
" kenapa bolak balik bolak balik kaya setrikaan kak " tegur Jojo, adik Ami. Ia mampir ke rumah kontrakan Ami setelah olahraga pagi sama teman temannya.
" Kakak pusing Jo, bos kakak nyuruh kakak satu hal yang ga bisa kakak lakukan " curhat Ami setelah hampir sepuluh kali putaran meja makan.
" disuruh ngapain segitu paniknya "
Ami menghela nafas kasar dan meminum air putih yang baru di ambil Jojo.
" gila ! dasar bos gila. masa kakak disuruh batalin pertunangan dia sama wanita pilihan ibunya, emangnya kakak ini siapa ? " jerit Ami sambil menyeka mulutnya yang penuh leleha air.
" Masa kakak lupa sama diri sendiri, kakak kan Amina Rahayu, kakaknya Jojo yang simple and sweety "
" bukan itu dodol ! "
Hp Ami berdering, ia melihat siapa yang menghubunginya. Bastian. Ami mengangkatnya di kamar.
" Mi..hari ini ga sibuk kan, kalau tadi malam ga bisa. gimana kalau hari ini kita jalan " ujar suara dari sebrang. Ami menyambutnya antusias.
" bisa mas bisa "
" Nanti aku jemput , dandan yang cantik " Ami terlonjak saat panggilan diakhiri. akhirnya kencan yang sudah lama ia impikan terjadi juga. Awalnya ia tak terlalu menanggapi semua perhatian Bagas, ia selalu bisa berteman dengan siapa saja.
Trauma di php oleh orang orang yang pernah dekat dengannya masih kentara di hatinya. terakhir Didi, teman masa putih abu abu yang bertemu lewat sosmed, rajin kirim komen, ngapel malam minggu ke kontrakan, ternyata hanya pengusir sepinya saja. Didi kawin dengan orang lain, ngenes.
Tapi Bagas mengatakan ia sungguh sungguh mendekati Ami, bukan sebagai pengusir sepi atau mainan sementara seperti lirik lagu sialnya Mahalini.
Satu minggu Ami memikirkan menerima lamaran Bagas, yup ! Bagas melamarnya, saat menjemput Ami pulang kerja.
" Mau kemana kak ? " tanya Jojo saat Ami memakai sepatu.
" Adalah, kamu kalau mau balik tolong kuncinya titip sama pak RT " ujar Ami sambil merapikan rambutnya, sejak kenal Bagas ia jadi suka dandan.
" sip, kak bagi duit lagi dong "
__ADS_1
Ami menghentikan langkahnya, ia berbalik sambil berkacak pinggang.
" Satu minggu yang lalu kakak bagi kamu duit dua juta, mau minta lagi niiii.." Ami menunjukan tinjunya.
Notifikasi pesan hijau memberitahukan kalau Bagas sudah menunggunya di halte.
Sementara Bastian di tempat lain, terpaksa menerima permintaan mamanya untuk mengajak Nana jalan jalan.
Pantai adalah pilihan Nana, ia berkali kali tersenyum pada laki laki kaku disampingnya. Tapi laki laki itu terus memperhatikan layar hp. ia seperti menunggu notifikasi masuk.
" Lagi sibuk banget sekarang ya Bas ?"
" Ya " jawab Bastian pendek.
" sudah lama ya kita nggak bincang bincang seperti ini "
" Hmmm.."
Nana mengigit bibirnya, Bastian seperti tidak antusias dengan kencan mereka.
[ angkat telpon saya atau saya akan balas dendam ]
setelah pesan terbaca baru Ami mengangkat panggilan Bastian.
Bastian menjauh dari Nana yang sibuk mengurai pasir.
" Apa sih pak, ini kan hari minggu kita sedang libur, makanya bapak lepas deh status jomblo, biar bisa punya couple time "
" kamu dimana ? nanti ikut saya sama Deni temui mami "
Ami menghela nafas, sepertinya Karena kesalahannya dua tahun lalu. Bastian seperti mengikat jam kerjanya 24 jam.
" Saya ada di pantai, dua jam lagi ya pak..please " mohon Ami. Ia berbalik setelah Bastian menutup telpon. Ami terperanjat saat Bastian berdiri di depannya.
__ADS_1
" Pak, kok ada disini ? " tanya Ami heran, laki laki berkaca mata itu menunjuk Bagas yang sedang bicara dengan seorang perempuan.
" Kamu kencan sama Bagas Hermawan ? "
" Bapak kenal ? "
" kami satu almamater, dia mantan Nana "
Tak lama Deni datang dan bergabung dengan double date yang tak sengaja bertemu itu.
Mereka berempat seperti sedang reuni. Ami hanya bisa memperhatikan empat orang teman lama itu saling bercerita.
Ada kecewa menyelinap di hati Ami saat Bagas mengenalkannya pada Nana hanya sebagai teman.
ketika pulang Nana meminta Bagas yang mengantarkannya pulang bukan Bastian, Bastian tidak keberatan. Tapi Ami sangat terluka.
Ami ikut dengan Bastian dan Deni menuju rumah Winda. Ia hanya banyak terdiam sambil mengelus cincin pemberian Bagas.
" Jadi kamu pacaran sama Bagas mi " Ami mengangguk getir. ia menyembunyikan jarinya ketika Bastian meliriknya.
" Begini Mi, bukan kami ingin merusak hubunganmu dengan Bagas. Tapi kami hanya ingin kamu tidak jatuh pada orang yang salah " tutur Deni sambil melirik Bastian yang sedang mengemudi. Ami hanya mengusap matanya yang terasa panas.
" Salah satu alasan kenapa Bastian tidak mau bertunangan dengan Nana karna kita tidak mau jadi pengkhianat sesama teman "
" Hubungan mereka terhalang restu orangtua " timpal Bastian setelah lama diam. Ami semakin larut dalam dukanya, ternyata ia hanya dijadikan pelarian oleh Bagas.
" Jangan sedih, Bastian masih cinta kamu kok " ujar Deni sambil menepuk bahu Bastian, laki laki itu hanya tersenyum tipis.
Ami juga menyenyumi ucapan itu.
Mereka sampai di rumah Bastian menjelang sore. Sebuah mobil Pajero hitam terparkir di halaman.
Dua laki laki itu terkejut saat melihat seorang perempuan cantik keluar dari rumah diantarkan oleh Winda.
__ADS_1
" Amira.." ucap Bastian lirih.