
Keberhasilan Ami dalam memimpin divisi marketing membuat posisi Bastian sebagai direktur utama semakin kuat di mata Dewan direksi dan pemegang saham.
Hal ini tentu membuat Rendra dan ibunya semakin kesal. Mereka tahu kekuatan Bastian terletak pada kecerdasan Amina.
Dina tidak tahan mendengar pujian suaminya saat menceritakan keuletan Amina saat bekerja. Ia mencoba mencari celah agar Ami bisa di depak dari sisi Bastian atau menghancurkan Bastian sendiri. Dua duanya bisa tersingkir dari perusahaan.
" Mama punya rencana apa ? " tanya Rendra saat mereka makan siang bersama. Nindi kembali sibuk dengan karir keartisannya. dengan membiarkan Nindi bekerja, ia bisa menghabiskan waktu berdua dengan Luna. diam diam ia menikahi mantan sekretarisnya itu yang kini sedang berbadan dua.
" Laki laki akan hancur oleh wanita dan wanita akan hancur oleh pengkhianatan " ucap Dina penuh penekanan. Ia tersenyum smirk.
" Maksud mama apa ? " tanya Rendra sambil melap bibirnya dengan tisu.
" Tenang saja, Bastian akan terjebak oleh kemolekan seorang perempuan " Rendra mengerti maksud ibunya dan ikut tersenyum smirk.
" Mama jangan jadikan Nindi sebagai umpan, dia istriku " sentak Rendra saat ibunya memandang foto Nindi.
" Ya..kau juga tak pandai bermain, kau kira mama buta dengan kelakuanmu dengan wanita miskin itu " Rendra kelagapan, Bagaimana ibunya tahu kalau ia masih berhubungan dengan Luna.
" Sudahlah, terserah kau sama perempuan itu, tolong kau cari perempuan yang bisa mengelabui Bastian yang pandai memainkan peran sebagai wanita miskin yang perlu di kasihani, sepertinya Bastian akan kasihan pada wanita punya kehidupan seperti istrinya " titah Dina sambil meremas foto Bastian yang sedang menerima penghargaan.
*********
Ami kembali kecewa melihat test pack yang baru di masukkan dalam air seninya. hanya satu garis.
" Nggak apa apa, kita masih muda. nanti kita usaha lagi, yang sabar ya " hibur Bastian sambil mengecup pipi istrinya.
" Aku tahu kamu ingin punya anak kak, aku juga. apa karna aku terlalu sibuk makanya aku belum di kasih anak " keluh Ami. ia mengusap perutnya yang datar.
" Ayo bersiaplah, aku akan membawamu ke suatu tempat " ucap Bastian setelah mengecup bibir Ami.
Ami menuruti permintaan Bastian yang meminta Ami menutup mata sampai di tempat tujuan. Setengah jam kemudian mereka sampai di tempat tujuan.
" Jangan di buka dulu sayang " ucap Bastian sambil menuntun Ami turun dari mobil dengan mata tertutup. ia menutup mata Ami dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
" Sekarang, buka matanya...kejutan untuk istriku tercinta " ucap Bastian sambil memeluk Ami. Ami terpana dengan apa yang dilihatnya. Mereka tengah berdiri di depan sebuah pagar yang mengungkung sebuah rumah model medeterenia.
" It' s our home " ujar Bastian sambil menuntun Ami masuk ke dalam pagar rumah, dua orang Art menyambut mereka.
" Selamat datang pak, buk " sapa mereka. Bastian dan Ami menyenyumi mereka.
Bastian membukakan pintu kamar utama.
" Terima kasih kak " ucap Ami sambil mengecup pipi suaminya, Bastian kembali memeluk Ami dari belakang dan mengecup puncak kepala Ami.
" Sama sama, mungkin bukan sekarang kita di kasih anak, saat kamu sabar dan kita rajin usaha, siapa tahu langsung di kasih tiga atau lima " ucap Bastian sambil mengelus perut Ami.
" Ah..kakak kira gampang lahirin anak " sanggah Ami sambil mengelus pipi Bastian.
Minggu sore itu mereka resmi pindah rumah dan Bastian mengadakan selamatan kecil kecilan. ia mengundang ayah dan keluarga ibunya serta tetangga sekitar.
Rupanya Winda tidak senang mendengar rumah itu atas nama Ami. ketika Bastian sedang pergi mengantarkan papinya ke rumah Dina. Winda meminta waktu Ami untuk bicara.
Ami menelan ludahnya, ia terus berharap semoga saja ibu mertuanya berhenti berpikir buruk tentangnya. Selama ini ia tak pernah minta apa apa pada suaminya yang memang sudah kewajiban Bastian memberikan apa yang Ami butuhkan.
" Nggak mi, saya nggak minta apa apa dari kakak " jawab Ami jujur.
" Kamu jangan memanfaatkan anak saya karena kondisi kehidupanmu. Jangan berlebihan jadi istrinya " ucap Winda ketus, Ami menunduk dan menggigit bibirnya.
" Maafkan saya mi " cicit Ami, untuk kesekian kali ia harus minta maaf atas sesuatu yang Ami tak tahu apa salahnya.
" Aku dengar kamu akan berhenti bekerja, apa ingin hidup ongkang ongkang kaki menikmati hasil kerja keras suamimu ? " gemuruh itu semakin kuat berhembus di hati Ami. api kemarahan mulai terpecik di hatinya. tapi ia harus sadar, ia hanya wanita kelas bawah yang selalu di pandang rendah oleh strara teratas.
" Tidak mi, saya hanya ingin program hamil "
" Baik,.saya pulang dulu. saya tidak ingin mendengar kekecewaan anak saya karena ulahmu " ucap Winda sambil mengambil tasnya. Windi dan anak anaknya ikut memandang sinis pada Amina
Setelah rumah sepi, Ami menjatuhkan diri di sebuah kursi yang ada di taman belakang, langit mulai melukis senja. Ami pandangi jingga itu dengan nanar, ternyata menikahi laki laki kaya tak seindah cerita cerita dongeng.
__ADS_1
Ami seakan berada di antara deru ombak yang siap menghempasnya jika kakinya tak kuat berpijak.
' Jadilah karang Ami. semakin kuat badai menghempas semakin kuat engkau tegak '
kata kata ibunya kala ia dibimbing di tengah ombak selalu terngiang di telinga Ami. Jika ada yang membuat hatinya rapuh. Sampai saat ini ia telah melewati banyak badai.
*******
Rendra berada di sebuah klub malam. Ia memindai wajah wajah kupu kupu malam itu. Apakah ada di antara wanita malam itu sesuai dengan kategori yang di minta ibunya.
Ia menemukan satu wajah yang menurutnya masih polos. Bertender mengatakan gadis itu bernama Lani. ia memang baru bekerja beberapa bulan sebagai wanita penghibur.
Rendra memesannya dengan bayaran yang tinggi. Ia memboking kamar hotel untuk menghabiskan malam panas dengan wanita yang belum berpengalaman itu.
" Kau ingin hidup enak setelah ini ? " tanya Rendra saat menyerahkan tips untuk Lani seusai mereka bercinta.
" Ya tuan " jawab Lani lugu.
" Bekerjalah denganku " ucap Rendra sambil memasang kembali pakaiannya. Lani hanya menurut kemana Rendra membawanya. ia cukup terpesona dengan paras Rendra yang tampan.
Mereka sampai di kediaman Dina. Madu Winda itu memindai wanita malam yang di bawa anaknya.
" boleh juga " ujar Winda sambil mengurai rambut Lani.
Dina memoles wajah Lani seperti wanita desa yang lugu. Ia akan diperkerjakan di kantor Rendra sebagai office girl. Dalam skenarionya Rendra akan bersikap kasar pada Lani hingga menarik simpati Bastian.
saat Lani sudah dibawah perlindungan Bastian barulah skandal besar itu mereka mainkan dan Bastian akan di depak dari perusahaan.
Ibu dan anak itu merayakan semua skenario yang mereka sedang rencanakan.
Ami mengecup kening suaminya yang terlelap setelah seharian bekerja dan hari itu ia resmi mengundurkan diri demi buah hati yang mereka damba.
" Semoga Allah selalu melindungimu kak "
__ADS_1