Ayo Nikah

Ayo Nikah
Bab 33 Kebusukan


__ADS_3

Terdengar banyak suara orang dari dalam rumah, membuat Bargon semakin penasaran dan membawa langkahnya masuk.


Keadaan pintu utama yang terbuka, membuat Bargon dengan mudah masuk kedalam rumah tersebut.


Hingga, tubuh Bargon membeku seketika. Ketika, melihat gadis yang dia cari-cari. Kini berada di pelupuk matanya, namun Bargon masih belum menyadari apa yang tengah terjadi.


“Oliv!” panggil Bargon dan membuat seluruh perhatian tertuju padanya.


“Bargon!” kata Cessi dengan raut wajah pias.


Dia tidak menyangka, jika pemuda itu. Bisa datang, di hari yang paling bersejarah di dalam hidupnya ini. Bahkan, Cessi yang melihat kedatangan Bargon yang tiba-tiba. Tanpa sadar, menatap pemuda itu nanar.


“Ada apa ini?” tanya Bargon. Setelah, cukup lama terdiam. Dia mendekati altar akat, dimana ada gadis yang dicarinya beberapa hari ini.


“Oliv! Ada apa ini?” tanya Bargon dengan tatapan penuh tanya tanya.


Cessi hanya bisa menggelengkan kepalanya, bingung mau berbicara apa. Sampai, Raka menyuruh seseorang. Untuk membawa Bargon keluar, tentu saja hal tersebut membuat pemuda itu memberontak.


“Lepaskan!” teriak Bargon dengan kasar. Seraya menepis tangan lelaki berbadan kekar yang hendak menariknya keluar.


“Oliv! Bicaralah!” pinta Bargon yang masih belum mendapatkan jawaban dari gadis tersebut.


“Mohon, maaf Pak. Apakah, bisa diteruskan?” tanya Pak Broto. Selaku, orang tua angkat Cessi.


Keadaan yang tadinya, tenang. Menjadi mencekam, setelah kedatangan Bargon. Namun, pemuda itu telah terlambat.


Gadis yang selama ini, dia sukai. Ternyata, sudah sah menjadi istri orang. Membuat perasaannya, hancur sudah. Tidak ada harapan. Untuk Bargon, menyatakan perasaannya selama ini.


Dengan sorot mata tidak percaya, dia melihat Cessi yang menyematkan cincin. Ditangan Raka, begitupun sebaliknya.


Bagaikan, tsunami yang meluluhlantakkan. Begitu, perasaan Bargon. Pemuda itu sampai terduduk, lemas. Setelah semua yang dia usahakan, ternyata. Sia-sia, dan hanya menyakiti hatinya.


“Ayo, pergi!” perintah lelaki yang sebelumnya, sempat menarik Bagron. Namun, pemuda itu. Tidak mau bergerak dari tempatnya sama sekali.


“Biarkan saja!” perintah Raka dengan senyum sinis. Dia sudah menduga, jika Bargon pasti akan mencari Cessi. Maka dari itu, Raka meminta Pak Broto untuk segera menikahinya dengan Cessi segera.

__ADS_1


Pernikahan yang sederhana, dengan beberapa keluarga inti. Sesuai dengan permintaan Raka, karena dia ingin menyembunyikan pernikahan dirinya dengan Cessi.


Semua itu, Raka lakukan. Demi, melindungi Cessi dan agar gadis itu. Bisa kembali bersekolah seperti biasanya dan menyelesaikan pendidikan dengan baik. Walaupun, dengan status barunya.


“Oliv! ayo, pulang. Bersamaku,” pinta Bargon pelan dengan sorot mata penuh dengan kekecewaan.


“Cessi sudah menikah! Kamu jangan, mengganggunya lagi!” hardik pak Broto kepada bargon. Namun, tidak digubris oleh pemuda itu.


Bahkan, Bargon. Dengan beraninya, mendekati Cessi dan meraih tangan gadis tersebut. akan tetapi, segera ditepis oleh Raka dengan kasar.


“Bargon! Sekalipun, orang tuamu adalah orang yang paling berpengaruh di kota ini! Tapi … aku tidak takut!” terang Raka dengan sorot mata tajam, seolah siap untuk menguliti Bargon hidup-hidup.


Namun, seolah tidak memiliki roh lagi. Bargon masih saja, ingin meraih tangan Cessi. HIngga, gadis itu yang menepis dan berkata kasar. Kepada Bargon.


“Hentikan, Gon! Gue dah nikah! Dan … gue, mohon! Jangan, ganggu. Gue lagi!” pekik Cessi dengan air mata yang mulai mengandung di pelupuk mata.


Bibir bisa berkata kasar, akan tetapi hati berkata lain. Cessi bisa ber–eting, terlihat marah. Namun, dia tidak bisa membohongi hatinya. Jika, tengah terluka dengan tatapan Bargon yang selama ini. Selalu ada untuknya.


“Gue gak perduli! Loe dah nikah? Ataupun belum! Karena … gue dah suka sama loe! Sejak lama!” teriak Bargon. Menyatakan, perasanya yang selama ini terpendam.


Cessi hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tangan yang menutupi mulutnya. Dia tidak menyangka, jika Bargon. Menyatakan perasaan–nya di hari pernikahanya dengan Raka.


Bargon meronta-ronta dan berteriak, memanggil nama Cessi. Seraya tubuh pemuda itu, diseret keluar.


Cessi yang melihat hal itu, tidak kuasa menahan tangisnya yang sedari tadi ditahan. Dia memohon kepada Raka, agar membiarkan–nya berbicara sebentar dengan Bargon. Untuk menjelaskan, apa yang telah terjadi.


“Bang, izinkan aku berbicara dengan Bargon. Dia tidak akan pernah menyerah, sebelum aku menjelaskan semaunya.”


Raka yang mendengar permintaan Cessi yang telah sah menjadi istrinya, menjadi tidak memiliki kuasa dan memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan Bargon.


“Lepaskan dia!”


Bargon yang telah terlepas dari lelaki yang bertubuh besar yang mengapitnya, segera menghampiri Cessi. Dia tidak akan pernah mau pergi, sebelum bisa membawa gadis itu.


“Oliv! Gue mohon! Demi, persahabatan kita selaam ini. Loe ikut gue, pliss—”

__ADS_1


“Maaf, Gon! Gue dah nikah dengan Abang Raka! Gue gak bisa ikut loe,” jelas Cessi dengan derai air mata. Bahkan, make up yang dikenakan oleh gadis itu luntur.


Membuat Bargon yang melihatnya tidak bisa menahan perasaan geli, gadis tomboy dan banyak tingkah. Seperti Cessi, dirias seperti wanita. Hal itu, menjadi hal yang tidak biasa di mata Bargon.


“Loe jelek!” ejek Bargon dengan menampakan jejeran giginya yang rapi.


“Maksudnya?” tanya Cessi yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Bargon.


Raka yang mendengar, apa yang dikatakan oleh Bargon. Segera menarik pelan, tubuh Cessi. agar, bisa menghadap ke arahnya.


Betapa, terkejutnya Raka. Ketika melihat, riasan wajah sang istri yang memudar dan meleleh. Seperti lilin, hal itu. Membuat Raka tergelak.


“Hahaha … kamu cantik, Oliv!”


Bargon yang mendengar, panggilan Raka kepada Cessi menjadi cemburu. Kemudian menarik tangan gadis itu, namun langkahnya dihentikan oleh Cessi sendiri.


“Hentikan, Gon! Gue gak paham, sama loe! Kayak, gak bisa diajak bicara baik-baik!”


Mereka berdua menjadi perhatian semua orang, untung. Ayah dan ibunya raka tidak berada di sana, hanya ada kedua orang tua angkat Cessi. Sebagai wali nikah dan keluarga, mereka berdua telah disogok oleh Raka.


Agar semuanya berjalan dengan baik, rencana busuk Raka. Telah berhasil, dia bisa menikah dengan Cessi.


Namun, semuanya menjadi kacau. Setelah kedatangan Bargon, dengan kasarnya. Raka menarik tangan Cessi, lalu menariknya. agar berada di belakang tubuhnya.


“Sudah kukatakan! Jangan, sentuh istriku!” bentak Raka. Dihadapan Bargon, akan tetapi seolah menantang. Pemuda itu, tidak merasa takut sama sekali.


“Gue dah bilang! Gak akan pergi! Sebelum … membawa Oliv!” terang Bargon.


Raka tertegun dengan nama panggilan, yang baru saja Bargon ucapkan. Dia menatap tajam pemuda itu, lalu mencekram erat dagu Bargon.


“Ulangi, kata-katamu tadi?” pinta Raka.


“Gue, gak akan p–pu–ull–ang!”


Bargon kesulitan, untuk berbicara. Karena, cengkraman kuat tangan Raka yang berada di rahangnya. Membuat pemuda itu, kesulitan berbicara.

__ADS_1


“Bang! Hentikan! Kamu sudah berjanji!” teriak Cessi.


“Janji?”


__ADS_2