama akan marah " kata Bastian sambil menepuk bahu Rendra.


Rendra mengusap air matanya saat mengembalikan ponsel Bastian.


" Bas ! " panggil Rendra. Bastian yang sudah melangkah beberapa langkah berbalik.


" Hati hati dengan ibuku " ucap Rendra. Bastian tertegun sejenak lalu kembali berbalik dan melangkah keluar lapas.

__ADS_1


__ADS_2