Azzura: The Fight Of The Tough Lady

Azzura: The Fight Of The Tough Lady
Bab 46. Latihan


__ADS_3

"Kak kita mau ke mana? Kenapa harus pakai helikopter?"


"Aku akan memberitahu mu setelah kita sampai."


Azzura mengangguk mengiyakan. Sebenarnya dia sangat penasaran, tapi kalau Aaron sudah mengatakan nanti, dia akan menunggu meskipun rasa penasaran itu sedikit mengganggu.


"Wuahhhh! Apakah dunia memang seindah ini!" Azzura menempelkan tangan pada kaca capung besi yang kini sudah terbang tinggi di atas awan. Netranya berpendar mengabsen setiap objek yang mampu memenjakan mata.


"Apa kau senang?" tanya Aaron sedikit tersenyum.


Azzura mengangguk beberapa kali, tentu saja dia sangat senang. Selama ini Azzura hanya berkecimpung di pasar yang sudah pasti suasananya tidak bisa dibandingkan dengan suasana saat ini.


"Ini terlalu indah Kak. Sangat indah!"


"Indah sih indah Bos, aku ingin muntah, kenapa kita masih tidak sampai juga!"


"Aku tidak tahu Rubby. Kalau kau penasaran tanyakan saja pada Kak Aaron. Sama aku aja dia bungkam, apalagi sama kamu."


"Cih, aku tahu kok kita mau pergi ke mana," dengus Rubby.


"Benarkah? Kita mau kemana memangnya?"


"Mau tauuuuuu aja. Nanti juga Bos tahu kok."


"Eissshhhhhh, menyebalkan!"


"Siapa yang menyebalkan Baby?"


Azzura melotot, dia mengibaskan tangan di depan suaminya. "Tidak ada yang menyebalkan kok, tadi aku cuma lagi bermonolog aja. Lagi halu! hehehe."


Aaron menautkan kening, dia ingin kembali berbicara namun saat ini mereka sudah sampai di sebuah landasan khusus helikopter yang Aaron miliki. Azzura turun dari helikopter tersebut sembari menggenggam tangan Aaron. Wajah cantik itu kembali berbinar. Mereka berhenti di sebuah pulau kecil, entah pulau milik siapa itu namun sepertinya banyak hal yang akan terjadi di sini.


"Ini adalah pulau tempat orang-orang ku di latih. Selama ini, sebelum mereka aku kirim ke tempat-tempat tertentu, mereka akan mendapatkan pelatihan khusus. Bukan cuma berlatih bertarung, menembak, menggunakan senjata tajam bahkan bermain panah sambil menunggang kuda.


"Kita akan berlatih menembak, mulai sekarang, setiap akhir pekan aku akan membawa mu ke sini Ara. Aku akan berusaha untuk melindungi mu bagaimanapun caranya. Tapi kalau kamu bisa melindungi dirimu sendiri selama aku tidak bisa berada di samping mu, aku rasa itu lebih baik."


"Yes!" Karena terlalu senang, Azzura malah melompat memeluk leher Aaron. Jika wanita lain mungkin tidak akan senang karena diajak melakukan latihan menembak yang pastinya akan mendapatkan latihan pisik juga, namun tidak dengan Azzura. Menjadi wanita tangguh adalah sebuah keharusan. Memiliki kemampuan khusus adalah takdir dan memiliki keahlian adalah sebuah kewajiban.


"Terima kasih Kak! Aku sangat senang. Mulai sekarang, aku akan belajar dengan giat. Aku tidak akan mengecewakan mu."

__ADS_1


"Aku percaya padamu sayang. Aku yakin kau akan lulus jadi peserta terbaik dari pulau ini!"


"Tentu saja. Aku tidak akan mengecewakan mu. Aku akan menjadi istri terbaik yang memiliki kemampuan untuk bertempur terbaik, Tuan!"


Aaron mencubit hidung Azzura gemas, dia membawa gadis itu dan memperkenalkan istri cantiknya kepada para fighter di sana. Azzura tidak mungin berlatih ilmu bela diri kan, selain sudah memiliki basic, dia pasti bisa mengalahkan para fighter di sana.


"Kita langsung ke tempat latihan mu!"


"Uwoooow!" Mata Azzura berbinar saat melihat arena tembak yang sangat memukau, jika tadi mereka ada di ruang terbuka, sekarang mereka sedang ada di ruangan tertutup. Seseorang yang memiliki tubuh tinggi tegap membawa sebuah nampan yang berisi pistol S&W 500M. Salah satu pistol paling mematikan di dunia ini. S&W 500M adalah pistol yang akurasinya paling baik. Peluru yang ditembakkan S&W 300M bisa menembus serta meledakan objeknya. Kelebihan pistol ini terdapat pada larasnya yang panjang sehingga meningkatkan akurasi serta melonarkan peluru dengan kecepatan 112 kilometer per jam.


"Pakai ini dulu!" Aaron memakaikan earphone khusus pada Azzura. Wanita cantik itu melompat-lompat kecil saking senangnya dia karena mendapatkan mainan baru.


"Tuan aku sangat senang. Bolehkah jika aku berhenti kuliah saja dan menjadi pengawal mu?"


Aaron menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum. "Kau boleh menjadi pengawal ku, tapi hanya jika kau sedang libur."


Azzura mendengus mendengar apa yang Aaron katakan. "Kalau hari libur saja, Kakak juga tidak bekerja. Terus aku harus mengawal mu kemana!"


"Ke atas ranjang saja!" bisik Aaron di samping telinga Azzura.


Gadis yang ada di depan Aaron itu menoleh ke belakang. Dia ingin protes namun Aaron tidak mengijinkannya melakukan itu karena Aaron sudah bersiap untuk menekan pelatuk dari senapan yang mereka pegang. Laki-laki tinggi itu sedikit menunduk di belakang punggung Azzura, kedua tangannya menggenggam tangan Azzura, memerintahkan Azzura untuk fokus, menyuruhnya membidik sasaran dengan akurat.


Azzura mengangguk, wanita itu benar-benar menikmati pelajaran tembak menembak dengan suaminya. Kenapa dia seperti sedang kencan, hal seperti ini lebih membuatnya bahagia daripada harus kencan ke taman bermain atau ke mall mewah.


"Dor!"


Satu peluru melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Azzura langsung berjingkrak heboh ketika dia melihat bidikannya tepat sasaran. "Wuahhh. Ternyata pantulan nya sangat kuat Kak!"


"Kau beruntung karena memiliki kekuatan lebih, jika yang melakukan ini adalah gadis lain, mungkin tubuh mereka akan tersentak ke belakang, dan tidak mungkin juga mereka bisa belajar secepat dirimu. Pelatihan yang mereka dapat pun bertahap dengan jenis pistol yang berbeda."


"Boleh aku melakukannya lagi?"


"Tentu saja! Tapi aku punya lawan untuk mu!"


"Siapa?" tanya Azzura bingung.


"Keluarlah!" ucap Aaron membuat seseorang muncul dari kegelapan.


"Bert!" gumam Azzura sedikit terkejut. "Kapan dia kembali?"

__ADS_1


"Itu tidak penting. Sekarang buktikan kemampuan mu. Jika kau kalah, nanti malam akan ada hukuman untuk mu."


"Akh, jangan khawatir Kak, aku pasti akan menang. Bert tidak ada apa-apanya dengan ku."


Aaron tersenyum tipis sembari mengangguk. "Mulailah!"


"Kalau kau kalah, aku memiliki hukuman terpisah untuk mu Bert!"


"Baik Tuan!"


Srakkkk!


Setelah 15 menit mereka bertarung. Papan bergambar sasaran tembak maju ke depan. Baik milik Azzura maupun milik Bert, keduanya di nilai oleh orang yang memang Aaron tugaskan menjaga tempat itu.


"Bert 80 poin, dan Nyonya Azzura 90 poin."


"Yes!" Azzura menonjok udara sembari menaik turunkan alisnya menatap Bert.


"Padahal aku ingin kau kalah Ara!" Aaron mengusap wajahnya, dia agak kecewa lantaran rencananya tidak berjalan lancar.


****


"Jadi sekarang apa?"


"Aku akan mengajari mu untuk menunggang kuda. Sekarang kau pilih lah kudamu sendiri, tapi ... kuda itu juga harus memilih mu, jika tidak, akan sangat sulit mengendalikannya."


"Baiklah!"


Azzura berjalan melewati para kuda yang berjejer seperti sedang memilih calon suami, tangan mulusnya mengusap setiap kepala kuda sangat lembut. Sedangkan Rubby, anjing itu hanya menonton di samping tempat Aaron berdiri.


"Kuda yang hitam yang paling cocok untuk mu Azzura, dia adalah sahabat kuda putih milik suamimu. Kau akan sangat keren jika menggunakan kuda tersebut."


"Aku mau yang ini!" tunjuk Azzura pada kuda putih yang ukurannya lebih besar dari ukuran kuda yang lainnya.


"Kau sangat pandai sayang, tapi itu kuda milik ku."


"Aku hanya ingin mencobanya. Jika aku tidak boleh memilih yang putih, aku ingin yang ini saja!" tunjuk Azzura pada kuda hitam besar pilihan Rubby.


"Kau memang sangat pandai."

__ADS_1


__ADS_2