Ayo Nikah

Ayo Nikah
Bab 60 Pernikahan Mewah


__ADS_3

Raka langsung menyelediki semuanya, dia juga meminta Pak Burhan dan Cessi melakukan tes DNA.


Demi membuktikan, bahwa Pak Burhan adalah ayah kandung Cessi. Seraya menunggu, Raka telah berkoordinasi dengan ke dua orang tuanya. Untuk melaksanakan persiapan resepsi pernikahan, dirinya dengan Cessi.


Tidak ada hal yang paling membuat Raka merasa bahagia, selain melihat senyuman indah terukir dengan di wajah orang-orang disekitarnya.


Raka juga membantu Cessi membant Amara, mereka rutin mendatangi gadis itu dan melakukan syok terapi. Hal itu sudah di lakukan beberapa hari terakhir.


Hingga, tes DNA Cessi dan Pak Burhan keluar dan mengeluarkan hasil. 90% kemiripan, yang berarti. Pak Burhan adalah ayah biologis Cessi.


Tentu saja hal itu di sambut dengan suka–cita oleh mereka, sesuai dengan rencana Raka yang sudah di persiapkan jauh-jauh hari.


Dimana, dia akan membuatkan sebuah pernikahan yang megah dan mewah, untuk Cessi. Sebagai bentuk rasa cintanya kepada gadis yang diajaknya nikah dengan cara tidak biasa tersebut.


Disini lah mereka, tengah bersiap-siap. Untuk menjadi raja dan ratu sehari, berbeda dengan sebelumnya. Cessi merasa sangat gugup.


Balutan baju pengantin dengan warna putih tulang, sangat cantik dikenakan oleh gadis itu. Ditambah kulitnya yang juga putih bersih, menambah kesan yang sangat menawan.


"Bu, aku gugup," tutur Cessi jujur. Kepada ibunya Indah, di sana juga ada Indri. Ibu angkatnya, sekaligus tantenya itu. Telah, Cessi maafkan dan menjadi bagian dari bagian keluarga.


Cessi merasa senang, telah menikah dengan Raka dan hidup dengan orang-orang yang menyayangi. Tidak pernah terbayangkan olehnya selama ini, jika ajakan Raka untuk menikah. Membuatnya, berada keadaan yang dipenuhi cinta dan kasih sayang.


"Ibu gak paham, Nak. Ibu jadi bingung, karena … tidak pernah berada di posisi kamu," terang Bu Indah jujur apa adanya. Walaupun, dia adalah ibu kandung Cessi. Namun, dia tidak pernah menikah.


Bu Indri yang mendengar pembicaraan tersebut, mencoba menawarkan diri. Sebab, dia pernah mengalami. Apa yang kini, Cessi tengah rasakan.


"Cess, Ibu tahu. Kalau, Ibu. Bukan, Ibu kandungmu. Tapi … Ibu tahu, rasanya ketika ingin menikah. Jantung ini berdebar kencang, bahkan suara detak jantung Ibu. Bisa terdengar dengan jelas, namun … Ibu yakin, kalau ini? Adalah, sebuah pertanda. Jika, Ibu mencintai suami Ibu."


Setelah mendengar penjelasan panjang dan lebar dari Bu Indri, Cessi merasa ada kekuatan yang kuat didalam dirinya. Ketika, Pak Burhan dan Pak Broto datang. Untuk menjemput, untuk berada di altar pernikahan.


Cessi telah merasa sangat siap, dia digandeng oleh kedua ayahnya itu. Sungguh, perasaan di dalam hati gadis itu sangat bahagia. Tidak ada sesuatu apapun, yang mempu menggambarkannya.


"Nak, maafkan Bapak dan Ibumu, ya? Mungkin, selama ini. Kami sangat kejam kepadamu. Bahkan, tidak memperdulikan kehadiranmu. Tapi, asalkan kamu tahu. Kami menyayangimu, seperti anak kandung. Sebab, sejak kamu lahir. Hingga, remaja. Kami selalu mendampingimu."


Cessi agak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Pak Broto yang berada di samping kirinya, dia tahu semua itu. Namun, ketika lelaki yang pernah mengusirnya itu berbicara demikian. Cessi merasa senang, karena Pak Broto mau mengakuinya sebagai anak.

__ADS_1


"Bapak juga minta maaf, ya Oliv. Bapak, bukan ayah yang baik untukmu. Bahkan, Bapak meninggalkanmu. Ketika, masih di dalam kandungan."


Kini perhatian Cessi teralihkan ke arah Pak Burhan yang ada di samping kanannya. Dia tersenyum manis, Cessi tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Karena, saat ini. Dia telah memiliki lelaki yang akan terus bersamanya dan akan memenuhi hari-hari indah di masa hadapan.


Cessi di suruh duduk di samping Raka, sedangkan Pak Burhan duduk di hadapan mereka. Lelaki itu yang ingin menikahkan Cessi, secara langsung. Sebagai, wali nikah putri yang pernah ditinggalkannya begitu saja.


Pak Burhan memulai acara ijab Kabul, demi mengafdolkan pernikahan Raka dan Cessi yang sebelumnya di wakilkan oleh Pak Broto.


"Rakayaksa bin Radja, saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku. Cessioliv binti Indah, dengan maskawinnya uang tunai satu miliar!"


Semua orang tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Pak Burhan, sampai sang penghulu dan beberapa staf dari pengurus akat nikah angkat bicara.


"Mohon maaf, Pak. Ini anak kandung Bapak atau bukan? Kenapa, mengambil binti ibunya?" tanya sang penghulu dan memperhatikan akta nikah Raka dan Cessi dengan seksama.


Pak Burhan tersenyum, dia pun menjelaskan nasab Cessi yang mengikuti ibunya. Karena, Cessi merupakan anak hasil zinah.


Pak Burhan tidak perduli dengan stigma masyarakat atau orang yang hadir, dia hanya ingin. Putrinya menikah dengan sah di mata Tuhan, dengan nasab yang benar.


Cessi yang mendengar, penuturan dari Pak Burhan. Tidak bisa menahan harunya, dia meminta Raka untuk meneruskan ijab kabul. Sesuai dengan yang diucapkan oleh Pak Burhan.


"Saya nikah dan kawinkan engkau, Rakayaksa bin Radja dengan putri kandungku Cessioliv binti Indah dengan uang tunai satu miliar, tunai!" teriak Pak Bruhan dan mengayunkan tangan mereka yang sudah saling bertaut.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Cessioliv binti Indah dengan mas kawinnya, dibayar tunai!" jawab Raka dengan sekali hentakan hafas.


"Tabbarokallah!"


Semua orang mengucapkan kalimat toyibah, setelah itu di lanjutkan dengan doa-doa yang di pimpin pemuka agama.


Acara selanjutnya, Raka dan Cessi yang sudah sah menjadi pasangan suami–istri. Duduk di atas pelaminan, dan mulai menyambut para tamu undangan yang silih berganti mengucapkan kata selamat dan bahagia.


Bahkan, Bargon pun ikut hadir di dalam acara tersebut. Dia menghampiri Raka dan Cessi, lalu mengucapkan selamat.


"Selamat ya, semoga kalian selalu dalam lindungan Tuhan," kata Bargon dan menyalami pasangan suami–istri tersebut.


"Oh iya, jangan lupa! Terapi Amara setiap hari di jam 5 sore," tambah Bargon dan membuat Cessi menggurcutkan bibirnya, cemberut.

__ADS_1


Sedangkan Raka tertawa lepas, mendengar apa yang Bargon sampaikan.


"Hahaha … kami tidak akan melewatkan hal itu," terang Raka dan menepuk bahu Bargon. Mereka berdua telah menjadi teman yang baik, karena sama-sama menyayangi gadis yang sama.


Setelah Bargon turun dari pelaminan, mata Cessi terbelalak. Ketika, melihat Pak Martin yang mendekati pelaminan dan mengucapkan kata selamat.


"Wah … anak didik Bapak yang paling hits! Harus berakhir di pelaminan," ejek Pak Martin, seraya meyalami Raka dan Cessi.


"Ingat, Cess! Kamu masih memiliki hutang sama Bapak."


Bibir Cessi berkedut, mendengar apa yang lelaki itu katakan. Sebab, Pak Martin pernah memintanya untuk menjadi pengarah dalam acara sekolah. Namun, hal itu tidak bisa terjadi. Karena, Cessi telah berhentik sekolah dan menikah.


Ketika, Pak Matrin telah turun. Dilanjutkan oleh tamu undangan yang lain, hingga sore harinya. Acara pun mulai sepi, Raka pun menggoda istrinya.


"Apa kamu bahagia?" Raka bertanya, tanpa menatap ke arah Cessi.


Cessi tersenyum dan menjawab pertanyaan tersebut.


"Terimakasih, Bang. Hari ini, akan menjadi sejarah panjang. Dalam hidupku, ajakan nikahmu. Telah sukses, merubah segalanya."


Raka terkekeh dan menjelaskan satu hal, yang membuat Cessi terperangah.


"Aku akan memenuhi janji kita, aku akan menyekolahkanmu. Hingga, sarjana dan menarikmu ke perusahaan. Percayalah, suamimu ini adalah primadona."


Cessi tergelak, dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


"Aku tidak akan termakan gombalmu, Bang."


Mereka sama-sama tertawa lepas, pupus sudah derita Cessi selama ini. Tidak ada lagi tangis dan air mata yang akan membuat wajahnya terlihat jelek.


Semuanya telah digantikan oleh, tawa kebahagiaan dan hati yang dipenuhi oleh perasaan yang tidak henti-hentinya. Mengucapkan syukur, karena Tuhan ada di saat seorang Hamba memerlukan–Nya.


"Terimakasih, Tuhan. Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa," batin Cessi bahagia.


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2