
"Apa maksudmu Erland? Bukankah selama ini semuanya baik-baik saja. Lalu apa yang membuat mereka tidak bisa menerima produk kita lagi?" Aaron mengepalkan kedua tangan, rahangnya mengetat, urat-urat di buku tangannya terlihat dengan sangat jelas.
"Mereka bilang ada yang salah dengan produk yang kita kirimkan, bau dan rasanya sudah berbeda!"
Aaron mengerutkan kening mendengar penuturan Erland, ini tidak masuk akal. Pasalnya kemarin-kemarin semuanya masih baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan produk yang pabriknya buat.
"Apa produk yang di Thailand saja yang bermasalah?"
"Iya Tuan, perusahaan yang di dalam negeri tidak ada yang komplain, begitupun dengan yang di Eropa dan Asia lainnya. Orang kita yang ada di Amerika juga tidak menunjukkan keluhan apapun Tuan."
Aaron mengangguk paham. Dia segera beranjak dari duduknya. "Beck! Siapkan pesawat. Kita pergi ke Thailand sekarang juga. Aku ingin memeriksa sendiri apa yang salah dengan produk yang kita buat."
"Baik Tuan!" sahut Beck langsung menjauh dari ruangan itu.
"Kau juga ikutlah bersama kita Erland. Jangan sampai melewatkan apapun."
"Baik Tuan!" jawab Erland sembari menunduk ke arah Aaron.
Azzura berlari ke kamarnya dengan senyum sumringah. Wanita cantik itu terlihat sangat bahagia. "Oke Rubby, Tuan akan pergi. Kita bisa pergi bermain ke tempat Bang Hugo!" Azzura bersorak heboh. Dia naik ke atas ranjang, menutup tubuhnya menggunakan selimut dan pura-pura tidur. Padahal hari masih sore, namun itu tidak menepis tekad Azzura. Jika dia tidak pura-pura tidur, suaminya pasti akan mengatakan hal-hal yang sangat tidak dia sukai. Azzura sedang tidak ingin mendengar ceramahan Aaron padanya.
Beberapa menit kemudian, Azzura mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Didalam hati Azzura terus berdoa agar Aaron tidak mengatakan apapun dan akan lebih baik jika Aaron pergi saja dari kamar mereka.
"Jaga dirimu baik-baik Azzura!" Aaron melirik Azzura setelah meninggalnya catatan di tas nakas yang ada di samping ranjang sang istri. Pintu kamar tertutup, Azzura menunggu untuk beberapa saat, setelah yakin jika semuanya aman, dia langsung menyingkap selimut lalu duduk, tangannya mengambil sepotong kertas yang ada di atas nakas.
__ADS_1
"Aku pergi sebentar. Kau tidak boleh pergi kemanapun tanpa ijin dariku!"
Bukannya marah, Azzura malah tersenyum melihat pesan dari suaminya. Memangnya Aaron siapa bisa mengekangnya seperti itu. Maafkan Azzura Aaron, tapi Azzura tidak bisa diam saja seperti orang yang sedang di kurung. Azzura manusia bukan bebek, bebek juga memiliki waktu untuk bermain, masa dia sebagai seorang manusia asli tidak boleh.
"Kita pergi sekarang Rubby!" Azzura berjalan menuju walk in closet, mencari jaket dan juga celana jins yang kira-kira bisa dia padukan dengan kaos oblong kebesaran yang saat ini dia pakai.
"Kau benar-benar ingin keluar Bos? Bagaimana kalau Tuan Aaron tahu!"
"Dia tidak akan tahu kalau kalian tidak memberitahunya Rubby. Semuanya akan aman jika kalian bisa menutup mulut."
Azzura kembali menutup pintu, setelah sampai di luar, dia mengendap-endap seperti seorang maling, Azzura sebenarnya bisa saja meminta para maid dan penjaga untuk bekerja sama dengannya. Tapi Azzura tidak yakin kalau mereka bisa menjaga mulut dengan baik.
"Rubby. Kau pergi dulu ke dekat kolam renang, buat keributan di sana. Apapun yang bisa kau pecahkan, pecahkan saja!"
Rubby hanya bisa menurut, meskipun dia tahu ini salah, tapi Rubby juga bisa karena sejak Azzura sakit mereka benar-benar belum keluar sama sekali.
Para maid dan penjaga di rumah itu berlari ke arah kolam renang, alangkah terkejutnya mereka ketika melihat anjing tuannya sedang marah membabi buta. Vas bunga, guci, dan barang-barang yang menjadi pajangan di area itu Rubby jatuhkan. Semua orang mendadak panik, barang-barang yang ada di sana adalah barang-barang mahal, kalau sampai Aaron tahu, dia pasti akan marah besar.
Azzura tersenyum menyeringai. Dia keluar dari rumah Aaron. Beruntungnya, sebelum keluar Azzura sudah memesan taksi online. Jadi dia tidak harus menunggu lagi. Beberapa menit setelah masuk kedalam taksi, Azzura semakin melebarkan senyumnya tat kala melihat Rubby keluar dari celah gerbang. Rubby ini silikon atau bagaimana, kenapa dia bisa melewati celah sekecil itu.
"Semuanya beres Bos!" ucap Rubby dengan bangga. Azzura mengangguk sembari mengusap kepala Rubby gemas. "Ya sudah, jalan Pak!"
****
__ADS_1
"Bang Hugo!"
Azzura memekik ketika masuk ke perusahaan milik anak buah yang sebenarnya sudah seperti sahabatnya sendiri. Agak geli memang karena dia berteman dengan komplotan orang yang sebenarnya adalah orang yang ingin melecehkan Aurora di masa lalu. Azzura masih mengingat hal itu, tapi dia hanya berharap kalau Hugo dan teman-temannya bisa berubah sedikit demi sedikit.
"Wuahhhh, Dewi kita datang di waktu yang tepat. Kita lagi ngerayain kekalahan Bos Li. Aku dengar dia akan di penjara lebih dari 20 tahun. Selain berhutang pada kita, ternyata dia juga memiliki hutang kepada banyak pihak, Bos!" Hugo menuntun Azzura untuk duduk di kursi yang ada di depan orang-orang kepercayaannya.
"Aku senang jika mereka mendapat apa yang harus mereka dapatkan. Urusan di pasar beres Bang?" Azzura berbicara sambil memakan pizza yang disiapkan oleh Hugo untuk mereka.
"Semuanya beres dan beberapa anak buah kita yang ditempatkan di sana sangat senang. Kau tahu, selain memberikan uang, mereka juga kadang diberi bahan makanan untuk mereka bawa ke rumah. Aku senang karena sekarang tidak ada drama di antara orang-orang ini."
Azzura tersenyum mengiyakan. Dia menarik Rubby, memberikan anjing itu makan apa yang dia makan.
"Tumben Bos bisa ke sini? Jangan sampai suami Bos yang posesif itu menghajar kita habis-habisan. Aku sudah menolak gedung yang diberikan suami mu. Aku hanya meminta gedung itu untuk di jual agar uang ku dan mungkin uang orang-orang yang lainnya bisa balik."
Azzura tertawa kecil. "Aku kabur Bang!"
Uhukkkk!
Hugo sampai tersedak makanan yang hendak dia telan. Laki-laki itu beranjak dari duduknya sembari menatap Azzura dengan wajah khawatir.
"Bos, kenapa Bos melakukan itu? Bos tahu, suami Bos itu sangat kejam. Dia bisa membunuh kami semua kalau dia tahu kau ada di sini."
"Kau tidak perlu khawatir Bang. Dia sedang pergi ke Thailand. Mungkin akan kembali besok atau lusa. Aku bosan di rumah Bang. Lebih baik seperti ini saja."
__ADS_1
Hugo kembali duduk sembari menghembuskan napas kasar. Dia menatap orang-orang yang ada didepannya dengan tatapan nanar. Mereka tidak mungkin mengusir Azzura, tapi kalau mereka membiarkan Azzura tetap di sana, mereka pasti akan mendapat masalah besar, Aaron bukan orang sembarangan. Mungkin dia memang ada di Thailand. Tapi Hugo yakin kalau Aaron akan dengan sangat mudah mengetahui keberadaan Azzura.
"Dasar gadis nakal!"