
"Apa yang aku ketahui?" Azzura bergumam di depan wajah Aaron. Kedua tangannya ia kalung kan di leher sang suami, menatap netra suaminya lekat sembari tersenyum dengan senyuman termanis yang dia miliki. "Aku tahu kau mencurigai sekertaris mu! Tuan!"
Aaron tersenyum bangga kepada Azzura, ternyata selain memiliki kekuatan super, Azzura juga memiliki kepekaan yang sangat baik. Aaron senang, sepertinya dia memang memiliki partner yang setara dengannya. Wanita cantik yang ada di depannya ini akan dia jadikan sebagai mawar berduri. Kelopaknya indah, namun durinya mematikan siapapun yang berani menyentuhnya.
"Kau dengar itu Beck!"
Brughhh!
Beck yang kala itu sedang berdiri di dekat pintu oleng hingga menabrak lemari yang ada di sampingnya. Tadi ia berniat untuk keluar diam-diam, namun suara bariton Aaron membuat Beck sangat terkejut.
"Iy-ya Tuan!"
"Keluarlah! Bawakan kami makan siang. Dan untuk masalah ini, jangan biarkan siapapun tahu, kau dan Bert yang akan mengurusnya."
"Baik Tuan!"
"Kenapa kau tidak kuliah hmmm?" Jemari Aaron mengusap surai coklat yang terlihat sangat mengkilap itu dengan gerakan halus nan teratur, terakhir, jari telunjuk dan jempolnya berhenti di ujung dagu sang istri.
"Apa hari ini aku melewatkan sesuatu?" tanya Aaron menatap bibir ranum Azzura dengan tatapan penuh selidik.
"Aku tidak memakai lipstik Kak, ini cuma noda buah yang tadi aku makan."
"Bolehkah aku mencicipi buahnya juga?"
Azzura mengangguk mengiyakan, dia ingin beranjak untuk mengambil buah yang dia simpan di mobil, namun tangan Aaron malah menarik pinggangnya.
"Aku ingin ini!" bisik Aaron tepat di depan bibir Azzura. Semakin lama kepalanya semakin tertunduk mendekati apa yang memang sudah dia incar.
"Akh, sepertinya aku salah tanggap! Pria ini memang sudah kecanduan mukbang bibir, dan aku harus mulai terbiasa akan hal ini. Apapun yang sedang kau lakukan, jangan mengintip adegan seperti ini Rubby!"
"Tapi aku menyukainya Bos!"
__ADS_1
"Dasar sistem mesum!"
****
"Hmmm. Mulai sekarang berhati-hatilah Tuan, sepertinya Aaron mulai mencurigai mu karena wanita itu. Jangan menganggap wanita yang ada di samping Aaron sebagai wanita lemah, aku pernah melihatnya memukul orang-orang kita hanya dengan tangan kosong tapi luka yang ditimbulkan seperti luka bekas senjanya tumpul."
"Aku mengerti. Aku juga tahu wanita itu adalah wanita yang spesial. Kau bekerjalah dengan baik, awasi apapun yang dilakukan oleh mereka, meskipun kita tidak bisa meretas wilayahnya, setidaknya ketika mereka berada di luar jangkauan, kita bisa melihat apa yang mereka lakukan."
"Baik Bos!"
Erland tersenyum menyeringai. Laki-laki itu mematikan earphone yang ada di telinganya. "Aaron! Azzura!. Kalian adalah orang-orang yang akan habis di tangan ku, berbahagialah selagi kalian bisa, jika suatu saat aku rampas kebahagiaan kalian, jangan salahkan aku."
Netra Erland menatap bangunan luas yang ada di depannya sembari tersenyum. Wajahnya memang tampan, namun tidak dengan hatinya. Ada dendam dan kebencian mendalam, hatinya gelap namun juga memiliki sisi merah kehitaman. Seperti lahar panas yang mengalir di kaki gunung meletus.
****
"Pa, Jia udah bilang gadis itu yang duluan ganggu Jia, dia bilang Jia adalah anak manja. Bisa kuliah di sana karena Jia anak dosen, si Azzura itu menyebarkan gosip yang tidak-tidak. Bahkan dia sempat mengatakan kalau Papa itu dosen yang tidak kompeten."
"Kamu tidak usah khawatir, Papa janji, Papa akan buat dia menyesal karena sudah membuat anak Papa yang cantik ini bersedih. Jika memang kamu ingin papa membalaskan apa yang sudah dia lakukan, papa akan melakukan itu sayang, kamu gak usah khawatir."
Jia Li tersenyum penuh kemenangan. Seperti dugaannya, papanya yang sangat baik itu tidak akan membiarkan dia di tandas oleh siapapun. Meskipun orang yang mengganggunya adalah seorang wanita, Li tidak akan pernah sungkan.
"Makasih ya Pa, Papa adalah Papa terbaik di dunia. Jia Li sayang sama Papa."
"Iya Sayang, memang apa yang gak bisa Papa lakuin buat kamu. Asal anak papa yang cantik ini bahagia, Papa gak melakukan apapun."
Li tersenyum penuh kebencian, jika ada orang yang mengusik putrinya, dia tidak akan tinggal diam.
Orang-orang itu sibuk menyusun rencana, tetapi mereka tidak tahu jika orang yang mereka bicarakan itu bukanlah orang biasa.
"Bagaimana? Enak tidak?" tanya Aaron ketika melihat istri cantiknya makan dengan lahap, namun dia sendiri malah sibuk memperhatikan Azzura dan juga menyuapi gadis itu. Orang yang ditatap tentu saja sangat bahagia, selain bisa makan enak, ia mendapat service terbaik dari suaminya.
__ADS_1
"Tuan, apa kau tidak makan?"
"Melihat mu saja aku sudah kenyang. Makanlah yang banyak. Habis makan mau langsung pulang atau tetap di sini, aku ada pertemuan dengan klien setelah makan siang."
"Euuummm, kalau begitu aku pulang saja. Tapi di kalau pulang ke rumah pasti bosan banget. Menurut Kakak baiknya gimana ya?" Azzura sangat pandai memanipulasi keadaan, dia seperti sedang bertanya namun pada kenyataannya Azzura hanya ingin Aaron membuat kepuasan lain.
Pria tampan itu berpikir untuk beberapa saat, memang benar, jika Azzura pulang dia pasti akan sangat kesepian. Tapi kalaupun Azzura ikut bersamanya, Aaron tidak akan bisa menemani sang istri.
"Mau eskrim tidak?"
Azzura mengangguk antusias. Aaron pun tersenyum melihat itu."Baiklah kalau begitu, kau boleh ikut, tapi nanti kita duduk beda meja gak papa?"
"Enggak papa Kak, aku akan menjadi anak yang patuh. Aku tidak akan mengganggu mu."
"Good girl!" Aaron mengacak poni sang istri kemudian mengecup bibir istrinya sekilas.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Azzura mengintip keluar jendela kaca mobil suaminya. Mereka benar-benar berhenti di depan sebuah restoran bintang lima, meskipun restoran itu terlihat sangat mewah dan mahal, tapi banyak juga orang yang datang.
"Kita keluar sekarang, Beck sudah memesankan kita meja, Bert akan menemani mu saat aku menemui klien ku."
"Hmmmm!"
Azzura terperangah ketika melihat interior restoran tersebut. Ini benar-benar sangat indah, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi, dia yakin tadi dia masuk ke ruangan, namun kenapa di dalam restoran tersebut malah ada taman dan berbagai pohon mini yang sangat lucu. Bahkan ada hewan-hewan tiruan yang membuat taman itu terlihat sangat nyata.
"Tunggu di sini! Aku akan menemui orang itu dulu!" bisik Aaron sembari menunjuk seseorang yang sedang duduk di meja sebrang. "Jangan kemanapun. Dan jangan mengerjai Bert, kalau kau pergi tanpa sepengetahuannya, aku akan menghentikan pelatihan mu di pulau."
"Siap Bos!" Azzura memberikan hormat pada suaminya. Setelah Aaron pergi, Azzura mengambil handphone kemudian berselfi ria. "Wuaahhhh, ini memang sangat cantik!" puji Azzura terkagum akan konsep yang dipakai oleh pemilik restoran ini.
"Rubby, apa kau bisa mendengar ku? Kau bisa ke sini tidak? Lihatlah, aku sedang ada di restoran mewah Rubby. Tempatnya benar-benar sangat indah, kau pasti akan menyukai ini."
"Kau pikir aku ini apa, aku tidak bisa berpindah tempat seperti itu. Dan lagi, ada seseorang di belakang mu Bos, sebaiknya kau berhati-hati."
__ADS_1