
Acara pernikahan dua putra mahkota HWD grup sebentar lagi akan diselenggarakan dengan resepsi yang begitu mewah. Semua petinggi petinggi perusahan kolega HWD grup akan hadir di pesta tersebut.
Bastian menyewa seorang guru kelas kepribadian untuk Ami.Sebagai istri petinggi perusahaan ia harus bisa membuat semua orang menilai bahwa ia memang pantas mendampingi Bastian. Banyak hal yang harus dipelajari Ami terutama Bagaimana bersikap dengan orang orang berkelas.
Untung saja Ami punya kemauan belajar yang kuat hingga dengan cepat ia bisa menguasai kelas kepribadian tersebut meski pusingnya menjalani kelas kepribadian itu melebihi pelajaran kimia.
Ditemani Winda, ibu mertuanya Ami menjalankan semua prosesi tradisi keluarga Perdana dalam upacara pernikahan. Ami harus menahan gurat kecewanya saat melihat wajah Winda tak sebahagia wajah Dina.
Madu ibu Bastian tak hentinya melempar senyum pada sanak keluarga mereka yang datang menghadiri pesta dan dengan bangga menceritakan siapa dengan siapa ia berbesan.
Sedang Winda harus mengalihkan perhatian koleganya saat bertanya siapa Amina Rahayu. Sering Dina yang jadi juru bicara saat Winda kikuk menjawab siapa Ami.
" Dia itu anaknya Rahayu Astuti. bekas pengasuh Bastian waktu kecil " jawab Dina dengan senyum mengejek dan Winda hanya bisa terdiam atau menghindari kerumunan tamu.
Beda halnya dengan Hendra yang begitu bangga menceritakan prestasi Ami saat mempresentasikan visi dan misi perusahaan di forum internasional.
Ia sebenarnya telah mengumpulkan semua informasi tentang Amina. Wanita kampung menurut kedua istrinya itu pernah bekerja sebagai duta unicef dan beberapa kali jadi relawan mengunjungin daerah daerah konflik dan ia salah satu pendiri Yayasan yang menolong para pasien penderita kanker bersama teman temannya. Bahkan Bastian sendiri tak mengetahui informasi ini.
Ami hanya mengundang beberapa orang dari kampung. Mak dan keluarga saudara ibu dan saudara ayahnya.
Mereka takjup dengan pesta pernikahan yang begitu megah. Kisah Ami bak kisah dalam dongeng, seorang perempuan miskin yang dipersunting pangeran. kabarnya Hendra akan mengumumkan siapa yang akan jadi pengganti dirinya sebagai direktur utama HWD grup dan kandidat utama itu jatuh ke tangan Bastian.
Tentu saja Ami akan menjadi ratu pada kerajaan HWD grup, perusahaan properti ternama.
Mak, ibu sambung Ami yang tuna wicara membuat heboh di acara Winda dan teman teman arisannya. Dengan serampangannya Mak mengambil makanan yang disediakan untuk tamu. untung Jojo segera mengatasi hal itu.
tingkah laku mak tentu jadi pusat perhatian tamu undangan. lagi lagi Dina yang menjelaskan siapa tamu aneh itu dengan nada merendahkan Dina berkata.
" Itu besannya kak Winda, maklumlah dari kampung " perkataan Dina akan di sambut tawa teman temannya.
Winda mati kutu, ia rasanya ingin segera enyah dari pesta yang memuakkan itu. terlebih calon besan tidak jadinya juga hadir membawa calon Nana yang juga bukan orang sembarangan.
" Tenang kak, aku akan bantu kakak menyingkirkan wanita kampung itu dari hidup Bastian. kakak tidak perlu sedih " hibur Windi.
satu jam lagi acara akan dimulai , Winda dan Dina diminta untuk duduk di kursi kehormatan untuk menyalami tamu nantinya.
Pengantin pria di minta untuk menyambut pengantin wanita yang datang diantar limosin untuk menapaki karpet merah menuju pelaminan.
Ketika Nindi datang dan Rendra membukakan pintu untuk istrinya sebuah layar besar akan bercerita siapa Nindi dan itu tak asing lagi oleh kolega HWD grup karna Nindi merupakan artis terkenal.
__ADS_1
Slide foto foto Nindi diperlihatkan pada layar yang dapat dilihat semua tamu. Mereka takjup pada kecantikan Nindi.
Setelah Nindi duduk di pelaminan, barulah giliran Bastian menyambut istrinya. Ia bak pangeran yang akan menyambut putri turun dari kereta kencana.
Ami harus bisa menahan gugupnya, ia tak menyangka resepsi pernikahan itu begitu wah. Ketika mobilnya sampai, ia melihat Bastian dari kaca mobil. Suaminya itu begitu tampan. Gelenyar itu semakin membuncah di hatinya saat Bastian membuka pintu dan mengulurkan tangan bak drama keluarg kerajaan abad pertengahan yang membawa pasangannya ke tengah pesta.
Ia merasa ada di adegan saat kate Winslet di sambut oleh Leonardo Dicaprio pada film titanic.
" Jangan gugup, pegang tanganku kuat kuat " bisik Bastian.
" Kamu cantik " ucapnya lagi. pujian yang membuat Ami merasa bunga bunga berjatuhan ditengah pesta. ia hanya bisa tersenyum karena make up di wajahnya membuatnya susah bicara.
Mc pun kembali menceritakan siapa Amina Rahayu seperti saat Nindi datang.
" Inilah dia menantu kedua bapak Hendra Perdana dan Winda Natasya...Amina Rahayu, menjabat sebagai the great leader of Marketing HWD grup, seorang wanita tangguh dan berjiwa sosial yang tinggi, pernah mengabdi sebagai relawan PBB dalam organisasi Unicef, untuk menolong anak anak di daerah konflik "
Bastian tertegun dengan slide gambar gambar aktifitas Ami sebelum bertemu dengannya, sungguh ia tak tahu hal itu. pantas saja ketika terjadi perdebatan dengan pemegang saham, asistennya mampu memberikan jawaban cerdas.
Ami mungkin tak secantik Nindi tapi apa yang di lakukannya membuatnya berkarisma di mata tamu tamu undangan pesta, saat vidio Ami bicara di podium pada forum internasional dengan bahasa inggris yang begitu fasih di putar, riuh tepuk tangan menggema. sebagaimana ia mendapat teluk tangan peserta seminar perusahaan properti di Inggris.
Winda setidaknya sedikit lega dengan fakta itu walau insecure tentang Ami belum sepenuhnya hilang. Di poles cerita apapun, bagi teman teman sosialitanya Ami tetaplah wanita miskin dari kampung.
" Mohon, perhatian hadirin sekalian. untuk acara selanjutnya Bapak Hendra Perdana akan membuat sebuah pengumuman penting, kepada Bapak Hendra di persilahkan untuk maju ke depan "
Hendra meminta kedua putrany ikut bersamanya berdiri di tengah panggung.
" Hari ini saya akan mengumumkan hal penting dalam keberlanjutan perusahaan HWD grup. Saya menyadari kedua putra saya sudah tumbuh besar dan gagah. sudah saatnya estafet kepemimpinan ini saya berikan kepada anak anak saya. Setelah tiga puluh tahun bekerja, saya ingin menikmati masa tua yang tenang sambil menunggu kehadiran cucu. Saya memutuskan untuk menjadi pengganti saya adalah Bastian Bayu Perdana sebagai direktur utama HWD grup dan Rendra Satria Perdana sebagai wakil direktur utama "
riuh tepuk tangan kembali menggema. Dina yang sedari tadi terus tersenyum tiba tiba merasa seperti menelan biji salak, kerongkonganya tercekat. ia melihat madunya tersenyum bangga.
ketika acara pesta berakhir, Rendra mencari ibunya.
" Bagaimana ini mami. Kenapa papi tega padaku. kenapa si brengsek Bastian yang jadi direktur utama " keluh Rendra. Dina mengusap punggung anaknya.
" Sabar sayang, mami akan membujuk papi untuk segera mengubah keputusannya "
" Sementara aku yang selama ini capek capek membantu papi di perusahaan utama kenapa jabatan direktur utama diberikan pada Bastian " Rendra memukul meja dengan kepalan tangannya, sungguh ia merasa panas saat pengumuman tadi.
Sementara Hendra bicara berdua dengan Bastian di ruangan khusus.
__ADS_1
" Papi minta maaf selama ini papi menurutmu tidak adil mengambil keputusan " Hendra menepuk pundak putranya.
" Kamu masih ingat, betapa kecewanya kamu ketika papi menempatkanmu di anak perusahaan kita yang paling kecil sementara Rendra ngotot berada di perusahaan utama "
Bastian tersenyum menanggapi perkataan papinya, bayangan dua tahun lalu melesat dalam pikirannya. Dua kenyataan pahit yang harus ia terima. kepergian Amira ke luar negri dan keputusan papi yang menempatkannya memimpin perusahaan kecil. seakan itu meremehkannya.
" Ya pi..Bas masih ingat "
" Papi hanya ingin kamu belajar Bas. Ketika ingin menapaki tempat tertinggi, kau harus membuat tangga itu sendiri seandainya nanti terpeleset, kau sudah punya jalan untuk melanjutkan langkahmu namun ketika kau langsung berada ditempat tertinggi saat kau jatuh, kau harus mulai dari awal lagi "
Bastian memeluk papinya, ia ingat waktu keputusan pahit itu di buat ia mengatakan papinya tidak adil.
" Maafkan Bas waktu itu pi karna Bas telah salah menilai papi " ujar Bastian haru.
" Kau tahu, siapa yang berhasil merubahmu ? " tanya Hendra sambil mengurai pelukan
" Amina Rahayu .." jawab mereka kompak. Bastian tersenyum saat mengingat momen lima belas harinya bersama Ami dua tahun lalu. Terutama saat istri pura puranya itu menyeretnya ketepi sungai.
" Mending kamu mati aja deh, nyebur tu ke sungai pas masuk langsung di ngap buaya, masalahnya selesai kan dari pada mati berlahan di taman, bengong ga jelas. Tuhan menempatkan kita di tempat terendah bukan berarti menjadikan kita orang rendahan. Tuhan mengajarkan kita berjuang bro..! BERJUANG ! Jangan cemen menghadapi kegagalan " mulut Bawel itu yang selalu ia kenang ketika sudah tak bertemu lagi dengan Ami. Aneh, setelah perpisahan yang mengesankan itu. Ia selalu berdoa suatu saat bertemu lagi.
Siapa sangka mereka bertemu di pelaminan.
******
Luna merasakan tubuhnya di siram oleh seseorang. Ia ingat saat sebelum ia merasa tertidur, ia masih berada di tengah keramaian pesta. Dua orang pria menariknya ke tempat sepi dan tiba tiba ia merasa semuanya menjadi gelap.
" Bangun wanita murahan.." samar Luna mendengar suara yang sedang berbicara padanya. Ia membuka matanya perlahan. Luna melihat Dina tengah duduk dengan kaki bersilang, ia melihat dirinya diperlakukan bak tawanan.
" Aku tahu kau adalah mainan anakku, mulai saat ini enyah dari hadapan Rendra !. jangan ganggu rumah tangganya jika kau butuh uang aku akan berikan lebih dari yang pernah Rendra beri "
Luna menggapai dinding untuk membantunya berdiri. Ketika sanggup berdiri, ia menantang mata Dina.
" Jangan sombong nyonya, dalam hidup ini ada karma. Silahkan kau singkirkan aku dari anakmu, tidak lama lagi anakmu akan mengemis cinta dariku karna saat ini aku mengandung cucumu nyonya ! ".
PLAK !
Sebuah tamparan kuat melayang di pipi Luna.
" Pergi dari sini dan besok kau tak bisa bekerja lagi " usir Dina dengan geram.
__ADS_1