Asisten Special

Asisten Special
kamu suka Ami, Bastian ?


__ADS_3

Tawa Deni pecah saat Ami menceritakan bagaimana Bastian kelabakan menghadapi ibu ibu hamil dan ia berhasil lolos dari Bastian.


Sementara Amira melihat senyum Bastian mengakhiri ceritanya tentang Ami.


" Kamu suka Ami, Bastian ? " tanya Amira saat melepaskan seatbelt.


Bastian tertegun dengan pertanyaan Amira. Ia tak menjawab tapi hanya membalas tatapan Amira. ia merasakan degup jantungnya biasa saja saat menatap wanita yang pernah dicintainya itu.


Hari hari berikutnya perumahan Bastian lebih dari delapan puluh persen terjual. Hendra memenuhi janjinya pada Bastian, ia akan diikut sertakan dalam pertemuan dengan investor bonafit. Hal itu tentu tak disenangi Rendra saudara tirinya.


Ia terus mencoba mencari kelemahan Bastian di depan ayah mereka.


Pada pertemuan investor, Bastian membuat make over luar biasa pada Ami. gadis itu terlihat elegan dengan gaun yang ia pilih.


Ami yang jadi juru bicara perusahaan Bastian, ia menampilkan presentasi luar biasa hingga Hendra kagum dengan kepiawaian Ami menjabarkan konsep perusahaan Bastian.


sementara waktu lima bulan sudah jatuh tempo, Winda telah mempersiapkan acara pertunangan Bastian dengan Nana. tentu dengan meminta bantuan Ami.


Entah kenapa, hati Ami terasa perih membayangkan Bastian menikah dengan orang lain. Amira juga meminta bantuannya untuk mendekati Bastian kembali.


Kalau Bastian tak meresponnya, ia akan kembali bekerja di luar negri.


" Pak, Kak Amira akan pergi satu minggu lagi " ucap Ami saat mereka makan siang bersama setelah menemui klien.


" Tolong kamu belikan oleh oleh untuknya, bilang itu dari saya "


" Yaelah..pak, bukan oleh oleh yang harus bapak berikan tapi cegah dia. lamar dia sebelum ibu Winda terlanjur mengadakan pertunangan untuk bapak "


" Saya belum ingin menikah mi, jadi kamu belum cegah mami untuk membatalkan pertunangan saya dengan Nana "

__ADS_1


" mana saya berani pak, saya bisa di sate sama bu Winda jika berani batalkan pertunangan "


Bastian menghela nafas kasar dan mengusap wajahnya berkali.


" Sebenarnya siapa sih, wanita yang bapak suka ? " Bastian terpana dengan pertanyaan Ami, ia ingat pengakuannya semalam pada Deni saat ia ditodong pertanyaan yang mendesirkan darahnya.


" lu suka Ami Bas ? cara lu mandang dia beda Bas "


Bastian menghela nafas, bayangan Amj berdiri di depan podium bicara dengan lantang membuatnya kagum.


" oke gue harus jujur, tu anak sering muncul dalam pikiran gue Den. anehnya gue sering berdebar kalau dia tiba tiba muncul "


Bastian merasakan degup jantungnya kembali tidak stabil ketika Ami menatapnya dalam.


" Pak..! " panggil Ami. Bastian terkesiap ia seakan terhipnotis dengan tatapan Ami.


" Ya.." jawab Bastian sambil melempar pandangan.


" Ajukan saja ke bagian HRD "


" Pak ! " Panggilan Ami lagi


Bastian memfokuskan matanya menatap manik mata Ami. ada kegalauan tergambar disana.


" apa lagi ! "


" Nanti kalau saya resign, please jangan tuntut saya pak "


" ngapain kamu resign, gaji kamu kurang ? "

__ADS_1


Ami menggeleng


" Siapa tahu pas pulang kampung, saya langsung di nikahkan pak dan saya harus ikut suami "


Bastian tersedak. lama sampai Ami harus menepuk pundak atasannya itu.


" Nggak bisa, kamu belum boleh resign dan belum boleh nikah "


" lo kok belum boleh nikah pak, saya nggak mau jadi perawan tua lo pak, emangnya bapak betah lama lama jadi perjaka "


Percakapan mereka terhenti saat Hendra menghubungi Bastian dan Ami dihubungi keluarganya di kampung.


Ami mendapatkan kabar kalau ayahnya sakit keras dikampung minta ia pulang secepatnya.


Hal ini belum ia sampaikan pada Bastian karena mereka harus ke kantor Hendra.


Ternyata papi Bastian menyerahkan proyek pembangunan sebuah perumahan elit. Ami ditunjuk sebagai puplic relationnya. tentu ia bertanggung jawab untuk segala komunikasi dengan pihak investor.


Ami menyampaikan perihal ayahnya yang sakit dan ia harus pulang kampung secepatnya.


Hendra meminta Bastian menemani Ami pulang kampung.


Acara pertunangan memang sudah di siapkan Winda dengan baik, tentu dengan bantuan Ami. Ami berjanji pada Winda untuk membujuk Bastian agar mau menerima Nana.


Sepanjang perjalanan Ami lebih banyak tertidur. Diam diam Bastian memperhatikan Ami yang tertidur pulas.


" mungkin Deni benar mi, aku mulai menyukaimu " ucap Bastian pelan saat hasratnya ingin mengusap pipi Ami.


Ia terkejut saat Ami terbangun, entah kenapa ia merasa malu kalau Ami mendengar perkataannya.

__ADS_1


sementara Dina dan Rendra merencanakan sebuah rencana busuk untuk menghancurkan Bastian.


" Buat Bastian seolah olah punya affair dengan gadis kampung itu Ren dan papimu akan mendepsknya dari kantor " geram Dina


__ADS_2