Ayo Nikah

Ayo Nikah
Bab 28 Berjuang


__ADS_3

“Oh, iya Non. Emangnya, orang tuanya tidak mencari-cari keberadaan, Non?” tanya Bik Indah.


Cessi menggigit bibir bawahnya, dia bingung akan hal itu. Gadis itu, juga menanyakan hal yang sama dalam benaknya.


Kenapa, kedua orang tuanya tidak mencarinya. Hingga, hari ini. Bahkan, sudah hari ketiga. Dari kepergiannya.


Didalam, hati kecil Cessi dia sangat merasa sedih. Karena, seolah dirinya sudah, tidak peduli lagi oleh kedua orangtuanya sendiri.


“Non,” panggil Bik Indah pelan. Namun, gadis itu malah menangis.


“Aku gak punya orang tua, Bik!”


Tangis Cessi, pecah seketika. Dia sadar, jika hanya anak angkat dan hal itu tidak akan pernah bisa dirubah. Sekalipun, dunia ini telah berakhir.


Bik Indah merasa kasihan dengan Cessi, dia mengusap punggung gadis itu yang bergetar hebat. Sebagai seorang wanita, Bik Indah paham sekali. Jika, ada hal yang sulit untuk dikatakan dan sangat menyakitkan.


“Sabar, Non. Bibik, gak bisa paham dengan apa yang Non Oliv katakan. Kalau, menangis terus. Seperti ini,” terang Bik Indah.


Cessi berusaha dengan susah payah, menghentikan tangisnya dan menjelaskan. Semuanya kepada Bik Indah, agar sesak yang ada di dalam hatinya bisa berkurang.


Cessi mulai menjelaskan, jika dia hanya anak angkat yang ditemukan di depan rumah oleh Ibu Indri dan Pak Broto. Namun, karena sebuah kesalahpahaman. Dia diusir oleh sang bapak.


Hingga, Raka memberikan bantuan kepadanya dan membuat Cessi mau menuruti. Apa yang diminta oleh Raka.


Bik Indah terkejut dengan nama yang disebutkan oleh Cessi, seolah semua perjuangannya selama ini. Tuhan balas, dengan mempertemukan sebuah titik terang.


“Siapa, nama orang tua angkatmu?” tanya Bik Indah dengan raut wajah yang sulit untuk dijelaskan.


“Ibu Indri dan Pak Broto,” jelas Cessi.


Ketika tadi, Cessi yang menangis, kini Bik Indah yang menangis dan memeluk Cessi dengan erat. Seolah, dia telah menemukan sesuatu yang selama ini dicari.


“Apa, benar ini kamu, Nak?” tanya Bik Indah dengan derai air mata. Dia tidak percaya, jika Cessi adalah anak angkat Indri. Kakak kandungnya, yang selama ini menghilang.

__ADS_1


“Bibik, kenapa?” tanya Cessi yang bingung dengan sikap Bik Indah.


Kemudian, wanita itu menjelaskan. Jika, dia adalah adik kandung dari Indri. Mereka terpisahkan, karena Indri yang sudah menikah dan mengikuti. Kemana, suaminya tinggal.


Cessi yang mendengar hal itu, sangat terkejut. Dia tidak menyangka, jika Ibu angkatnya. Masih memiliki seorang adik. Sebab, selama ini. Wanita itu, tidak pernah mengatakan hal apapun, kepadanya.


“Apa, benar Bik? Tapi, selama ini—”


“Ini salah, Bibik,” kata Bik Indah dengan cepat dan memotong ucapan Cessi.


Ingatanya, kembali disaat dia melakukan kesalahan yang sangat fatal. Usia belia, dimana rasa ingin tahu yang sangat kuat. Mendorong, Indah yang waktu itu masih seusia Cessi. Melakukan, hal yang terlarang.


Awalnya, Indah hanya ingin mencoba. Namun, lama–kelamaan. Dia menjadi candu dan sering melakukan dosa yang sangat besar.


Hingga, Indah harus menanggung hasil dari perbuatan–nya tersebut. Hari itu, tidak akan pernah Indah bisa lupakan. Sampai sekarang, dan dia masih mencari sang kekasih yang telah pergi meninggalkannya.


Indah telah berzinah dengan sang kekasih dan lebih parahnya, dia hamil. Namun, kekasihnya pergi meninggalkannya begitu saja.


Sehingga, Indah yang masih remaja tersebut. Harus menanggung hukuman yang berat dari kedua orang tuanya dan melahirkan putrinya seorang diri.


Hingga, kematian kedua orang tua mereka. Indri tidak pernah menampakan batang hidungnya, hal tersebut membuat Indah harus berjuang sendirian.


Setelah kepergian kedua orang tua, Indah pun memutuskan untuk mencari pekerjaan dan mencari mantan kekasihnya. Untuk meminta pertanggung jawaban.


Walaupun, putri yang telah dilahirkan. Telah dikatakan meninggal dunia, akan tetapi Indah tidak percaya begitu saja.


Sebab, sebelum Indah pingsan setelah melahirkan. Dia masih mendengar suara tangisan sang anak, dan meyakini. Jika, Indri dan suaminya telah membawa pergi putrinya.


“Kamu, pasti anak Ibu, Nak. Ibu yakin itu,” kata Indah dengan lelehan air mata.


Cessi yang tidak paham dengan apa yang terjadi, kemudian bertanya, “Maksudnya, Bibik apa?”


Bik Indah pun menjelaskan, jika dulu dia pernah hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Dia juga meyakini, jika anaknya telah dibawa oleh Indri dan suaminya.

__ADS_1


Walaupun, mereka mengatakan. Jika, putrinya telah meninggal, akan tetapi perasaans seorang ibu sangatlah kuat dan tidak bisa dibohongi.


“Lalu, siapa suami, Bibik?” tanya Cessi penasaran.


Bibir Bik Indah bungkam ketika, dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Cessi. Bik Indah hanya bisa menangis, meratapi semua kesalahan dan dosanya di masa lampau.


“Bik,” panggil Cessi yang merasa iba. Dia tidak mengetahui apapun, dan tidak bisa percaya dengan begitu saja. Apa yang dikatakan oleh BIk Indah, sebab tidak ada bukti yang kuat. Serta semuanya yang terkesan dadakan.


Cessi pun, berusaha mengalihkan pembicaraan yang sudah tidak konduktif lagi. Gadis itu menanyakan tentang Suci Lagi, kepada Bik Indah.


“Bik, sudahlah. Katanya, mau menjelaskan kepadaku. Siapa itu Suci,” terang Cessi kepada niat awal mereka.


Bik Indah mengusap air matanya yang telah terlanjur menetes dan mulai menjelaskan. Siapa Suci, serta bagaimana perangai gadis itu.


Namun, di dalam hatinya bik Indah. Dia sudah meyakini. Jika, Cessi adalah putrinya, hanya saja. Dia harus menunggu waktu yang tepat dan juga bukti, Untuk membuat Cessi percaya.


“Oliv, apa bisa. Kamu mempertemukan, Bibik dengan Ibu Indri?’ taya Bik Indah pelan. Hanya Indri menurutnya yang akan bisa mengungkap kebenaran yang selama ini wanita itu sembunyikan dari Cessi.


“Itu.” Cessi merasa bingung, bagaimana cara menjelaskannya kepada Bik Indah. Sebab, Cessi berada dibawah tekanan Raka, bisa marah besar pemuda itu. Jika, Cessi pergi untuk mnemnai Bik Indah. Apalagi, Pak Broto. Sudah bisa dipastikan, akan mengusir dirinya.


“Ada apa?” tanya Bik Indah penasaran.


“Begini, Bik. Aku harus meminta izin sama Bang Raka, apalagi Ibu Indri kemarin. Sebelum aku keluar dari rumahnya. Beliau, sempat tidak sadarkan diri di kamar mandi. Hingga, sekarang. Mereka tidak mencari keberadaanku,” jelas Cessi panjang lebar.


Apa yang disampaikan oleh Cessi, semakin menaruh perasaan curiga dibenak Bik Indah. Dia merasa, jika ada sesuatu yang telah Cessi lakukan. Hingga, membuat gadis itu mengalami keadaan yang sulit seperti sekarang.


“Kamu tidak sedang, hamil diluar nikah ‘kan?’ tanya Bik Indah dengan hati-hati.


Cessi yang mendengar hal tersebut, hanya bisa melongo dengan mulutbi yang terbuka lebar dan mata yang membuat.


Dia syok dengan apa, yang baru saja diucapka oleh Bik Indah dan tidak bisa memeprcayainya.


“Aku tiak mungkin melakukan itu, Bik!” pekik Cessi nyaring.

__ADS_1


“Melakukan, apa?”


__ADS_2