
Ami seketika masuk kerumah dan menutup pintu dengan kasar.
Jojo terpaku melihat drama percintaan di depannya. ia hanya bisa memandang abang iparnya yang terlihat frustasi. lelaki tampan memang bakalan pusing oleh cinta wanita.
" Mau minum bang ? " tawar Jojo melihat abang iparnya itu mengusap tenggorokannya.
" Boleh Jo " jawab Bastian sambil mencari tempat duduk. Ami keluar mengambil tasnya yang tertinggal di luar dengan muka kusut.
" Kak, Bang Bas nggak di tawari masuk, makan, mandi, atau apa gitu " ucapan Jojo menghentikan langkah Ami di pintu. Ami tak mengindahkan perkataan Jojo ia terus berjalan.
" Mengabaikan suami, dosanya besar lo kak, nggak boleh nyium wangi surga " teriak Jojo ke dalam. Jojo mengucapkan sambil tersenyum. Bastian mengacungkan jempolnya.
" Masuk ! " teriak Ami dari dalam.
" tar, pinjam motor sportnya ya bang " bisik Jojo yang dibalas anggukan Bastian dan memberikan kunci motor pada adik iparnya itu.
Bastian menggaruk tengkuk saat Ami membukakan pintu kamar. Kamar yang hanya berukuran 3 x 4 m itu tak sebanding dengan luas kamar di apartemen. tapi peristiwa tadi membuat mereka terasa berjarak.
" Mami sama Nana, sudah aku atasi, jadi kamu nggak usah khawatir lagi soal mereka " ujar Bastian sambil duduk diatas kasur lantai dan bersandar di dinding. Ia melihat wajah lelah sepulang bekerja itu masih ditekuk.
Ami tak menanggapi, ia berganti pakaian dengan kecepatan penuh. blazer dan bawahan celana bahan itu luruh ke lantai, meski sesaat tapi cukup membuat Bastian menelan salivanya.
Tubuh Ami sekarang di balut daster. ia menjepol rambutnya ke atas dengan jepit rambut.
" Maaf, rumah ini serba apa adanya. Kakak ga keberatan kan tidur di kasur lipat ? "
Bastian menepuk kasur di sebelah kanannya.
" Sini ! " titahnya, tapi Ami malah mengernyitkan kening.
" Mau ngapain, ini masih sore " kata Ami denga suara berbisik giliran Bastian yang mengernyitkan dahi dan tertawa kecil.
" Kamu yang pikirannya kemana mana, aku cuma mau bicara sebentar " Ami berlahan duduk di tepi kasur. Masih berjarak dua meter dari Bastian. Bastian melipat tangan dan melempar pandangan.
" kamu mau Jojo tau apa yang kita bicarakan "
Ami menghela nafas dan akhirnya menurut.
" masih jauh " ucap Bastian. Ami bergeser.
" dikit lagi "
" Ami ! "
Ami membiarkan lengannya di tarik sampai kepalanya menyentuh dada Bastian. Beberapa saat mereka saling menatap. Entah apa yang membuatnya menutup mata.
" Masih sore " bisik Bastian sambil menyentil hidung istrinya. Ami merasakan pipinya panas dan mungkin sekarang memerah. ketauan kalau ia juga ingin.
" Apa yang saya tulis di diary itu Tidak salah, saya memang cinta Amira " Ami merasakan hatinya menciut mendengar itu. ia menghela nafas berat.
" Aku belum selesai " tegur Bastian saat Ami menundukkan kepalanya.
" lalu " suara Ami mengandung mendung.
 Bastian menggusar poni Ami dan kembali menghela nafas.
__ADS_1
" itu dulu, sebelum kita bertemu "
Hening. Bastian meraih dagu Ami, mempertemukan manik matanya dan manik mata Ami.
" kamu tau mi, dua tahun yang lalu aku merasa ada yang menghadirkan bahagia lagi dalam hidupku setelah Amira pergi" .
Bastian kembali menghela nafas.
" dan orang itu adalah kamu. aku cinta kamu mi, saat ini dan selamanya, hatiku untukmu "
Ami merasakan hatinya meghangat dan rasa bahagia membuncah di hatinya, harga dirinya yang tadi di hempaskan oleh oleh orang yang merendahkan kini terasa dibangkitkan lagi. bibir itu kembali menerbitkan senyum.
Ami menerima pagutan bibir itu, ia mempereratnya dengan melingkari leher Bastian. untung Jojo sedang pergi keluar dengan Motor Bastian, kalau tak. Ia akan mendengar decapan dalam kamar yang begitu dekat dengan ruang tamu.
Kecupan itu beralih ke semua area sensitif Ami. Ami tak bisa lagi menguasai dirinya. Ia sendiri yang membuka kemeja Bastian dan larut dalam permainan Bastian yang sudah merobek dasternya.
" Nanti aku belikan sama tokonya sekalian " bisik Bastian saat daster itu dibuang kesembarang arah. Ami memukul dada Bastian yang sudah berada di atasnya.
" Kak..." panggil Ami setelah penyatuan mereka selesai.
" Hmm..." sahut Bastian, tangannya mengurai rambut Ami.
" Apa mami mau menerima aku jadi menantunya ? "
Bastian tertegun, kata kata maminya saat di kantor tadi kembali terngiang di telinganya.
' mami ingin kamu dapat wanita yang sepadan denganmu '
Sepadan, kata yang sering dikaitkan dengan harta dan sering merendahkan orang tak berpunya.
" Kak ! " panggil Jojo sambil mengetuk pintu. Ami mengambil pakaian lain di lemari, kali ini ia memilih pakaian tertutup dan melingkari handuk ke lehernya, takut Jojo melihat kiss mark yang bertebaran dimana mana.
".Ya..sebentar "
" Ada kak Lala "
Bastian membulatkan matanya, nama itu kan yang pernah membuatnya kesal.
" Markonah ?" tanya Bastian memastikan, tamu itu si kompor meleduk.
" Lala..kak, jangan ganti nama orang " Ami merapikan rambutnya.
Ami keluar kamar dengan stelan orang mau mandi.
" Masuk La " suruh Ami saat sahabatnya itu hanya berdiri di pintu. Perempuan bertubuh sedikit gemuk itu masuk dan langsung duduk di sofa.
" Tadi aku ketemu Jojo di jalan, katanya kamu lagi disini makanya aku mampir "
Ami menyenyumi Lala. Ia menyodorkan kue yang sepertinya baru dibeli Jojo.
" Gimana kabar suami mu Mi? masih bersikap romantis ? " tanya Lala sambil mencomot kue dalam kotak bermerk.
" Baik.." jawab Ami sambil ikut memakan kue yang dibeli Jojo. Padahal Jojo membeli itu untuk Sisi, cem cemannya yang tinggal di kompleks sebelah.
" Dia pernah ngomong kalau hanya kamu dalam hatinya, untuk hari ini dan selamanya ? "
__ADS_1
Ami tertegun dan mengangguk perlahan. Ia melirik ke kamar. barusan kata kata itu singgah dan meresap dalam hatinya.
" Dia mengatakan itu sebelum minta dilayani ? "
Ami tak mengangguk, kue yang sudah singgah dibibir berhenti mendadak. persis kejadiannya seperti yang diucapkan Lala.
" Jangan percaya ! "
Bastian yang sengaja nguping memukul dinding. Astaga ! Markonah..ngompor ngompori aja. Awas kalau kita jumpa lagi, dirujak juga bibir ember. rutuk Bastian.
" Laki laki bilang itu pas ada maunya saja " ujar Lala dengan mulut penuh kue.
Bastian tak tahan ingin keluar, ia menyembulkan kepala di pintu dan langsung menatap Lala tak senang.
" dek buruan mandinya. Abis magrib kita jalan jalan pakai motor "
Lala kelagapan, ia langsung permisi pulang saat Bastian keluar dari kamar. hampir saja ia menubruk Jojo yang masuk ke dalam rumah.
" Kenapa dia ?" tanya Jojo sambil melihat Lala pergi dengan wajah ketakutan.
" Tau..tu anak aneh " jawab Ami sambil menghabiskan sisa kue, adu mekanik tadi membuat perutnya lapar.
" Kakak !!! kok kuenya di habiskan, ini kan buat Sisiiii..." jerit Jojo saat melihat kotak kuenya sudah kosong. ia merogoh kedua saku celana. Ami berlari ke kamar mandi.
" Ya...maap, kakak laper, beli lagi gih " ujar Ami santai. Jojo merengut memandang sakunya yang kosong.
" ga ada duit kakak, kakak pelit jatah aku di potong potong. mentang aku sudah punya pacar. lagian kita pacarannya hemat kakak, jalan bedua aja sampai bawa bekal biar hemat " rungut Jojo sambil membolak balikkan kotak kue yang sudah kosong.
Bastian meletakkan lima lembar uang kertas merah ke telapak tangan Jojo seraya menempelkan telunjuk di bibir.
Jojo yang gembira tak bisa di ajak kompromi.
" Makasih bang " ucapnya riang dan itu sukses membuat Ami keluar kamar mandi dengan rambut masih berbusa dalam badan dililit handuk hingga dada serta tangan mengacungkan gayung.
" Jojo !!! jangan suka minta minta..! " teriak Ami.
" Yee.. orang dikasih kok " Jojo mencebikkan bibir dan berlari keluar rumah.
Bastian mendorong Ami kembali ke kamar mandi.
" mandi bareng" ucapnya. Ami menelan ludah.
*******
Ami memeluk erat pinggang Bastian, menyandarkan kepalanya di punggung suaminya itu. Setelah berjam jam menghabiskan waktu bersama di malam minggu, makan malam di pinggir jalan, nonton bioskop serta belanja. Ami merasa hidupnya begitu sempurna, ia bertanya dala hati, kebaikan apa yang pernah ia lakukan dj masa lalu hingga dihadiahkan suami tampan dan baik hati.
Perlakuan Bastian membuatnya mampu menghapus bayangan buruk tadi siang di kantor.
Ia sendiri tidak yakin dengan ucapannya yang meminta Bastian menjauh darinya. Sungguh ia tak sanggup, seperti yang di nyanyikan KD. Ku tak sanggup bila jauh darimu.
Kesempurnaan itu menyimpan bahaya yang juga sempurna. Seseorang dari dalam mobil di parkiran Mall mengambil foto saat Bastian dan Ami berjalan bergandengan tangan.
Seketika foto itu terpampang di layar hp Winda dengan pesan menghasut.
[ Mereka memang lihai bermain di belakangmu kak, keluarga Hutomo tak akan suka dengan ini ]
__ADS_1
Dina.